
Satu bulan kemudian...
"Sayang, aku mau berenang dulu, ya. Susul aku kalau kamu sudah selesai masak." Fall melewati dapur untuk ke kolam renang, sementara Thella sedang memasak sarapan mereka berdua.
"Baiklah, Fall. Aku nanti menyusulmu,"
Setelah keluar dari Kantor polisi, mama Fall tinggal di rumah nereka.tapi beberapa hari kemudian, mama Fall memutuskan untuk kembali ke rumah lamanya.
Hari itu hari Minggu, Fall juga tidak sedang sibuk, jadi dia memutuskan untuk berenang sesekali. Telah lama, ia tidak pernah melakukan kegiatan itu. Untung saja ada tukang kebun yang membersihkan kolam renangnya seminggu sekali.
Soal asisten rumah tangga, Bibi belum mendapatkan penggantinya, jadi belum bisa pindah ke rumah Fall. Jadi, mau tidak mau, Thella harus melakukannya sendiri dulu, meskipun ia penat sehabis bekerja.
Vanya telah melangsungkan pernikahannya dengan Ardian. Mereka berdua tengah bulan madu ke Bangkok, kado dari Thella dan Naufal.
Thella mrmbawa dua gelas jus jeruk dan mrnghampiri Naufal ke kolam renang.Tentu saja, pekerjaannya di dapur telah usai. Makanan telah siap, peralatan masak juga sudah di bersihkan.
Pantulan cahaya matahari yang menimpa air kolam membuat Thella menyipitkan matanya. Saat itu, Thella hanya memakai celana pendek dan kaos oblong santai. Rambutnya ia gulung agar tampak rapi. Ia lalu meletakkan dua gelas jusnya ke pinggir kolam.
Wanita itu mencelupkan kedua kakinya ke dalam air, ia lalu duduk santai di pinggir kolam dengan kaki terendam. Ia mengamati pergerakan lincah suaminya di air. Hingga akhirnya Fall tahu kalau Thella sedang mengamatinya.
Fall berenang mendekat ke arah Thella.Dia menyambut kedatangan Naufal dengan senyuman. Lelaki itu menyeruput jus yang telah di siapkan oleh Thella saat ia telah berada di pinggir kolam, tepat di samping Thella.
Thella menatap Fall dengan teliti, dari ujung rambutnya sampai ke area dada yang tidak terendam air. Prianya itu tampak sangat menawan, dengan titik-titik air yang menghiasi kulit putihnya.
"Manis banget, semanis senyum yang buat,"Naufal mencoba mrnggoda istrinya yang langsung tersipu malu karena ulahnya.
"Aduh, aku terhipnotis dengan kata-kata manismu, Fall. Sepertinya suamiku semakin pintar bermain kata. Senang rasanya melihat kamu berenang seperti itu, gemes..." Tanpa sadar Thella mengucapkan kata-katanya itu sambil tersenyum manis ke arah Naufal.
Fall berusaha lebih mendekat lagi pada Thella. Ia sengaja memperhatikan wajah Thella agar wanita itu salah tingkah.
__ADS_1
"Kenapa? Aku seksi? Sudah dari dulu, kamu saja yang tidak menyadarinya." ungkap Fall dengan percaya diri.
"Percaya diri banget ya, suamiku satu ini. Tapi, baiklah, aku akui kamu memang seksi. Kita pergi kemana, yuk. Kan pas banget, hari ini kamu sedang tidak sibuk dan kita libur," Rengek Thella. Tentu saja di hari libur seperti ini, ia ingin keluar, sekedar jalan-jalan tanpa tujuan atau makan sesuatu.
"Kalau misalnya aku menolak, kamu mau apa?" Ledek Naufal, membuat Thella jadi sedikit geram.
"Kalau kamu menolak pergi, aku berhak menolak kamu tidur di kamar kita. Tidur di kamar tamu selama seminggu." Ancam Thella, ia melipat kedua tangannya ke dada, sebagai tanda ia sangat serius.
"Sayang, kenapa kamu mudah sekali merajuk? Aku hanya bercanda, aku akan mengajakmu jalan-jalan kemanapun kamu mau, ayo senyum..." Fall coba merayu Thella agar istrinya itu tidak marah lagi.
"Kamu bohong..."
"Aku serius, Thella..."
"Apa buktinya?"
"Kamu mau bukti apa?"
Naufal gemas dengan kepura-puraan Thella. Ia bergerak ke depan Thella dan menarik pinggang wanita itu perlahan, ia menggendong Thella masuk ke dalam air, membuat wanita itu menjerit pelan dan memukul-mukul dada bidang Fall.
"Sekarang kamu masih mau ngambek lagi padaku? Ayo katakan," Fall mendekatkan wajahnya pada wajah wanita kesayangannya itu hingga hidung mereka saling bersentuhan.
"Nggak sayang. Siapa yang berani ngambek pada Tuan Singa tampan sepertimu. Aku takut kamu hukum Fall. Karena hukumanmu memabukkan, aku jadi ketagihan," Bisik Thella pada telingan Fall, membuat lelaki itu merasa sedang di goda oleh istrinya.
"Kamu nakal, Sayang." Fall menggigit ringan bibir Thella saat perempuan itu kembali berhadapan dengannya.
"Awwh! Sakit Fall. Kamu ya...!" Thella balas menggigit bahu Suaminya sampai membekas gambar gigi di sana.
"Ini lebih sakit sayang, kamu mau di hukum ya?" Fall menatap Thella, ia tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang ada di pundaknya. Di turunkannya perlahan Thella ke dalam air. Pria itu menangkup pipi Thella dengan kedua tangannya. Lalu perlahan mengecup bibirnya perlahan dan berlanjut menjadi ciuman yang merupakan hukuman khasnya saat Thella melakukan kesalahan.
__ADS_1
"Hmmh," Thella mendorong wajah Fall menjauh darinya.
"Kenapa?" Fall tampak kebingungan.
"Aku nggak bisa nafas. Kamu terlalu bersemangat."Keluh Thella, lalu perlahan ia balik menangkup pipi Fall dengan kedua tangannya dan membalas perlakuan Fall dengan menciumnya juga.
Mereka berdua hanyut dalam suasana romantis tidak perduli seberapa dinginnya air kolam itu di pagi hari, yang mereka rasakan hanya hangatnya sinar mentari yang menyaksikan gelora cinta yang mereka rasakan.
"Fall, aku sangat mencintaimu..." Ungkap Thella dengan penuh perasaan. Ia menatap prianya dengan mata sedikut sayu karena hasratnya yang memuncak perlahan.
"Aku juga sangat mencintaimu, Sayang..." Fall kembali mengecup bibir wanita itu perlahan, mereka berdua kembali terhanyut. Perlahan Pria itu membawa Thella ke pinggir kolam, masih dengan posisi yang sama.
Naufal mengangkat tubuh Thella dan mendudukannya kembali di pinggir kolam. Keduanya masih saling berusaha menguasai diri. Fall segera menyusul.Thella naik ke daratan. Ia kemudian menuntun Thella agar berdiri. Lagi-lagi mereka tenggelam dalam ciuman romantis.
Naufal meloloskan kaos oblong yang di pakai Thella melalui kepalanya. Mereka tidak perduli dengan keadaan sekitarnya, karena rumah mereka di kelilingi pagar tinggi di bagian sekitar kolam.
"Fall.."
"Jangan mengatakan apapun, ikuti saja permainanku,Sayang..." Fall menggendong Thella dan merebahkannya pada bangku berbentuk menyerupai ranjang, tempat Thella biasa berjemur dan lumayan luas.
Merek kembali memadu kasih di sana. Keduanya terbuai panasnya asmara pagi mereka. Thella sangat.menikmati perlakuan Fall yang begitu romantis, Fall pun tidak dapat menahan dirinya untuk tidak menggoda wanitanya itu.
"Thella, bolehkah aku..."
Thella meletakkan telunjuknya di atas bibir suaminya. Ia tersenyum geli.
"Apakah seorang Tuan Singa kesayanganku memerlukan izinku untuk melakukannya? Lakukan saja sesuka hatimu, Sayang." Bisikan Thella perlahan, membangkitkan keberanian lelaki itu untuk melakukan tahap selanjutnya.
"Disini?" Fall memastikan lagi sambil menatap dalam kedua mata Thella.
__ADS_1
"Kenapa tidak? Dimanapun sama saja, sekali-sekali kita harus mencoba sensasi outdoor kan?" Goda Thella.
"Baiklah, sesuai permintaanmu, Sayangku..."