My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Episode 46


__ADS_3

"Jadi kamu udah jadian sama Ardian? Selamat ya. Ternyata kamu dan dia memang di takdirkan bersama.Aku turut senang mendengarnya,"


Setelah seminggu bekerja, Thella menjadikan akhir pekan sebagai saat santai. Baik ia maupun Naufal, sama-sama mengambil cuti.Fall yang dulunya workaholic memutuskan untuk mengurangi masa bekerjanya. Hari itu, Vanya berkunjung ke rumah mereka.


"Aku juga nggak nyangka, Thella. Ardian tiba-tiba menyatakan perasaannya dan mengatakan kalau ingin menjadikanku sebagai pacarnya. Satu lagi, dia juga bilang akan segwra melamarku. Aku hanya minta waktu satu bulan dari dia. Menurutmu, kecepetan nggak, sih?"


Adakalanya sebuah ungkapan perasaan itu tiba-tiba di ungkapkan karena telah lama terpendam.Seperti perasaan Ardian yang telah ia pendam sejak mereka masih SMA dan merasa saat pertemuan mereka itu, saat yang tepat untuk menyatakan perasaannya.


"Nggak juga, lumayan lama. Aku aja hanya di kasih tempo sehari untuk nikah dengan Naufal. Jadi kalau satu bulan, menurutku masih lama,"


Kisah cinta Naufal dan Thella memang di awali dengan cukup singkat. Bahkan awalnya keduanya tidak saling cinta. Mereka berdua dipersatukan oleh takdir, takdir yang mengikat hati antara Thella dan Naufal.


Siapa yang dapat menghilang takdir? Naufal pun tidak akan menyangka bahwa Thella adalah jodohnya begitupula Thella tidak menyangka bahwa Naufal adalah cinta sejati di dalam hidupnya


"Iya juga, ya. Menurutmu, apa sebaiknya aku memajukan saja acara lamarannya?"


Karena pernyataan Ardian yang menurut Vanya mendadak, ia menjadi bimbang. Apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia takut keputusannya meminta waktu 1 bulan pada Ardian adalah sebuah kesalahan.


"Terserah kamu,"


"Kok gitu? aku kan pengen tahu pendapatmu seperti apa," Vanya cemberut.


"Jangan marah dulu, maksud aku, terserah kamu, apa kamu sudah yakin akan menikah dengan Ardian atau nggak. Kalau sudah yakin, di segerakan. Jangan lama-lama."


Jika keduanya sudah saling cocok, apalagi yang harus ditunggu? Menurut Thella dipercepatnya sebuah pernikahan adalah keputusan yang bagus. Karena sejatinya pernikahan itu di laksanakan lebih cepat lebih baik.


"Betul juga, sih. Aku tidak perlu mengulur waktu, karena ini bukan pernikahan perjodohan. Kamu aja yang awalnya nggak suka bisa jadi sangat manis, ya kan?"

__ADS_1


Benar. Thella dan Naufal yang menikah bukan karena cinta pun, akhirnya bisa saling mencintai satu sama lain dengan sangat indah.


"Uhum, betul sekali. Lama pacaran belum tentu bahagia saat menikah,"


Lama atau sebentarnya sebuah hubungan kekasih, tidak dapat menjamin bahagianya sebuah hubungan pernikahan.Justru menikah sebelum pacaran akan terasa sangat unik dan berbeda. Seperti Naufal dan Thella.


"Masalahmu dengan Naufal sudah selesai?" Vanya sengaja mengecilkan suaranya, takut Fall mendengar percakapan mereka.Bagaimanapun, Vanya jadi ikut kepikiran dengan masalah sahabatnya itu.


"Malemnya, kita langsung baikan. Karena Aku tidak bisa tidur tanpa naufal. Sudah terbiasa memeluk dia sebagai guling," Thella sengaja menggoda Vanya supaya sahabatnya itu tergoda untuk segera menikah.


"Eh, serius? Kamu beneran nggak bisa tidur tanpa dia di samping kamu?" Vanya jadi penasaran akan kebenaran perkataan Thella.


"Serius. Apalagi hujan kan waktu itu, aku nggak tega biarin dia tisur sendirian di luar, sementara aku enak tidur di dalam kamar yang hangat. Aku juga khawatir karena takut dia akan masuk angin tidur di ruang tamu," Padahal fakta yang terjadi saat itu adalah, Thella tidak bisa memejamkan mata karena memikirkan Fall yang tidur di ruang tamu dan merindukan lelaki itu.


"Dasar, bilang aja nggak ada yang meluk. Bertele-tele banget deh," Vanya ngakak, ia membayangkan Thella yang gelisah memikirkan Naufal yang sedang tidur seorang diri di ruang tamu.


"Bener sih yang itu. Padahal mata udah ngantuk, tapi perasaaanku sama sekali nggak tenang. Gimana mau kadoh pelajaran kalau akunya nggak tegaan. Dasar aku." Thella tertawa sendiri karena tingkahnya yang tidak bisa berjauhan dengan suaminya.


"Makanya. Aku nggak bisa bayangin kalau lakiku ke luar kota. Bisa-bisa Video Call dua puluh empat jam kayaknya, karena susah tidur,"


"Wah, payah dong.Eh, lakimu betah tinggal di sini?"


"Dimana ada aku, dia pasti betah. Di rumah hawanya panas. Berantem mulu dia sama mamanya.Malah ngajak beli rumah baru, daripada beli rumah baru, mendingan juga tinggal di sini.Meakipun rumah peninggalan mamaku nggak sebesar rumah dia, kan selamat tuh duit ratusan juta buat beli rumahnya, bisa invest ke yang lain,"


Vanya manggut-manggut sambil membalas pesan dari Ardian. Gadis itu jadi sedikit berpikir, bagaimana kalau ia juga menemui mertua yang sama galaknya sama mertua Thella.


"Aku setuju dengan cara berpikir kamu, mendingan tinggal di sini, daripada beli rumah baru. Aku jadi was-was, gimana kalau mamanya Ardian juga nggak bisa nerima aku," Vanya benar-benar khawatir kalau itu juga terjadi pada dirinya. Ia juga takut mendapat penolakan dari orang tua Ardian.

__ADS_1


"Jangan mundur sebelum perang. Belum tentu juga mamanya Ardian sama dengan mamanya Fall. Aku aja yang udah jelas-jelas berseteru sama mertuaku, masih yakin kami bakal baikan suatu hari nanti. Meakipun kadang, aku juga ngerasa sedih. Apalagi, aku belum juga hamil sampai sekarang,"


Thella mengeluhkan kondisi susah hamil yang ada di dalam dirinya. Meakipun Naufal mencoba terus menghiburnya, semakin di lupakan, keinginan itu semakin nyata. Ia benar-benar ingin cepat hamil dan memberikan keturunan pada Fall.


Ia bahkan takut, kalau sampai perkataan ibu-ibu di taman itu benar, dia tidak bisa mempunyai anak dan Naufal pergi mencari wanita lain yang bisa hamil. Pemikiran-pemikiran negatif itu muncul di dalam ingatannya secara terus menerus.


"Memang termasuk agak lama, ya. Jangan bilang kamu belum melakukannya dengan Fall," Ledek Vanya lagi, sambil tertawa lepas. Ia masih ingat saat Thella bilang belum di sentuh oleh Fall bahkan sampai lebih dari satu bulan pernikahan.


"Tentu saja sudah, bilang saja kamu kepo. Kalau belum, ngapain juga aku ribut belum hamil-hamil," Thella tidak kalah heboh di bandingkan dengan Vanya.


"Aku tahu, kok kalian sudah melakukannya. Aku hanya bercanda.Lagipula kalian kan sudah pergi bulan madu, mana mungkin tidak melakukan sesuatu,"


Perkataan Vanya justu mengingatkan Thella pada banyak momen manis bersama Naufal. Bahkan hampir setiap malam mereka mengukir kenangan manis di sana. Makanya setelah pulang ke Indonesia Thella mengalami kelelahan yang luar biasa.


Daripada itu, acara liburan mereka juga cukup melelahkan, seperti pendakian, meskipun bukan termasuk jenis pendakian berat tapi tetap saja itu menguras tenaga.


Meskipun begitu, Thella sangat senang karena bisa pergi berdua dan menikmati suasana romantis nan indah, di negara impiannya. Meskipun tidak bertemu dengan tokoh idolanya, Thella senang bisa berfoto dengan beberapa orang yang setidaknya mirip dengan tokoh idolanya.


"Kamu suka bener, deh. Kamu juga nanti akan rasain bagaimana rasanya berkunjung ke tempat romantis saat bulan madu bersama Ardian. Pikirkan dari sekarang, kamu mau pergi ke mana,"Thella memberikan saran pada Vanya untuk memikirkan tempat yang akan dia kunjungi saat bulan madu nanti.


"Nikahnya juga kapan, udah mikir mau bulan madu ke mana. Nanti kalau tidak sesuai harapan, patah hati, deh."


"Harus jangan sampai patah hati dong. Kalian harus bisa bertahan sampai menikah, setelah menikahpun, kalian harus bertahan sampai akhir,"Thella sok memberi wejangan, padahal awalnya dia juga ingin berpisah dari Naufal yang di nilainya terlalu nenyebalkan dan galak.


"Sendirinya juga dulu mau nyerah, sok bijak, ngasih nasihat. Tapi okelah, aku terima wejanganmu. Aku memang harus mempertahankan dia sampai akhir. Masa saling mencintai sejak SMA malah berakhir begitu saja saat sudah bersama, kan itu nggak lucu," Semua yang Vanya bilang adalah fakta. Mereka saling mengagumi senak lama, dan baru saja bersama.


"Bagus, ngomong-ngomong, pergi berenang ke waterboom yuk, sekali-sekali. Kangen suasana dulu,"Karena mereka kebetulan bisa bertemu dalam waktu yang lapang, Thella ingin mengulang kembali masa-masa kebersamaan mereka saat Thella belum menikah.

__ADS_1


"Boleh juga tuh, izin dulu sana,"Vanya tentu saja sangat senang apabila bisa melakukan hobi mereka lagi setelah sekian lama.


"Bentar, tunggu ya. aku rayu dulu suami kesayanganku itu," Thella cekikikan sendiri.


__ADS_2