
Kita memang tidak pernah bisa memilih siapa yang akan kita cintai, siapa yang akan kita sayangi, karena cinta yang akan memilih tuannya sendiri. Ketika kita pikir, kita tidak mungkin jatuh cinta kepada seseorang, tapi kita tidak akan pernah bisa menolak, ketika dewa cinta telah memanah kan panah asmaranya.
Terkadang, seseorang yang hadir dalam hidup kita bukanlah orang yang kita mau. Bersyukurlah, di luar sana, banyak seseorang yang mungkin lebih sempurna dari pasangan yang kita miliki, tapi belum tentu yang di luar sana akan mengerti kita sebaik pasangan kita sendiri.Di dalam hidup, ketika cinta sudah ikut campur didalamnya, perasaan kita akan lebih memilih seseorang yang tulus terhadap kita di bandingkan dengan yang modus.
Ada yang bilang, orang yang sempurna akan kalah dengan orang yang selalu ada dan itu memang benar adanya. Ketika kita sering berjumpa dengan seseorang, semakin Intens pertemuan itu maka semakin cepat tumbuhnya perasaan diantara kalian.
Cinta membuat hidup kita menjadi lebih indah. Setiap langkah kita akan terukir, semuanya akan terasa indah, meskipun sebenarnya biasa saja. Bahkan, terkadang saat mendapat sapaan pun, itu sudah menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan untuk kita. Apabila yang mengungkapkannya adalah orang yang kita cintai, meskipun terkadang hanya simpel, seperti ucapan kata selamat pagi.
Seperti secangkir kopi, dalam cinta pun ada perpaduan antara pahit dan manis. Ketika semuanya sama-sama besar, maka tentu saja akan sangat enak untuk dinikmati. Apabila terlalu pahit, tentu saja itu tidak akan menyenangkan dan jika terlalu manis akan menjadi sesuatu yang memuakkan.
Ketika cinta pergi, itu sebenarnya bukan karena salah satu dari pasangan tidak mampu menjaga. Memang sudah waktunya cinta itu pergi, meninggalkan mereka dan mencari tempat tinggal yang baru. Tentu saja pada akhirnya, cinta yang baru akan datang kepada mereka masing-masing hingga mereka menemukan Hati yang tepat untuk bersandar.
Tahukah kamu? Ketika kita siap jatuh cinta itu artinya kita siap untuk patah hati dan jika kita tidak siap untuk patah hati maka jangan pernah mencoba untuk jatuh cinta. Karena apa jatuh cinta itu pasti akan mengalami patah hati, meskipun kita berhasil memilikinya. Meskipun kita sudah berada dalam Mahligai pernikahan, patah hati itu tetap ada. Sama seperti pacaran yang putus nyambung, seperti itulah kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Hanya saja, di dalam rumah tangga tidak ada yang namanya putus nyambung, mungkin hanya saling diam dan membisu.
Karena kondisi Thella telah membaik, mereka jadi pulang ke Indonesia keesokan harinya. Meski sedikit tampak lemah tapi Thella bersemangat untuk pulang. Ia ingin melihat Naufal kembali dengan pekerjaannya. Ia tahu, selama liburan kemungkinan Naufal merasa bosan karena tidak melakukan kegiatan yang biasanya ia lakukan yaitu bekerja.
"Naufal, terima kasih liburannya. Aku bahagia sekali, bisa menapakkan kaki di negara Korea, karena kamu mengabulkan impian aku. Semoga nanti setelah kita ada di Indonesia, apa yang menjadi impian kamu tercapai, ya. Kita segera punya momongan, sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Tapi, kalau misalnya kita belum bisa memilikinya, kamu tidak marah kan?" Thella memulai pembicaraan dengan Naufal, saat mereka masih berada di dalam pesawat, beberapa menit setelah Lepas Landas dari bandara pulau Jeju.
"Sama-sama Thella. Itu sudah menjadi kewajiban ku, untuk mewujudkan impian-impian kamu. Lagipula, itu hanya hiburan kecil. Seharusnya, aku bisa mempersembahkan liburan yang lebih lama untuk kamu dan tentunya dengan area liburan yang lebih luas. Kemarin itu, kita hanya seperti tamasya kan? Sabar ya. lain kali aku akan membawa kamu liburan yang lebih indah lagi dari ini. Untuk masalah momongan, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya. Tenang Thella, aku memang ingin, tapi aku masih bisa menunggu, kok. Lagi pula, kita kan masih muda, tidak perlu terburu-buru. Masih banyak hal yang bisa kita lewati dengan romantis bukan?" jawaban Naufal membuat hati Thella menjadi lebih tenang. Ia pikir Naufal akan menuntutnya untuk segera memiliki momongan.
Sebenarnya, beberapa hari dia juga memikirkan, bagaimana perasaan Naufal. Seandainya, apa yang menjadi harapannya tidak juga terwujud sampai beberapa bulan ini dan belum ada tanda-tanda hamil, suatu hari, kemungkinan ia ingin mengajak Naufal untuk cek ke Dokter Kandungan.
" Terima kasih atas pengertian kamu. Kalau nanti misalnya kita agak lambat memiliki anak, mungkin kita harus berusaha lebih keras lagi. Lalu, kita juga harus ke dokter kandungan. Kamu tidak keberatan kan untuk melakukan itu? Oh ya nanti di kantor jangan perlakukan aku dengan istimewa. Perlakukan aku sama seperti karyawanmu yang lain. Aku tidak ingin mereka semua merasa iri karena aku," Seperti di awal, Thella merasa tidak enak, apabila dia harus bekerja di perusahaan Naufal, karena ia takut membuat karyawan lain merasa tersisihkan. Ia melakukannya karena Naufal sendiri yang melarangnya untuk bekerja di perusahaan lain.
" Kenapa bisa begitu? Kan faktanya memang kamu adalah istri dari pemilik perusahaan Roxy Group. Jadi mau tidak mau mereka harus mengerti kamu. Kamu bukan karyawan biasa, kamu adalah asisten pribadi ku. Jadi, sebagai asisten pribadi ku kamu mendapatkan peran yang istimewa, bukan biasa-biasa saja. Satu lagi, jangan pernah berpikir untuk kembali ke perusahaan David. Karena, aku tidak akan pernah merestuinya. Sebenarnya, aku sedikit was-was. Saat kita pulang ke Indonesia, aku yakin David akan mengganggu hubungan kita lagi. Dia sepertinya tidak akan menyerah begitu saja untuk mengejarmu,"Naufal masih sedikit khawatir dengan David. Firasatnya mengatakan kalau David akan kembali mengganggu kehidupan mereka.
"Kenapa sih, Fall. Kamu seperti di hantui sama David? biarkan saja dia, kalau misalnya dia mengganggu kita, hadapi saja. Aku juga tidak menyukainya lagi kok, itu masalalu. Antara aku dan juga dia itu sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi," Thella juga sedikit merasa heran kenapa Naufal masih tetap teringat pada David. Apa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Fall, yang berhubungan dengan David? Thella bertanya-tanya.
"Aku juga tidak tahu, Thella. Setiap ingat nama David aku sedikit tidak tenang. Aku seperti sedang trauma,atau sejenisnya," Naufal menjelaskan kondisi hatinya saat ini, di mana ia sering merasa cemas jika mendengar kata David.
"Fall, jujur padaku. Apa yang telah David katakan padamu? Apa dia mengancammu? Katakanlah, jangan takut," Thella menatap Fall tajam, ia tidak ingin pria di hadapannya itu berbohong sedikitpun.
"Tidak ada," Naufal membuang muka, ia seperti tidak ingin Thella mengetahui kebenarannya.
"Fall, kamu tidak pernah berbohong padaku, jadi aku tahu, saat ini kamu sedang tidak jujur. Bilang padaku ada apa?" Thella mendesak Naufal untuk berbicara. Ia mencium bau ketidak jujuran dari sikap yang di tunjukkan oleh Naufal.
"Dia bilang padaku, akan melakukan segala cara untuk mengambilmu kembali, Thella. Dia bilang, di dunia ini hanya dia yang pantas memilikimu. Aku sadar diri kalau aku ini hanya seorang pria dingin, aku bukan tipemu. Aku juga tidak bisa romantis, maka dari itu aku berusaha dengan berbagai cara agar aku bisa menjadi seseorang yang kamu cintai," Jawaban yang Naufal berikan membuat Thella terkesima. Selama ini pria itu romantis karena ia sangat berusaha, ia berusaha untuk menjadi lelaki yang menjadi idamannya. Padahal, tanpa Naufal melakukan itu, ia juga sudah sangat menerima pria itu apa adanya.Meskipun ia dingin dan cuek, Thella tidak perduli.
"Seberapa takut kamu kehilangan aku, Fall?" Kali ini Thella kembali menatap lelaki itu, dan dia membelas tatapan wanita itu dengan tajam.
"Aku tidak akan pernah rela kehilanganmu, Thella. Aku sangat takut. Bagaimana nanti.aku tanpa kamu? hariku yang sudah berwarna akan kembali suram, aku akan kembali kesepian dan terpuruk dalam kesendirian lagi. Apapun yang terjadi, aku mohon, jangan tinggalkan aku, Thella." Tentu saja Naufal merasa rapuh. Thella adalah orang yang telah berhasil membuatnya bahagia.Kehilangan Thella tentu saja akan menjadi mimpi buruk untuknya.
__ADS_1
"Mulai sekarang, kamu buang ketakutanmu. Siapa bilang kamu bukan tipemu? Kamu adalah lelaki terbaik dalam hidupku. Aku mencintaimu apa adanya. tidak akan mudah orang menggantikanmu, apalagi orang itu seperti David. Aku hanya mencintaimu, Fall."Thella merangkul lengan Naufal erat. Ia serius dengan ucapannya, tidak akan mudah David mengambilnya dari Fall. Perasaan sukanya pada lelaki itu telah menguap seiring waktu.
"Terima kasih, Thella. Kamu sudah bisa menerima aku apa adanya. Tetap mendukungku dalam setiap keadaan. Aku juga tidak akan meninggalkanmu,dan tidak akan ada yang bisa menggantikanmu di hatiku. Thella, aku jatuh cinta sama kamu sedalam-dalamnya,"Naufal mengelus rambut Thella perlahan dengan penuh kelembutan. Fall tidak bisa membayangkan bagaimana kalau seandainya ia harus.kehilangan Thella saat itu.
"Fall, aku lupa memberitahumu, kalau Ardian sempat mengundang kita untuk hadir ke acara reunian, apakah kamu mau menemaniku?" Thella baru ingat tentang reuni di sekolahnya. Ia berharap Naufal mau datang bersamanya ke acara tersebut. Mengingat sudah lama sekali mereka tidak pernah bertemu sejak pesta kelulusan.
"Katakan saja kapan waktunya, aku akan meluangkan waktu untukmu, Thella. Jangan sungkan padaku, Naufal yang sekarang, beda dengan yang dulu.Tidak ada kata sibuk untuk Nyonya Thella," Thella terpesona dengan ucapan yang di katakan oleh Naufal.Dia memang telah banyak perubahan.
"Baiknya, suamiku. Kalau begini kan aku makin sayang, makin cinta juga. Aku kan jadi senang karena aku akan datang bersama suamiku. Apalagi suamiku ganteng sepertimu, mereka pasti akan takjub melihatnya." Thella memuji Naufal, tentu saja suaminya tersanjung, ia tersenyum tipis mendengar pernyataan wanita itu.
"Jadi aku cuma mau di jadikan ajang pamer nih di sana? Kejam kamu, aku tahu, aku tampan, tapi tidak usah sampai untuk pameran segala. Nanti kalau temen-temenmu terpesona bagaimana?" Naufal mulai dengan gaya narsisnya.
"Berarti, suamiku memang tampan. Lihat boleh, tapi kalau berani sentuh, aku bogem!" Thella mengepalkan tangannya sambil menempelkan ke pipi Naufal. Pria itu tersenyum tipis sambil melirik nakal ke arah istrinya. Kalau saja bukan di pesawat, ia mungkin sudah memberi istrinya hukuman romantis.
"Kamu menggemaskan, semakin hari rasanya semakin sayang. Imut banget sih, istriku ini," Naufal menarik pipi kanan Thella pelan. Wanita itu hanya meringis sambil menahan tangan Fall untuk tidak meneruskan tindakannya.
"..." Thella tidak menyahut, ia pura-pura mengabaikan Naufal dengan memandang ke luar.
"Thella..."
"Apa?"
"Semakin hari, kamu semakin cantik,"
"Aku serius,"
"Nggak percaya,"
"Lalu aku harus apa? Supaya kamu percaya?,"
"Lari keliling lapangan lima kali putaran,"
"Itu hukuman dari guru SD, saat tidak mengerjakan PR,"
"Semalam kamu kan memang tidak mengerjakan PR,"
"PR apa? Aku kan sudah tidak sekolah," Naufal menatap Thella bingung. Thella hanya tertawa kecil takut mengganggu penumpang yang lain.
"Kamu pikir PR orang dewasa sepertimu itu apa Naufal Ferdinand Roxy? Kamu mau aku jelaskan lagi?" Bisik Thella seketika membuat Naufal tersenyum sumringah.
"Jadi kamu sedang memberiku kode? Baiklah, nanti malam aku akan mengerjakan PRku dengan baik. Aku akan mengulangnya beberapa kali sampai kamu merasa nilai dari PRku sempurna," Naufal balas berbisik pada Thella. Thella tersenyum mendengar bisikan nakal dari suaminya.
__ADS_1
"Baiklah, aku tunggu. Awas saja kalau tidak di kerjakan dengan benar. Kamu akan aku berikan hukuman," perkataan Thella membuat mata Naufal membulat. Ia penasaran hukuman apa yang akan di berikan Thella saat ia gagal mengerjakan tugasnya dengan baik.
"Apa hukumanku jika aku gagal?" Jiwa ingin tahu Naufal pun bangkit. Ia sangat ingin tahu, apa hukuman yang akan di dapatnya.
"Kamu harus tidur di sofa selama satu minggu," Jawab Thella dengan riang.
"Setuju. Tapi jika aku berhasil, kamu harus bersedia mengerjakan PR bersamaku selama satu minggu," Naufal menaik-turunkan alisnya dan mengerling genit.
"Itu tidak adil," Sungut Thella kesal.
"Adil dong,"
"Mana ada, sama sekali tidak adil,"
"Adil,"
"Nggak,"
"Adil, Thella..."
"Nggak adil, Naufal..." Thella membuang muka.
"Ngambek?"
"Nggak," Jawab Thella sedikit ketus.
"Bohong, ayo ngaku, atau..."
"Coba aja kalau kamu berani," Thella menantang Naufal, dia pikir, Naufal tidak akan berani menciumnya karena mereka saat ini sedang ada di dalam pesawat. Naufal diam-diam memperhatikan keadaan sekitarnya. Ia melihat penumpang lain tengah terlelap. Naufal menagkup kedua pipi Thella dan menarik wajah gadis irmtu mendekat ke wajahnya dan...
Cup.. cup.. cup..
Naufal melaksanakan tantangannya dengan baik. Thella mendorong Naufal menjauh perlahan. Lelaki itu tersenyum puas melihat Thella yang tampak sangat malu.
"Bagaimana? Masih menantangku lagi? Mau lagi?" Naufal berbalik menantang Thella. Entah sejak kapan, Thella merasa suaminya agak sedikit mesum sekarang.
"Cukup, Naufal. Nanti penumpang yang lain terbangun, malu. Nanti saja, saat kita sudah sampai di rumah. Kamu boleh menciumku sampai bosan," Ujar Thella asal, untuk menenanngkan Naufal. Tapi tentu saja pria itu menganggap semuanya adalah serius.
"Sesuai permintaanmu, Sayang. Aku akan melakukannya dengan baik nanti." Naufal tampak sedikit tenang.
Thella merangkul lengan Naufal perlahan. Ia merasa sangat nyaman dalam posisi ini. Dia juga menyandarkan kepalanya di bahu Fall.
__ADS_1
"Fall.. aku sangat mengantuk, bolehkah aku tidur?" Thella meminta izin untuk memejamkan mata sejenak menghilangkan rasa kantuk di matanya.
"Tidurlah, Sayang. Aku akan menjagamu. Nanti akan ku bangunkan saat sampai,"Fall membenarkan letak duduknya agar Thella nyaman tidur di bahunya. Beberapa saat kemudian, di lihatnya, istrinya telah terlelap.