My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Episode 77


__ADS_3

"Idemu gila, Sayang..." Naufal tertawa kecil mengingat apa yang mereka lakukan barusan. Setelah Menghabiskan hampir satu jam bermesraan di pinggir kolam, saat ini mereka sedang mandi bersama.


"Meskipun sedikit gila, kau menyukainya kan? Akui saja, Fall." Ujar Thella seraya menyabuni dirinya sendiri.


"Mulai sekarang, biasakan memanggilku dengan sebutan sayang, Aku ingin kita lebih romantis," Pria itu berinisiatif menggosok punggyng Thella.


"Baiklah, Sayang. Aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang. Manja sekali suamiku ini. Setelah ini, kita makan yuk," Thella telah selesai membilas dirinya dan memakai handuk kimononya. Di susul dengan Fall.


Thella menyiapkan baju yang akan di pakai oleh Fall, lalu segera memakai bajunya sendiri. Hari ini Thella memakai gaun merah selutut. Rambutnya yang basah di biarkan tergerai dan di berikan bando dengan warna senada dengan bajunya. Setelah merias wajahnya sedemikian rupa, Thella memutuskan untuk merebahkan diri ke ranjang karena merasa lelah.


"Hah, lelah sekali..." Keluh Thella pelan, namun dapat di dengar oleh Fall yang tengah menyisir rambutnya. Lalu ia menyusul Thella dan merebahkan dirinya juga ke ranjang.


"Meskipun lelah, tapi menyenangkan. Iya kan?"ucap Fall sambil melirik Thella dan tersenyum manis. Ia tidak.pernah membayangkan akan melakukan hal segila itu bersama Thella. Rasa mendebarkan saat mencobanya adalah hal yang mengesankan.


"Kamu benar, Sayang. Ini adalah hal hebat. Ternyata kita bisa melakukannya. Menurut artikel yang pernah ku baca, kita bisa melakukannya di mana saja, sofa, dapur, kamar mandi, semuanya akan memberikan sensasi yang berbeda," Thella sangat antusias memceritakan apa yang ia baca dalam artikel.


"Untuk apa kamu mencari tahu tentang itu? Kamu ada rencana sesuatu, ya? Hayo, jangan malu untuk.mengakuinya, Sayang." Naufal memiringkan wajahnya, agar bisa memeluk ringan Thella.


"Tanpa sengaja terbaca, saat aku mencari berita tentang aktor korea favoritku, jadi aku baca sekalian," Thella mengakuinya dengan malu-malu. Tujuan awalnya memang hanya untuk mencari berita tentang aktor favoritnya.


Tapi, akhir-akhir ini Thella juga lebih sering mencari tahu banyak hal tentang artikel dewasa seperti itu. Tujuannya, ia hanya ingin dapat lebih mengerti suaminya tentu saja.


"Baiklah, aku percaya padamu. Lain kali mungkin aku juga harus banyak membaca artikel, agar bisa lebih memanjakanmu. Ayo makan, Sayang. Aku lapar sekali," Naufal bangkit dari tidurnya perlahan. Menunggu Thella melakukan hal yang sama, tanpa menunggu lama, wanita itu juga bangkit dan duduk di samping Fall.

__ADS_1


"Ayo," Thella menggandeng tangan Fall. Pria itu.mengikuti langkah istrinya.Bau harum parfum yang di pakai wanita itu sungguh ia sangat sukai.


"Kamu masak apa hari ini?" Tanya Fall saat mereka mulai memasuki ruang makan.


"Aku masak ommelet favorit kamu dan juga nasi goreng. Apa kamu ingin makan sarapan yang lain?" Thella segera menyiapkan piring dan peralatan lainnya untuk makan mereka berdua.


"Hari ini, aku mau makan apa yang kamu masak. Masakan istriku kan yang paling enak. Aku sampai sangat menyukainya," Fall menarikkan kursi untuk Thella duduk. Kemudian, ia menarik kursi untuk dirinya sendiri, lalu ia duduk di sana dan membiarkan Thella menyiapkan makanan yang akan ia makan.


"Thella, kamu pasti lelah kan, setiap hari seperti ini, mengurus rumah, ngurus aku, belum lagi harus ke kantor." Fall mulai menikmati makanan yang ada di piringnya.


"Kalau di buat berat, semuanya akan terasa berat. Aku menjalani semuanya dengan enjoy. Aku menikmati semuanya, jadi aku tidak merasa lelah," Thella menyiapkan air untuk minum Fall.


"Kalau kamu kelelahan, biar aku saja yang bekerja.Kamu cukup di rumah, seperti dulu saat awal kita menikah." Fall mulai melakukan pertimbangan. Tentu saja ia khawatir, Thella akan kelelahan karena harus melakukan segala sesuatunya seorang diri.


"Ya sudah, kalau begitu, mulai besok, kamu tidak usah bekerja lagi ke kantor. Aku akan segera menyuruh pihak HRD untuk mencari asisten baru." Fall masih makan makanannya perlahan.


"Ada syaratnya kalau kamu mau punya asisten baru," Protes Thella cepat.


"Apa syaratnya? Kenapa harus ada syarat? Kalau syarat dokumen untuk menjadi asistenku, tentu daja aku akan terapkan itu," Mendengar usulan Thella, Fall brlum paham, syarat yang seperti apa yang sedang Thella bicarakan.


"Aku mau asisten kamu cowok atau ibu-ibu empat puluh tahunan," Thella sedikit aneh saat mengucapkan kalimatnya ini.


"Ahahhaa.. apakah kamu cemburu?" Selidik Fall. Ia sangat mengerti, Thella bukan posesif, dia hanya melindungi apa yang telah menjadi miliknya. lebih dari pada itu, Naufal juga tidak ingin menduakan Thella. Seorang Thella sudah cukup untuknya.

__ADS_1


"Tidak salah kan kalau aku cemburu, Sayang? Aku hanya berjaga-jaga. Aku lelah melihatmu di goda perempuan terus." Thella masih ingat dengan jelas, bagaimana perlakuan Fee dan juga Vania terhadap Fall. Ia tidak ingin hal itu terjadi lagi.


"Baiklah. Aku hanya akan seleksi asisten pria. Tidak akan ada asisten perempuan di sampingku.Semuanya laki-laki. Apa itu bisa membuat kamu senang?" Fall menanyakan hal ini serius terhadap istrinya. Ia serius tidak ingin membuat Thella kecewa.


"Tentu saja. Aku akan lebih tenang saat kamu sudah memutuskan untuk itu.Apa menurutmu aku terlalu posesif, Sayang?" ungkap thella sangat hati-hati. Dia sedikit takut, Naufal akan menganggapnya posesif karena hal ini.


"Aku mahami perasaanmu. Bila memang kamu posesif, itu hakmu. Aku ini kan suamimu, wajar saja kalau kami.mengkhawatirkanku sampai seperti itu. Aku justru sangat senang, kamu peduli padaku," Naufal menyudahi sarapannya, ia beralih memandangi Thella yang belum menyelesaikan makannya.


"Syukurlah, aku lega kalau kamu tidak merasa aku seperti itu. Kamu benar, hati wanita itu sangat lemah dan sensitif. Terkadang lelaki tidak terima di atur sedikit saja, padahal semua itu karena kami para wanita sangat ingin menjaganya. aku melakukannya, karena aku tidak bisa berbagi, sama sepertimu, Fall." Thella mengatakannya dengan tegas. Ia tidak ingin Fall sampai di goda lagi oleh perempuan-perempuan yang hanya akan mempermainkan perasaanya.


"Ada yang cemburu nih.." Ledek Fall.


"Memangnya nggak boleh?" Protes Thella.


"Boleh, sih. Boleh banget malah.."


"Nakal kamu ya.." Thella mencubit lengan Fall.


"Kamu dikit-dikit nyubit," Fall sedikit kesal.


"Kamu dikit-dikit nyium," Thella balas ketus.


"Hukum nih,"

__ADS_1


"Tuh, kan. Udah ah aku mau cuci piring. Abis ini kita jalan-jalan jangan lupa. Kan udah janji," Thella segera kabur membawa piring kotor mereka untuk segera di cuci.


__ADS_2