My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 68


__ADS_3

"Maafkan mama, Thella. Mama sebenarnya tidak tahu menahu tentang apa yang Vania lakukan padamu, dia hanya fitnah Mama," Mama Naufal berharap Thella mau memaafkannya.


"Thella juga minta maaf, Mama. Nggak lama lagi Mama akan kami bebaskan, Mama sabar, ya," Thella mencoba memberikan harapan pada wanita paruh baya itu untuk bisa menghirup udara bebas.


"Terima kasih, Thella. Mama tahu, kamu yang terbaik buat Fall, kamu juga bisa jadi menantu yang baik buat Mama." Mama Fall memwgang tangan mwnantunya erat. Ia senang, akhirnya ia akan di bebaskan oleh anak dan menantunya.


"Aku mau, setelah keluar dari sini, Mama berubah jadi lebih baik. Jangan jahat lagi. Jadi Mama yang baik buat aku dan Thella. Mama boleh tinggal bersama kami," Fall tentu saja memberikan syarat untuk kebebasan mamanya. Ia tidak bisa begitu saja membiarkan mamanya berbuat sesuatu yang merugikannya ataupun istrinya.


"Mama tidak akan jahat lagi Fal. Lagipula mama kemarin tidak ikut campur dalam rencana Vania. Mama malah sudah berencana untuk baikan dengan Thella, tapi karena terbentur masalah Vania, akhirnya jadi seperti ini. Kamu harus percaya pada Mama Fall,"Mama Naufal tampak sangat menyesali kejadian yang terjadi.


"Naufal tidak tahu, harus percaya sama Mama atau Vania. Tapi satu hal yang Mama harus tahu, semua ini Fall lakukan atas usul Thella. Dia peduli pada Mama, memikirkan Mama bagaimana makannya, bagaimana tidurnya disini. Jadi kalau Mama ingin


berterima kasih, ucapkan terima kasih padanya, Ma.Thella selalu berharap Mama bisa menerima dia dan menganggap dia sebagai anak Mama," Naufal memncoba meyakinkan mamanya bahwa Thella adalah anak yang baik.Dia pantas untuk menjadi menantu terbaik keluarga mereka.


"Thella, terima kasih, Terima kasih karena sudah mau memaafkan Mama. Mama sangat berhutang budi padamu. Seharusnya Mama bisa menyayangi kamu seperti anak Mama sendiri, maafkan Mama ya,Sayang. Mama boleh meluk kamu?" Mama Naufal berharap Thella mau memeluknya dan mengizinkan dia memeluk menantunya itu untuk pertama kali.


"Tentu saja, Mama. Mama boleh memelukku," Thella memeluk mama Naufal erat. Ia merasa ini seperti mimpi. Ia tidak menyangka mama mertuanya akhirnya bisa menerimanya.


"Sekali lagi terima kasih, Nak..." Mama Naufal mengeratkan pelukannya. Hari ini kebahagiaan tengah menyelimuti hati Thella. Ia sangat bahagia karena mama Naufal telah memanggilnya dengan sebutan 'Nak'


Mereka berbincang cukup lama sampai akhirnya Thella dan Naufal meninggalkan kantor polisi. Mamanya belum di bebaskan hari itu, masih ada satu minggu lagi, baru dia bisa bebas.


Sepanjang perjalanan mereka berdua saling diam. Tidak tahu apa yang akan mereka bahas, Thella memandang ke luar kaca mobil yang di buka sedikit untuk menghirup udara luar, sementara Naufal fokus menyetir mobil yang mereka tumpangi.

__ADS_1


"Thella..."


"Ya..."


"Apa kamu menyesal, membebaskan Mama?" Fall masih dengan serius menyetir.


Thella tidak langsung menjawab. Ia menghela nafas. Pertanyaan yang di ajukan Naufal sedikit sulit untuk ia jawab. Rasa kecewa masih ada, tapi walau bagaimanapun mama Naufal adalah mertuanya. Ia tidak bisa menyimpan emosi terlalu lama.


Thella hanya bisa berharap mama Naufal benar-benar berubah dan mau menjadi lebih baik. Terutama mau terima dia apa adanya, sebagai anak menantunya.


"Buat apa di sesali. Bukankah semua yang terjadi adalah takdir? Aku sudah menerima takdirku dengan sebaik mungkin, kemanapun aku pergi. Saat itu aku juga sedang baik hati," Thella masih tetap memandang keluar jendela. Setelah melihat lago wanita itu, entah mengapa hatinya terasa sedikit sakit. Seperti luka lama yang belum sembuh, kini harus terluka lagi di tempat yang sama.


"Kenapa kamu tampak tidak seceria tadi setelah keluar dari penjara? Bicaralah, jangan kamu pendam sendiri. Aku takut, kamu akan stress jika menyimpan masalahmu sendiri,"Naufal mencoba menuntun Thella untuk terbuka padanya.


"Aku sudah menduganya, kamu pasti merasakan apa yang juga aku rasakan saat ini. Memang tidak mudah memaafkan seseorang jika terlalu menyakitkan. Aku tidak menyalahkanmu, jika di hatimu masih ada hal-hal yang kamu rasakan sakit. Karena hatimu hati manusia, bukam buatan seperti robot.


Thella menatap Naufal perlahan. Mungkin benar, lelaki di sampingnya itu sangat pengertian. Padahal.yang Thella benci oleh mamanya sendiri. Tapi salah mamanya juga,kenapa dia harus menjadi jahat. Padahal, tanpa menjadi jahat, Fall juga


paati akan berbagi kekayaan dengan mamanya. Tanpa harus ia berpula-pula sakit terus.


"Jelas, saja. Aku manusia biasa.Untuk mengobati luka terdalamku ini, aku butuh banyak cinta darimu, bahkan sangat banyak. Apa kamu bersedia memberikan apa yang aku butuhkan, Fall?" Tanya Thella pada cowok super pendiam kalau sedang serius melakukan sesuatu.


"Bukankah aku sudah menyerahkan diriku padamu setiap malam? Apa kamu lupa? Semuanya sudah ku berikan padamu Thella, apalagi yang kau inginkan dariku? Aku sudah menyerahkan seluruh hati dan perasaanku padamu. Aku mencintaimu,"

__ADS_1


Naufal memang telah menyerahkan seluruh perasaannya untuk wanita yang ada di sampingnya, hingga tiada bersisa, sedikitpun. Meskipun suatu hari dia akan kecewa atau sakit hati, Fall tidak peduli, yang dia tahu, saat ini hati dan perasaannya adalah milik Thella.


"Fall, kamu bisa nggak, jangan menjawab pertanyaan dengan kalimat mesum. Di mana saja, kamu ini selalu seperti itu, rasanya aku ingin..."


"Ingin apa? mencintaiku sampai mati? Ah, aku sudah tahu itu," Kelakar Naufal, membuat Thella semakin melebarkan senyumnya.


"Duh, geer sekali suamiku ini. Kamu lama-lama bukan tuan singa, atau bocah sableng seperti yang di bilang papamu, kamu berganti jadi raja mesum," Thella terkekeh, sementara Fall meliriknya tajam.


"Tarik kembali gelar itu atau aku hukum kamu sekarang?"


"Tapi ini kan di jalan, Fall.. Kamu mana mungkin bisa menghukumku sembarangan seperti itu,"


"Kamu sedang menantangku?"


"Tidak-tidak, baiklah... kamu bukan raja mesum, tapi hanya suami genit," Thella tersenyum puas.


Shiiiiiiiit...!


Naufal mengerem mobilnya mendadak dan berhenti seketika, ia memandang Thella dengan tatapan jahil. Thella hanya meringis ketakutan. Ia tidak ingin di kerjai di dalam mobil lagi.


"Fall, iyaa.. maaf.. aku mengaku salah, jangan hukum aku sekarang, ya.. pliiis.." Thella memohon agar kali ini si raja singa mau melepaskannya dan membebaskan Wanita itu dari hukuman manisnya.


"Hmm.. jangan hukum sekarang? Bagus, artinya kamu mau di hukum nanti kan? Baiklah..ayo.lanjut perjalanan, sampai di rumah.. raja singa akan menghabisimu, haoorr" Naufal mengikuti suara singa mengaum meskipun sama sekali tidak mirip.

__ADS_1


"Pasrah deh, di tolak pun, pasti.akan bilang, kamu ingat kan apa kataku, aku benci penolakan. Jadi lebih baik menyerahkan diri saja," Thella menyilangkan tangannya di dada, lalu kembali menatap ke luar dan kali ini Fall gantian yang tersenyum senang.


__ADS_2