
"Bi, papa kemana? Kok pagi-pagi udah nggak ada?" Thella bingung, saat bangun, Ia tidak menemukan papanya di semua ruangan.
"Tuan olahraga, Non. Lari pagi keliling kompleks, sambil reuni bersama bapak-bapak kompleks," Jawab Bibi sambil menyiapkan sarapan di atas meja makan.
"Pantesan, papa nggak terlihat. Masak apa, Bi?" Tanya Thella sambil memainkan permainan teka-teki rekomendasi dari Vanya sahabatnya.
"Banyak, Non. Ada cumi asam manis, sop iga, ayam geprek..."
"Bibi banyak banget masaknya, kayak mau buka warung aja, deh. Pasti papa yang nyuruh. Aku sama Naufal makannya nggak banyak kok, Bi."Omel Thella sambil meneruskan permainannya yang sedang seru-serunya.
"Iya. Karena Aden orang kaya, takutnya nanti tidak suka makanan yang biasa saja," Sahut Bibi takut-takut. Thella tertawa mendengar alasan dari asisten rumah tangganya itu.
"Suamiku itu orangnya apa adanya. Santai aja, Bi. Sarapan juga dia paling minta susu hangat sama roti tawar pakai selai aja, udah. Simpel, kan?"Thella masih tertawa kecil sambil masih tetap memainkan gamenya.
"Wah, Aden ternyata begitu sederhana, ya Non.Bibi kira dia itu makanannya khusus dan ribet," Ujar Bibi sambil mengelap piring dan menatanya.
"Pagi sayang..."
Naufal baru saja bangun dan menghampirinya. Masih pakai kaos tanpa lengan dan celana pendek.Rambutnya acak-acakan, matanya sembab karena tidur terlalu larut.
"Heii.. pagi kesayangan, sini gabung. Kebetulan kita lagi ngomongin kamu, Lihat deh, masakan yang udah di siapin Bibi, rekomendasi dari papa, takutnya kamu ga bisa makan biasa," Thella tertawa kecil, sambil memandang Fall dan segera menyudahi permainannya. Ia tidak mau suaminya merasa terabaikan.
Fall perlahan mendekat ke arah Thella dan duduk di samping wanita itu.Ia melirik semua makanan yang terhidang di meja. Heran mengapa restoran pindah ke meja makan mereka.
"Makanan sebanyak ini untuk apa? Lagipula aku nggak makan sebegini banyak menu. Papa berlebihan, sampai seperti buka Resto," Naufal tertawa kecil melihat hidangan yang terhidang di meja makan mereka.
Selebihnya dari itu ia sangat bersyukur memiliki mertua yang sangat perduli dengannya, bahkan mau memperhatikan makanannya sampai seperti itu. Ternyata sifat papa Thella tidak jauh berbeda dengan papanya, meskipun jujur, bagi Fall papa Thella sedikit lebih baik dari papanya.
__ADS_1
"Papa sayang banget kan sama kamu. Sampai menyiapkan semuanya untukmu, loh. Cuci muka sana, biar segeran, terus sarapan. mumpung akhir minggu, gimana kalau kita jalan ke mana?" Usul Thella. Ia ingin pergi ke mana saja bersama suaminya hari ini.
"Bagaimana kalau kita nengokin mama ke penjara? Kita bikin jadwal gagal melulu kan?" Fall mengingatkan tentang rencana mereka mengunjungi mama Fall yang masih dalam masa tahanan.
"Aku hampir lupa, aku ingin mengunjungi mama mertua. Baiklah hari ini kita mengunjunginya saja. Sudah sana cuci muka, apa perlu aku yang mencucinya?" Ledek Thella, sambil mencubit ringan pipi Fall. Ia sayang sekali pada pemilik pipi itu.
"Mau dong, nih cuciin muka aku..." Naufal menyodorkan wajahnya, sambil tersenyum menggoda.
"Mau aku cuci pakai busa cucian piring?" Thella terkekeh sendiri mendengar kalimatnya sendiri.
"Tega,wajah tampanku kamu samakan dengan piring. Baiklah, kalau begitu, aku cuci muka sendiri saja. Siapkan makananku, sayang." Ucap Fall sebelum akhirnya berlalu meninggalkan istrinya yang memandang punggungnya sambil tersenyum.
"Saya ikut bahagia, Non mendapatkan suami sebaik Den Naufal. Dia itu tampak sekali sayangnya sama Non. Ikatan kalian juga sangat kuat. Saat itu, waktu Non tenggelam di kolam, Aden minta jus jeruk, tapi saat dia ambil, gelasnya jatuh dan pecah. Aden langsung panik dan meminta Bibi untuk mengantarkan dia ke kolam renang tempat Non dan Non Vanya berenang," Bibi menceritakan ulang saat kejadian kecelakaan itu. Ia ingat sekali bagaimana Naufal panik dan berusaha untuk menyelamatkan Thella segera.
"Bibi benar. Dia lelaki yang sangat baik kedua setelah papa. Aku bahagia sekali Bi, bisa memiliki dia. Aku minta tolong, jangan ceritakan masalah tenggelamnya aku ke papa, aku takut beliau jadi kepikiran,"
"Baik, Non. Saya tidak akan menceritakan apapun tentang itu pada Tuan. Cukup kita saja yang tahu. Saya paham, Non pasti punya alasan tersendiri untuk tidak menceritakan kejadian itu pada Tuan."
Sebagai orang kepercayaan Thella, tentu saja Bibi patuh pada Thella. Ia paham, keputusan majikannya itu tentu saja sudah di pikirkan matang-matang.
Thella lalu menyiapkan makanan yang akan di makan oleh Naufal, tanpa berkat apa-apa lagi. Bibi lalu permisi ke belakang untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih berantakan.
"Sayang, yakin mau nyuruh aku makan sebanyak ini? Nggak akan abislah..." Gerutu Fall saat melihat porsi makanan yang ada di piringnya yang tampak lebih dari dua kali lipat porsi makannya yang biasa.
"Memangnya aku menyuruhmu memakan semuanya sendirian? Nggak peka deh, aku mau makan sepiring berdua sama kamu," Omel Thella sedikit kesal karena Naufal tidak paham apa maksudnya.
"Bilang dong sayang kalau mau makan berdua. Aku kan jadi senang," Fall tersenyum.tipis, sambil segera duduk lagi di samping Thella.
__ADS_1
"Barusan kan aku bilang Naufal Ferdinand Roxy. Kamu aja yang ga peka.Bukannya inisiatif bertanya padaku," Thella menekuk wajahnya. Ia pura-pura marah pada Fall.
"Ngambek.. marah.. manyun.. Jelek lah istriku kalau seperti itu, mau aku hukum dulu baru senyum?" Ancam Fall, ia tahu Thella pasti akan segera luluh jika di ancam seperti itu.
"Aku hanya pura-pura. Dasar mesum. Pagi-pagi sudah mikir mau hukum. Dikit-dikit hukum. Payah kalau punya suami genit," Thella mengomel karena kesal dengan jurus andalan suaminya yang selalu memberinya hukuman mesumnya setiap kali ia melakukan kesalahan.
"Hukumanku kan enak sayangku. Daripada di pukul dan di aniaya, bukannya jauh lebih baik kalau di cium? lagipula ciuman pagi itu menyehatkan," Ujar Naufal sok tahu.
"Menyehatkan darimana? Kata siapa? Itu hanya pendapat dari Tuan Singa Mesum. Setiap berdekatan selalu ingin mencium," Cibir Thella, sambil mendekatkan posisi duduknya dengan Naufal dan mengambil sendok untuk makan berdua.
"Tentu saja menyehatkan Buktinya kamu sehat sampai hari ini karena mendapatkan ciuman dariku, Ayo ngaku.Kamu malu-malu untuk mengakuinya." Ledek Naufal sembari menikmati makanan yang ada di dalam piringnya.
"Jangan kenceng-kenceng, Fall. Nanti di dengar oleh Bibi. Malu tahu. Itu kan hukuman rahasia, hanya aku yang boleh tahu," Sahut Thella setengah berbisik. Fall hanya tersenyum dan memberi kode mengerti.
Manis sekali mereka berdua, Author sampai iri. Ingin rasanya jadi obat nyamuk di tengah-tengah mereka. Apalah daya, Author hanya penulis 😆
Jangan lupa, mampir dan kasih bintang 5, pada novel baru Author
1.Handsome Ghost My Love
2.Tama
3.Deasy Angelica's Partner
Insyaallah novel-novel yang lain juga akan up dan di tamatkan, agar tidak gantung dan bikin galau. Terima kasih.
Follow IG: @ratuasmara_06
__ADS_1