My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 31


__ADS_3

"Fall, kita tidak bisa terus begini, kita harus bahas ini. Kita sudah dewasa, jangan seperti anak-anak. Aku hanya bertemu dengan tidak dmsengaja dengan Ardian di lobi, tapi kamu marah sampai seperti ini?! Ini tidak wajar.Kamu coba berpikir pakai logika, untuk apa aku berselingkuh dengan dia? Cemburu itu wajar Fall, tapi juga harus pada tempatnya." Thella akhirnya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaannya. Ia sangat kecewa dengan sikap Fall yang terlalu cemburu berlebihan. Meskipun ia sudah menjelaskan secara baik-baik tapi tetap saja marah.


"..." Naufal diam saja. Ia tidak merespon apa yang di katakan oleh Thella. Membuat wanita itu sedikit kesal.


"Fall, kalau kamu masih mendengarku, aku bilang sekali lagi, kalau aku tidak ada hubungan apapun dengan Ardian. Dia hanya temanku, itu saja. Tidak ada hubungan spesial di antara kami. Ayolah, jangan seperti anak-anak. Aku tidak mau kita bertengkar seperti ini." Thella mencoba sedikit mengurangi emosinya.Ia tidak ingin terlalu bernada tinggi saat berbicara dengan suaminya.


"..." Naufal tetap saja diam. Ia tidak memberikan jawaban atas pernyataan Thella. Thella akhirnya menangis karena keegoisan Naufal. Ia kesal di perlakukan seperti itu.


"Baiklah. Kalau kamu tidak ingin bocara lagi denganku, aku pergi. Jangan cari aku lagi!" Thella keluar dari kamar. Naufal di.kuasai gengsinya untuk memanggil istrinya kembali.


Sesaat kemudian Naufal baru berpikir kalau Thella tidak bisa berbahasa korea, dia juga tidak punya siapapun kecuali dirinya. Kalau kenapa-kenapa bagaimana nanti? Naufal memutuskan untuk mencari kemana Thella pergi.


Sementara itu, Thella terus berlari, ia menuju taman hotel yang terletak lumayan jauh. ia sangat kesal dengan apa yang baru saja terjadi. Satu-satunya orang yang ia sayangi tidak perduli dan percaya padanya lagi hanya karena masalah sepele.


" Kenapa kamu tidak percaya padaku Padahal aku bicara apa adanya, aku tidak berbohong. Apa hanya sekecil itu rasa percayamu padaku Fall? Kenapa mencintai kamu harus sesakit ini? Kenapa Fall? Harusnya kamu bisa merasakan ketulusanku,tanpa aku harus mengungkapkannya," Kalimat itu Thella ucapkan dengan lirih seorang diri.


Ia duduk.di sebuah bangku yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang indah, di sebelah lampu taman.


"Kamu seharusnya tahu, Fall. Betapa aku sangat sayang kepadamu. Meskipun aku mengenal.lelaki lain bukan berarti aku juga mudah berpindah hati pada yang lain juga."


"Kalau kamu memang mencintai aku, ku pasti akan mengerti Fall. Aku sayang sama kamu fall, sangat sayang,"


Tiba-tiba saja Angin bertiup lumayan kencang, ada salju tipis yang terbawa oleh angin tersebut, Thella yang tidak membawa baju hangat perlahan menggigil. Ia mengidap Hipotermia, dimana badannya sensitif terhadap udara dingin.


"Fall...tolong aku..." Ceracau Thella. Tidak ada yang mengetahui wanita itu ada di sana, karena cuaca memang tidak sedang bersahabat.


"Fall.. aku mohon datanglah, apa kamu benar-benar tidak ingin melihatku lagi? Jangan biarkan aku mati membeku di sini Fall.. tolong aku.."


"Aku akan segera membeku. Aku sudah tidak bisa berteriak. Fall, maafkan aku. Kamu harus menemukan aku atau kita tidak akan bertemu lagi jika aku membeku di tempat ini."


"siapapun tolong".


"Thella, apa yang terjadi! Thella! dia pasti kambuh" Ardian menemukan Thella tidak bergerak lagi. Wajah wanita itu pucat pasi, tangan dan wajahnya sangat dingin.Tidak ada pilihan lain, lelaki itu mendekap tubuh Thella agar dapat menyalurkan kehangatan tubuhnya, agar wanita itu selamat.


Melihat tidak ada perubahan yang cukup berarti, Ardian membawa thella, dengan menyelimutkan baju hangatnya. Mencari mobil sewaan di hotel itu dan membawa Thella ke runah sakit terdekat.


(Percakapan Ardian dan Dokter dalam bahasa korea)

__ADS_1


"Bagaimana keadaan teman saya, Dok?" Ardian sangat cemas dengan keadaan Thella yang sepertinya sedikit parah.


"Sedikit buruk. Tubuhnya terlalu lama terpapar hawa dingin. Apa tidak ada keluarganya?" Dokter itu balik bertanya.


"Dia bersama suaminya. Tapi saat saya menemukannya, Saya tidak melihat suaminya ada di sekitarnya, Dok." Ardian memberikan keterangan sesuai apa yang ia ketahui.


"Segera hubungi keluarganya. Kita tidak tahu apa kemungkinan terburuknya. Jangan mengambil resiko," Dokter itu menyarankan agar ia segera menemui suami Thella.


Ardian tahu, pasti rumah tangga Thella dengan Naufal sedang bermasalah karena dirinya. Tapi menurutnya Naufal terlalu egois. Melihat kondisi Thella yang seperti itu, rasanya Ardian ingin memukul Naufal sampai laki-laki itu sadar terhadap kesalahannya.


Ardian bergegas meninggalkan Thella untuk mencari keberadaan Naufal. Ia merasa harus memberitahu bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita.


Ardian kembali ke hotel, ia segera menemui resepsionis untuk mengetahui di mana kamar tempat Naufal dan Thella menginap. Untung saja tidak di prersulit dam segera di beritahu di mana letak kamar mereka.


Tok.. tok.. tok..


Perlahan pintu kamar terbuka. Naufal keluar dengan muka cemas. Ia sangat mengkhawatirkan Thella karena ia tidak menemukan wanita itu dalan hingga badai salju datang.


Buggh!


Ardian memukul Naufal. Ia sangat marah karena sikap Naufal yang kekanakan. Hanya karena hal sepele, Naufal sampai membahayakan nyawa Thella.


"Jika ada yang bodoh diantara kita, itu adalah kamu! Kamu suami macam apa?! Istrimu yang mengidap hipotermia kamu biarkan kedinginan di halaman sampai beku, sedangkan kau malah enak-enakan tidur di sini, di mana perasaanmu?!" Ardian marah karena sikap Naufal yang menurutnya egois.


"Jadi, Thella?!"


"Thella di rumah sakit, dan dia dalam keadaan kritis. Kalau kamu belum bisa dewasa, tidak usah menikah, tidak perlu menjadi suaminya. Dia lebih pantas di bahagiakan oleh orang lain. Biasakan pikiran jernih, cemburu boleh, tapi cemburu buta, itu bodoh!" Ardian mengumpat Naufal sepuasnya. Ia sangat kesal pada lelaku yang ada di hadapannya itu. Dia sangat bodoh karena menyiakan perasaan tulus dari Thella.


Naufal tertegun. Ia menyadari kesalahannya yang telah menyakiti perasaan Thella. Ia sadar bahwa sekarang ini dia telah menjadi jahat, ia telah melukai orang yang ia sayangi.


"Ardian, katakan padaku, di mana Thella?" Naufal mencoba berinteraksi dengan Ardian baik-baik.


"Kamu yakin, sudah tidak akan menyakiti perasaan Thella lagi? Kalau kamu masih emosi, sebaiknya kamu tidak usah bertemu dengan dia lagi," Ardian mengancam Naufal, agar dia mau berbaikan dengan Thella. Ia juga tidak habis pikir kenapa Naufal memusuhi Thella dengan alasan yang tidak jelas.


"Aku sadar, aku salah padanya. Aku juga tidak tahu kalau dia punya hipotermia, terima kasih sudah memberitahuku semuanya. Aku berhutang banyak padamu,"Naufal juga menyesal telah mengabaikan rasa cemburunya terhadap Ardian.


"Aku melakukan ini bukan karenamu, tapi lebih ke karena Thella adalah teman baikku di masalalu, ayo, ikut aku," Ardian jalan terlebih dahulu, di ikuti oleh Naufal.

__ADS_1


Selama di perjalanan, Naufal dan Adrian tidak ada yang saling bicara. Mereka berdua saling diam. Naufal merenungi kesalahannya, sedangkan Adrian masih sangat kesal kepada Naufal dengan caranya memperlakukan Thella. Meskipun ia bukan siapa-siapanya, tapi ia merasa bahwa perlakuan Naufal itu sangat keterlaluan. Hanya karena tidak sengaja mengobrol dengannya, mereka sampai cek-cok dan mengakibatkan Tela sampai seperti ini.


Naufal kecewa dengan dirinya sendiri, karena dia tidak bisa menjaga Thella dengan baik. Bukannya berusaha untuk memaafkan, dia malah justru memojokkannya. Padahal kalau dipikir-pikir, tidak mungkin seorang Thella akan menghianati dia. Sayangnya Ia baru menyadari itu sekarang, saat semuanya sudah terlambat, dan Thella sudah terlanjur masuk rumah sakit.


Maafkan aku Tela kalau bukan karena aku kamu tidak akan seperti ini Seharusnya aku percaya padamu tapi aku justru menuduhmu yang tidak tidak Sebenarnya aku ini suami Seperti apa aku sendiri tidak tahu aku masih harus banyak belajar untuk mengerti kamu Aku akan berusaha tidak melakukan ini lagi pada Aku sebenarnya tidak ingin merasakan cemburu yang seperti ini tapi aku tidak bisa menguasai diriku sendiri,Naufal berkata dalam hati.


" Thella itu gadis yang setia, kamu tahu, saat kami SMA, dia pernah mencintai seorang cowok. Ia tetap mencintai cowok itu selama 3 tahun, meskipun si cowok tidak tahu tentang perasaannya. Thella berharap suatu saat cowok itu akan menyatakan perasaannya, tapi ternyata yang ia harapkan tidak menjadi kenyataan. Karena, saat kelulusan cowok yang dia sukai itu mengumumkan bahwa ia sedang menjalin hubungan dengan murid dari sekolah lain. Dia tidak akan mudah berpindah hati, kecuali Kamu sendiri yang membuatnya. Saranku, sebelum semuanya terlambat, berusahalah untuk jadi yang terbaik untuk dia. Karena dia adalah gadis istimewa, kamu belum tentu akan menemukannya lagi suatu hari, jadi jaga jaga dia baik-baik," Ardian yang tadinya diam berusaha memberikan motivasi kepada Naufal untuk bersikap lebih baik lagi ke depan kepada Thella.


" Terima kasih atas saranmu. Aku akan memperlakukan Thella lebih baik lagi dari sekarang. Aku sadar, banyak sekali kesalahan yang sudah aku lakukan padanya, terutama kesalahan yang paling fatal hari ini. Sampai dia masuk ke rumah sakit gara-gara aku. Diriku ini memang bodoh, seharusnya aku menanyakan padanya baik-baik. Lagipula, kalian tidak melakukan apapun. Seharusnya aku juga tidak terlalu menuruti emosiku. Maafkan aku atas sikapku yang tidak enak sejak awal kita bertemu," Itulah Naufal yang sekarang. Setelah mengenal Thella, ia menjadi sosok yang mudah minta maaf. Meskipun itu perlu proses yang panjang tapi setidaknya itu adalah perubahan yang baik.


Naufal merenungkan, apa yang dikatakan oleh Ardian. Benar saja, ia tidak akan mudah menemukan seseorang seperti Thella di manapun itu. Seseorang yang mau menerima kekurangannya dengan sangat tulus bahkan mencintainya. Hanya wanita itu yang bisa.


Dulu, bahkan mantan kekasihnya hampir seluruhnya , mereka berpisah karena mereka tidak tahan dengan sifatnya yang sangat dingin dan acuh. Ia juga dianggap kurang peka terhadap pasangannya.


Tapi Thella yang mencintai apapun yang ada dalam dirinya. Meskipun dia cuek, egois, pemarah, dingin, sok sibuk, semuanya diterima oleh Thella. Karena semua itu, Naufal bertekad untuk berubah menjadi lebih baik,, ia ingin mempertahankan hubungannya dengan Thella dan tidak ingin berpisah seperti mantan-mantannya dulu.


Akhirnya mereka berdua telah sampai di rumah sakit dimana Thella dirawat. Jantung Naufal berdetak lebih kencang. Dia takut Thella akan menolaknya, saat ia menghampiri. Wajar saja kalau hari ini Thella tidak mau memaafkannya, karena memang kesalahannya sangat fatal, Naufal sadar diri.


" Jangan ragu, Thella itu anaknya pemaaf. Dia tidak akan mungkin memusuhimu. Apalagi kamu adalah suaminya dan aku lihat dia sangat mencintai kamu Kamu sangat beruntung punya istri sebaik dia , saranku kamu harus menjaganya baik-baik, karena bisa jadi banyak orang yang bakal meantikan dia, jika kamu selalu membuatmu menangis dan menyia-nyiakannya," ucapan Ardian terdengar sedikit pedas di telinga Naufal. Tapi baginya, itu adalah saran yang bagus. Dia memang harus menjaga Thella baik-baik dan mempertahankan dia. Karena dia adalah wanita terbaik yang pernah ada dalam hidupnya setelah mamanya.


" OK, thanks Bro," Naufal membalas singkat perkataan Ardian dan memilih fokus untuk bersiap, apa yang akan dia katakan kepada Thella nanti, saat mereka bertemu. Bagaimana sikap dia kepadanya? Apakah Naufall akan diusir oleh Thella? Fall pusing sendiri memikirkannya.


Saat sampai di depan pintu kamar rawat Thella, Ardian mempersilahkan Naufal untuk masuk menemui istrinya. Ardian sadar, perjuangannya mempersatukan Thella dan Naufal sampai di situ saja. Ia segera melangkah pergi, meninggalkan area ruang rawat Thella dan bergegas meninggalkan rumah sakit.


Saat itu,Thella belum sadar. Wanita itu masih tergolek lemah di atas ranjang, dengan wajah yang pucat pasi. Naufal belum pernah melihat wanitanya seperti itu. Ia bingung dan juga sedikit panik. Ia takut, Thella akan pergi meninggalkannya untuk selamanya, sebelumnya sempat mengucapkan kata maaf.


Tanpa sadar Naufal menitikkan air mata, ia merasa kesal pada dirinya sendiri yang telah menyakiti Thella. Seharusnya, ia tidak melakukan itu, Ia sangat bodoh. Naufal berkali-kali mengumpat dirinya sendiri.


Naufal terduduk di pinggir ranjang dan memegang satu tangan Thella yang tidak dipakaikan jarum infus. Ia berharap wanita itu membuka matanya sekarang juga, agar ia segera bisa minta maaf dan tidak dihantui oleh kesalahan. Tapi, apa yang diharapkannya belum juga terjadi, wanita itu masih diam membisu.


Naufal teringat akan janjinya, bahwa dia akan selalu menjaga Thela, tapi ternyata hari ini dia melakukan kesalahan yang membuat Thella sampai seperti celaka. Itu artinya dia sudah melanggar peraturan nya sendiri, ia telah membuat Thella celaka, dia pantas dibenci.


Naufal menarik rambutnya sendiri, ia tidak merasa kecewa kepada orang lain, tapi kepada dirinya sendiri. Dia kesal berbuat seperti itu, terjebak dalam sebuah cemburu buta yang justru mengakibatkan hal yang tidak terduga.


Naufal bertekad untuk lebih berhati-hati lagi ke depannya. Harus lebih belajar untuk mengendalikan diri,supaya tidak melakukan kesalahan yang sama lagi seperti hari ini.


"Thella, bangunlah. Aku ada disini, disampingmu, meskipun mungkin kamu membenciku, aku tetap mencintaimu. Semua kulakukan karena cinta yang terlalu besar terhadapmu. Tapi lain kali aku tidak akan seperti ini lagi, aku akan lebih bisa mengontrol diriku sendiri. Maafkan kesalahanku Thella, ayo bangunlah, aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Aku ingin kamu ceria seperti biasanya, aku sedih sayang," Naufal berusaha mengajaknya bicara, namun Thella hanya diam.

__ADS_1


"fall.. tolong aku. Tolong aku fal..." Thella tampak mengigau, memanggil-manggil Naufal saat ia terjebak badai salju.


"Fall... jangan tinggalkan aku.. percaya sama aku, aku tidak pernah menghianatimu, tolong..." Keringat di kening Thella sangat banyak. Ia tampak sangat ketakutan. Naufal semakin khawatir dengan keadaan Thella.


__ADS_2