My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 66


__ADS_3

 Fall  dan Thella sama-sama merebahkan diri di ranjang. Keduanya mengantuk,


tapi belum bisa memejamkan mata. Mereka membayangkan keseruan yang baru saja


mereka lewati bertiga tadi. Fall senang karena papa Thella menerima


kehadirannya dengan baik.  Pantas saja


Thella sedih saat mamanya tidak bisa menerima dia dengan baik.


“Bener kan, papa nggak serem?


Begitu saja kamu sudah merasa grogi sampai tidak tenang,  papaku orangnya ramah, dia juga gitu sama


temen-temen sekolahku dulu. Tidak pernah galak,”


Sikap Naufal sama dengan saat


pertama kali teman-temannya datang ke rumah, mereka pati takut pada papa


Thella, tapi setelah kenal, justru papanya sering membantu mereka mengerjakan


tugas.  Terkadang juga mereka malah bercanda


bersama. Alhasil, teman-temannya semangat jika di minta kerja kelompok di rumah


Thella.


“Iya, ternyata papa kamu


baik,  aku bahkan udah ketakutan setengah


mati , papamu asyik. Hanya butuh beberapa menit untuk akrab, aku melihat


keharmonisan dalam kehidupan kalian. Pasti dulu, banyak sekali kenangan kalian


bertiga di rumah ini,”


Naufal justru kembali teringat


pada kenangan buruk yang terjadi di dalam kehidupannya yang tentu saja


berbanding terbalik dengan apa yang di alami oleh Thella. Setidaknya istrinya


tumbuh di dalam keluarga normal yang saling mencintai dan mendukung satu sama


lain, hal yang selama ini hanya ada di dalam khayalan Fall.


Terkadang masih ada keinginan


untuk memulai kehidupan masa kecilnya, tapi ia ingin kedua orang tuanya tidak


sibuk dengan urusan masing-masing dan menjadi orang tua yang sesuai dengan


impiannya. Ia sangat iri saat masuk taman kanak-kanak, semua teman-temannya di


antar oleh mama atau papa mereka, bahka ada juga yang di antar keduanya, tapi


Fall, ia hanya datang dengan pengasuhnya.


Entah mengapa sulit sekali melupakan


masa-masa sulit itu, padahal  jelas-jelas


ia sudah mengajak Thella untuk melupakan masa lalu, tapi ternyata ia tidak


cukup kuat untuk melakukan itu. Kenangan pahit itu terlalu sulit untuk di


lupakan. Bahkan masih sering menghantui hari-hari Naufal.


“Aku tahu, pasti saat ini kamu


sedang memikirkan masa lalumu kan? Bukannya kamu sudah mengajakku untuk


melupakan semuanya? Sekarang kamu sudah punya aku,Fall.  Aku tidak akan membiarkan kamu kesepian, jadi


kamu jangan takut lagi. Jika di maa lalu ada yang memukulmu, sekarang ada aku

__ADS_1


yang akan selalu memelukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu, selalu sayang


padamu,” Thella hanya ingin membuat Naufal tidak merasa sendiri lagi. Ia hadir


untuk menjadi motivasi dan semangat  di


dalam hidupnya.HN


“Terima kasih, Thella. Kamu telah


menjadi bagian dari perjalanan  hidupku.


Kamu bukan hanya menjadi seorang istri, tapi kamu adalah salah satu orang yang


penting di dalam hidupku. Pertemuan kita sudah di rencanakan oleh takdir sejak


lama. Kamu adalah salah satu kebahagiaan terindah yang pernah Tuhan kirimkan


untukku,” Fall yang tadinya menghadap ke langit-langit menoleh ke arah Thella


dan tersenyum pada wanita yang telah beberapa bulan menjadi istrinya itu.


“Aku juga berterima kasih, karena


kamu telah menemani kesendirianku selama ini. Aku merasa lebih berharga saat


menjadi istrimu. Aku akan berusaha untuk selalu menyayangimu, lebih dari ini,”


Thella menggenggam tangan Fall perlahan, jarinya mencari celah jari Naufal dan


mengisinya dengan jemarinya, lalu mengeratkan genggamannya.


Ia terkadang melupakan bagaimana


sikap Fall di awal pertemuan mereka, yang ia tahu, saat ini lelaki di sampingnya


itu mencintainya dengan sangat baik. Di awal, ia menyesali pertemuannya dengan


Fall, tapi kini ia menyadari, apakah hidupnya akan sebaik sekarang saat ia


cintanya dengan pria dingin yang telah menjadi hangat di sampingnya itu.


Tidak ada takdir yang kebetulan,


yang pasti  Thella bahagia menjalani


takdirnya menjadi pasangan Naufal Ferdinand Roxy, ia tidak ingin menukarnya


dengan orang lain lagi. Pria itu adalah pemilik cinta terbaik setelah ayahnya. Dengannya,


Thella merasakan sebuah kesempurnaan cinta.


Mungkin, jika di tuliskan dalam


sebuah puisi, entah berapa judul yang akan ia habiskan untuk melukiskan


perasaannya pada Fall. Di setiap baitnya pasti akan menguntai kalimat-kalimat


cinta yang indah. Bahkan, ketika seseorang membacanya, akan dapat merasakan apa


yang ia rasakan, Naufal seperti seorang pangeran di dunia dongeng, dan dia


adalah seorang putri yang beruntung mendapatkan cintanya yang suci.


Wanita itu telah memutuskan untuk


mengabdikan seluruh cintanya untuk mendampingi Naufal, apapun yang


terjadi.  Tidak ada seseorang yang lebih


pantas untuk di cintainya selain dia. Thella bangga, dapat berdiri di samping


pria sesempurna dia.


“Thella, jika suatu hari ada


orang lain yang lebih baik dari aku, apakah kamu akan menggantikan aku dengan  dia?” Naufal sengaja memberikan pertanyaan

__ADS_1


ini, ia ingin tahu, sebagaimana besar rasa sayang wanita yang ada di sampingnya


itu padanya.


“Naufal, tidak ada orang lain


yang bisa menggantikanmu, kamu adalah lelaki terbaik setelah ayahku di dalam


hidupku. Meskipun ada yang lebih baik darimu, memilikimu sudah lebih dari cukup


untukku,”


Pernyataan Thella berhasil


meyakinkan Naufal, pria itu sedikit tenang karena ketakutannya akan kehilangan


Thella memudar. Ia tahu,  istrinya bukan


tipe wanita yang seperti itu, mudah mencintai dan mudah pula menghianati,


Thella juga cinta terbaik dalam hidupnya, bahkan cintanya lebih unggul daripada


mamanya.


“Kamu memang spesial,


Thella.  Kamu tidak pernah bisa di gantikan


oleh siapapun juga. Kamu mencintaiku dengan terlalu sempurna, sampai aku tidak


tahu lagi, harus membalas perasaanmu  dengan


apa,” Naufal menggeser posisi tidurnya agar bisa berdekatan dengan Thella. Ia ingin


menghapus jarak di antara mereka.


Naufal menyentuh kelopak mata,


hidung dan bibir wanita itu perlahan, mata indah yang selalu menatapnya dengan


cinta, hidung yang selalu menghembuskan Nafas di setiap pagi saat ia membuka


mata, dan bibir yang selalu memberikan senyuman semangat saat ia merasa terpuruk.


Naufal mencintai semua yang ada di dalam diri istrinya, sampai ia tidak lagi


mempunyai alasan untuk membencinya.


Thella membalas perlakuan Naufal


dengan mengelus pipi pria itu lembut, hingga membuat Fall menikmati sentuhan


itu. Bibir Thella mengembangkan senyum sempurnanya, mereka berdua saling


berpandangan penuh cinta. Siapapun yang melihat dua insan ini akan merasa iri


dengan keromantisan mereka berdua.


“Fall, kamu tahu, senyuman kamu


membuat aku susah lupa, rasanya setiap hari rasa cintaku semakin bertambah


padamu.  Cintamu berhasil mengalihkan


duniaku, kamu membuatku mabuk dalam lingkaran asmaramu, tetaplah menjadi raja


di dalam hatiku, hari ini, esok, dan selamanya,” Thella mendekatkan wajahnya pada


kepala Fall, dan mendaratkan kecupan lama di kening pria itu. Ia memejamkan


matanya cukup lama, hingga ada setitik air yang merembes dari celah matanya.


Tuhan, jangan pernah pisahkan lagi aku dan dia kecuali atas takdirmu. Aku


sangat mencintainya dan sangat bahagia dapat memiliki kesempatan memiliki


lelaki sebaik dia di dalam hidupku. Biarkan aku membahagiakan dia semampuku.

__ADS_1


__ADS_2