
"Fall, terima kasih sudah datang, apa kabar?" Clara menyambut kedatangan Fall dengan wajah gembira.
"Aku hanya bisa sebentar. Jadi ada apa Clara?"
"Masih sama seperti dulu, ya? Workaholik dan tidak berubah," Clara tentu saja hapal dengan prilaku Fall, karena mereka menjalin hubungan cukup lama.
"Begitulah, Bekerja memang sudah menjadi hobiku. Bagaimana? Sudah menikah? Tinggal di mana sekarang?" Fall tampak serius.
"Aku batal menikah, Fall. Tunanganku ternyata sudah memiliki istri dan anak. Lalu, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengannya. Aku merasa sangat bersalah hari itu padamu, karena aku mengabaikan ketulusan kamu," Tentu saja ia menyesal, saat itu Naufal sudah berniat melamarnya, meskipun ekonomi Fall tidak sebaik sekarang, tapi Clara lebih memilih lelaki yang lebih kaya dari Naufal.
"Lupakan saja, itu sudah menjadi masalalu. Aku tidak masalah dan sudah melupakan. semoga ke depan kamu menemukan seaeorang yang jauh lebih baik dari mantan tunanganmu itu," Fall mendoakan kebahagiaan Clara, ia segera mengaduk minuman favoritnya yang di pesankan oleh Clara.
"Rasanya aku malu, Fall. Aku harus gagal menikah, rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saja kalau begini," Glara mulai menangis. Sejak saat bersamaa Fall dulu, Gadis itu memang suka tiba-tiba histeris.
"Clara, kendalikan dirimu. Ini tempat umum. Bisa saja mereka mengira aku jahatin kamu," Naufal mencoba menenangkan Clara yang semakin menjadi tangisannya.
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Fall. Aku tidak ingin hidup lagi rasanya," Clara semakin tersedu-sedu. Terpaksa Naufal menyandarkan kepala wanita itu ke pundaknya. Biasanya itu bisa membuat Clara tenang dan perlahan, gadis itu mulai menunjukkan sikap tenang.
"Fall.. kamu?!" Thella memergoki Naufal yang tengah mencoba menenangkan Clara, ia berlari meninggalkan Fall dan kecewa. Dia tidak percaya suaminya tega menghianatinya.
"Thella, tunggu...!" Naufal bangkit dari duduknya dan berusaha mengejar Thella tapi di hadang oleh Vanya.
"Aku pikir, kamu cowok baik-baik, pantas buat Thella. Tapi pemikiranku salah. Kamu ternyata brengsek!" Vanya meninggalkan Fall dan mengejar Thella.
"Siapa dia, Fall? Pacar kamu?"
"Bukan, dia istriku."
__ADS_1
"Kamu sudah menikah? Kenapa kamu nggak bilang dari awal? Aku nggak akan mau ketemu kamu kalau aku tahu kamu sudah menikah. Cepat kejar istrimu, sebelum semuanya terlambat,"
"Baik, kalau begitu aku minta maaf, Clara. Harusnya dari awal aku bilang sama kamu."
"oke, gapapa. Kalau butuh bantuan, chat aku. Aku akan bantu kamu jelasin sama istrimu kalau kita tidak ada apa-apa."
"Oke, terima kasih. Aku pergi dulu." Naufal bergegas keluar dari Resto dan mengejar Thella, tapi wanita itu sudah tidak ia temukan. Ia cepat-cepat menyalakan mesin mobilnya dan keluar area parkir . Setelah itu Fall mempercepat laju mobilnya. Ia berniat mencari Thella ke rumah Vanya.
Sementara itu..
Thella tengah menangis tersedu di dalam Taksi. Vanya mencoba menenangkan sahabatnya itu. Dia paham bagaimana perasaan Thella saat ini.
"Thella, sabar ya. Siapa tahu apa yang kita lihat tadi adalah salah paham." Vanya coba menghibur Thella.
"Jelas-jelas itu nyata, Vanya. Jadi, apa yang salah paham? Aku tidak percaya, Naufal ternyata memiliki wanita lain di belakangku. Aku mau pulang ke rumahku saja, Van." Thella memutuskan untuk menenangkan diri di rumahnya. Ia tidak ingin pulang ke rumah Fall sekarang.
"Aku mau sendiri dulu, Vanya. Kalau memang ada niat baik, dia pasti akan menemuiku ke rumah. Aku masih malas melihat wajah Naufal. Dia bilang aku tidak boleh dekat dengan lelaki lain, tapi dia malah bersikap intim seperti itu! Pria memang hanya mau menang sendiri." Thella mencerocos karena kesal dengan sikap Naufal yang menurutnya tidak adil.
Ternyata mencintai bisa sesakit ini. Lelaki yang Thella percaya akan menjaga hatinya tapi ternyata dia tidak sebaik itu.
"Mengapa Naufal tega seperti ini padaku, Vanya?" Thella menanyakan hal itu pada sahabatnya dengan keadaan masih tersedu.
"Sabar, Thella. Aku juga tidak menyangka kalau Naufal tega berbuat seperti ini. Aku pikir, dia juga tidak akan mengkhianati kamu, tapi memang sih, kita tidak bisa menilai orang dengan begitu saja." Vanya cukup sedih dengan hal yang menimpa sahabatnya itu. Saat ini, ia benar-benar harus berusaha menenangkan Thella.
Mereka sampai di rumah Vanya. Dilihatnya Asisten rumah tangga Thella itu sedang menyapu lantai dan pak Diman sedang mengurus taman.
"Non, Thella. Baru pulang, bibi kangen sekali. Mana suami Non?" Bibi yang sudah mengurus Thella sejak kecil itu sangat heboh saat melihat majikannya pulang.
__ADS_1
"Maaf ya, Bi. Thella baru sempet pulang. Suami Thella ada di rumah. Nanti kalau dia ke sini, bilang saja aku tidak ingin bertemu dengan dia, tolong ya, Bi..." Thella berharap bibinya itu mau membantunya. Karena saat itu, ia tidak ingin bertemu Naufal. Thella masuk duluan ke dalam rumahnya.
"Ada apa sebenarnya, Non Vanya?"Bibi diam-diam ingin mengetahui permasalahan yang terjadi antara Thella dan suaminya.
"Biasalah, Bi. Masalah rumah tangga yang sedikit rumit. Sepertinya mereka berdua salah paham. Kita biarkan saja dulu, Thella menenangkan diri dan pikirannya. Aku ke dalam dulu ya, Bi," Vanya berniat menyusul Thella ke dalam rumahnya.
"Baik, Non. Tolong jaga Non Thella. Jangan sampai berbuat yang tidak-tidak."
"Siap, Bi." Vanya segera menyusul Thella ke dalam rumahnya.
"Anak muda. Baru dapat masalah sedikit saja sudah pergi dari rumah suaminya. Semoga saja masalah Non Thella dan suaminya cepat selesai dan tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,"
"Thella, makan ya? Aku ambilin. Kamu tadi kan belum makan," Vanya teringat bahwa sahabatnya itu belum makan siang.
"Males, Van. Aku udah nggak selera makan,"
"Ayolah, nanti kamu sakit,"
"Biar sajalah," Sahut Thella tidak semangat.
"Atau mau aku suapin?" Vanya menggoda Thella.
"Nanti aku makan kok, aku masih belum pengen aja, Van. Apa di dunia ini udah nggak ada lelaki yang setia? Bahkan, pria seperti Fall juga berselingkuh," Keluh Thella sambil memijat keningnya yang sedikit pusing.
"Ada dong, Thella. walau bagaimanapun, kamu harus membicarakan masalah ini dengan Naufal. Kalian berdua kan sudah menikah dan dewasa, belajar mengatasi masalah dengan baik," Vanya mencoba memberikan nasihat buat Thella. Bagaimanapun, ia ingin sahabatnya itu bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik bersama Naufal.
"Ntahlah, Van. Saat ini aku belum ingin bicara dengan dia. Rasanya masih kesal. Sebenarnya aku juga butuh keterangan, siapa Wanita itu. Bikin aku kesal saja,"Sungut Thella. Dia benar-benar kesal pada Naufal.
__ADS_1
"Cemburu tanda cinta.. marah tandanya sayang... Slalu curiga, itu karena ku takut kehilangan..." Vanya menyanyikan penggalan lagu 'Aishiteru' membuat Thella yang cemberut akhirnya tersenyum juga.