My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 56


__ADS_3

Rasa lelah menyelimuti tubuh Naufal dan Thella,karena petualangan mereka di danau siang tadi. Semua rasa lelah mereka terbayar dengan keindahan yang mereka lihat selama berkeliling menggunakan perahu di sekitar danau.


Hasil lukisan Bapak pelukis yang mereka temui di pinggir danau itu telah tertempel di dinding kamar mereka, lukisannya sangat bagus hampir menyerupai sebuah foto dan gambarnya juga nampak hidup.


"Fall, apa kamu senang dengan perjalanan kita hari ini? Kalau aku jujur sangat bahagia bisa menghabiskan hari ini bersamamu dengan santai. Terima kasih, ya. Perubahan jadwal kerja kamu menjadikan kita lebih sering bersama, walaupun aku tahu itu sulit tapi kamu sudah melakukan itu untukku,"


Naufal mendekap erat Thella yang ada di sampingnya. Rasa sayangnya kepada wanita itu membuat dia berusaha yang terbaik agar hati Thella bahagia. Lagipula, selama ini ia sudah menghabiskan banyak sekali bagian dalam hidupnya untuk bekerja. Apa salahnya jika ia merubah semuanya.


" Aku ingin berusaha yang terbaik untuk hubungan kita, Thella. Kita memang harus memperbaiki kualitas kebersamaan. Aku ingin kamu bisa merasakan kehadiran ku sebagai seorang suami. Aku sudah bersalah karena terlalu sering meninggalkanmu sendirian bahkan sampai membuat kamu jadi sedih. Aku minta maaf untuk itu, apakah kamu mau memaafkan aku?"


Mungkin sedikit terlambat tapi Naufal akan mencoba untuk tetap bisa belajar memahami apa yang diinginkan oleh Thella. Meskipun wanita itu selalu berkata bahwa ia tidak masalah dengan apa yang dialaminya sekarang tapi menurut cerita dari Rekan kerjannya, wanita itu mudah saja berkata tidak apa-apa untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.


"Baiklah, kamu aku maafkan. aku benar-benar bersyukur atas perubahan kamu ini. Jujur aku bahagia, aku merasa lebih diperhatikan dan dianggap sebagai seorang istri. Meskipun kita di kantor bersama, tapi kita sama saja seperti di terpisah. Karena kamu juga selalu sibuk dengan pekerjaanmu sampai seperti mengabaikan aku,"


"Itulah aku. Mengapa mereka semua meninggalkan aku, itulah alasannya. Aku sudah berkali-kali menjelaskan padamu kalau aku memang selalu menghabiskan hampir seluruh waktuku untuk bekerja. Makanya akhir-akhir ini aku menguranginya, karena aku tahu kamu pasti butuh waktu untuk berdua denganku kan?"


"Tentu saja, memiliki waktu berdua denganmu itu adalah hal yang sangat istimewa, karena langka. Kamu jarang sekali mau menghabiskan waktumu untuk hal-hal yang sepele. Tapi syukurlah kalau sekarang sudah menyadari semua itu. Kamu sudah mengerti bahwa aku juga membutuhkan waktu mu selain waktu dalam bekerja,"


Meskipun tidak mengharuskan, tapi Thella merasa bahagia karena perubahan sekarang ini. Ia merasa bisa lebih dekat dengan suaminya itu dan melakukan kegiatan-kegiatan yang romantis berdua. Tidak seperti biasanya Naufal hanya di rumah dari pukul 5 sampai 6.30 pagi selebihnya, dikantor sampai pukul 22 .


"Tentu saja, seiring waktu aku belajar untuk lebih peka terhadapmu dan selalu mencari-cari tahu apa yang kamu inginkan. Harus bisa melakukannya dalam waktu dekat. Bukankah kita harus mengisi lembaran baru kita dengan hal-hal yang manis supaya tidak ada kesedihan-kesedihan yang menempel seperti di masa lalu?"


Naufal ingin segera mengakhiri semua keburukan yang pernah terjadi di antara mereka. Ia ingin memulai kehidupan baru yang lebih indah bersama Thella di masa mendatang. Tidak ada lagi orang-orang yang jahat yang ada tinggal orang yang selalu mendukung mereka berdua Sampai Akhir,"


"Kamu benar, aku juga tidak ingin mengulang hubungan yang buruk seperti kemarin. Aku ingin hubungan kita kedepannya nanti lebih baik lagi, lebih romantis dan tentunya lebih cepat mendapatkan momongan,"


" Sudahlah kita tidak usah meributkan keinginan kita untuk mempunyai momongan. Kita lebih baik santai nanti kalau udah saatnya kita akan segera diberi kepercayaan lagi, kita hanya perlu lebih bersabar"

__ADS_1


"Aku masih selalu teringat keinginan itu. Meskipun aku mencoba untuk melupakan, namun tetap saja perasaan seorang ibu itu tidak bisa disembunyikan. Setelah kehilangan dia, aku berharap kita cepat diberi kepercayaan lagi,"


"Amin. Aku tahu apa yang kamu inginkan Thella. Minggu depan, kita ada kunjungan ke Jogja, apa kamu mau ikut?"


"Ke Jogja? sekalian liburan, yuk. Aku mau ke candi borobudur,"


"Baiklah, nanti kita tambah waktu disana selama dua hari, khusus untuk jalan-jalan."


"Cuma dua hari? nggak lebih, nih? Aku mengharap kita bisa do sana satu minggu," Thella berharap Naufal mau memperpanjang masa liburan sekaligus kerjanya lebih panjang lagi, supaya lebih puas acara.jalan-jalannya.


Naufal tersenyum tipis mendengar permintaan Thella. Sepertinya istrimya itu sudah terbiasa jalan-jalan.


"Baiklah nyonyaku sayang. Kita akan jalan-jalan selama satu minggu di jogja. Semoga ini bisa membuatmu semakin bahagia,"


"Tentu saja, aku akan sangat bahagia kalau pergi berdua bersama pujaan hatiku,"


"Kamu, lah..."


"Serius itu aku?" Naufal semakin meledek Thella.


"Iya, itu serius kamu. Memangnya kamu mau aku punya pujaan hati selain kamu sekarang?"


"Jangan dong, jangan. Aku kan.hanya bercanda. Aku tidak mau berbagi kamu denvan siapapun. Thella hanya untuk Naufal, tidak akan pernah tergantikan. Jadi jangan coba-coba mencari pengganti,"


Thella tertawa sedikit keras. ia sudah paham kalau fall adalah mahluk pencemburu yang sangat parah. Siapa saja yang dekat dengannya pasti akan di curigai sebagai tukang tikung.


"Serius amat sih, Tuan Singa? Aku hanya bercanda, kok. Tidak akan seperti itu. Kamu mahluk langka, tidak akan mudah di cari di manapun."

__ADS_1


"Maklum, sudah pengalaman di duakan, jadi lebih hati-hati dan selektif sekarang. Apalagi kamu istriku bukan pacar."


"Iya, aku tahu. Aku akan berusaha patuh sama kamu. Seorang istri juga bisa meninggalkan. Jangan hanya menuntut hak, tapi kamu juga harus melakukan kewajibanmu dengan baik,"


"Apa ini kode?"


"Kode apa?" Thella benar-benar bingung apa yang sedang di bicarakan olrh Naufal.


"Eh, ternyat Bukan ya? Baiklah, lupakan saja kalau begitu, aku pikir itu sebuah kode, karena menyangkut kewajiban,"


"Dih, dasar suami mesum, pengen aku gebukin pakai guling, ya?"


"Jangan dong, gebukin aku dengan cintamu saja,"


"Tuh, makan cinta!" Thella bangkit dan melempar bantal ke arah Naufal, lalu meninggalkan lelaki yang masih tertawa jahil itu.


"Mau kemana?"


"Toilet,"


"Ikutan dong.."


"Mesum!"


Naufal teetawa ngakak karena respon Thella yang menurutnya sangat lucu. Ia sangat senang menggoda Thella yang selalu meresponnya dengan serius. Naufal tertegun, saat menatap ponselnya dan mendapati pesan dari sang ayah.


Fall, lusa papa akan datang ke Indonesia. Papa rindu padamu dan juga menantu. Tanyakan istrimu, ingin oleh-oleh apa.dari papa, biar papa bawakan.

__ADS_1


Akhirnya setelah sekian lama, ayahnya akan mengunjunginya. Senang juga, karena ayahnya menerima Thella dengan baik.


__ADS_2