
"Kalau begitu mari kita mulai aktivitas hari ini dengan doa. Berdoa dipersilakan."
Kamera yang ada di ruangan itu pun menyorot para finalis dan juga Gaga sebagai pemandu jadwal aktivitas hari ini. Ia berdoa sepenuh hati dan dengan profesional kerja sebagai pihak yang diminta mensukseskan acara. Dan setelah selesai berdoa, Gaga melihat satu per satu finalis lalu mengajaknya bertumpuk tangan. Gaga ingin kegiatan hari ini dimulai dengan semangat api. Doni dan Tomi pun merekamnya sebagai bagian dari dokumentasi.
Satu jam kemudian...
Setelah membicarakan mengenai lagu yang akan dibawakan sebagai mars ajang pencarian penyanyi berbakat, Gaga pun meminta para finalis untuk duduk santai sambil mencicipi buah tangan yang telah dibawanya. Tampak Gaga yang tersenyum saat ada beberapa finalis yang bertanya padanya. Gaga pun mengatakan jika ia hanya sebagai perwakilan dari para produser musik yang dipilih TVR. Dan ia pun merasa senang akan undangan ini.
Usut punya usut Namia selalu memerhatikan Gaga. Ia tampak antusias mendengar jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan ke Gaga. Hingga akhirnya ada salah satu peserta yang menyeletuk kepada mereka.
"Eh, ngomong-ngomong Namia sama Kak Gaga kok rada mirip, ya?" cetus salah seorang finalis cewek.
Sontak semua pasang mata tertuju ke arah mereka. "Eh, iya. Kok bisa ya?" timpal lainnya.
__ADS_1
Gaga pun terdiam seketika. Ia merasa disudutkan oleh finalis yang memerhatikannya. Hal itu pun dimanfaatkan oleh Doni dan Tomi yang berada di sana.
"Coba Namia duduk di dekat kak Gaga." Tomi pun meminta.
Namia yang tadinya duduk jauh dari Gaga pun mau tak mau mendekatkan dirinya ke Gaga. Gaga dan Namia akhirnya duduk berdampingan.
"Berdiri-berdiri." Doni pun menambahkan. Ia ingin mengerjai Gaga hari ini.
Sontak para finalis sepuluh besar pun berdiri. Diikuti oleh Gaga yang kini sudah berada di dekat Namia. Kesembilan finalis lalu diminta berbaris. Finalis pun menurut kepada Doni yang menyuruhnya. Hingga akhirnya sesuatu terjadi di sana. Doni mulai mengerjai Gaga. Doni maju lalu menyalami Namia dan Gaga. Saat itu juga Gaga tahu apa yang sedang dilakukan temannya.
Saat mendengarnya, saat itu juga Gaga dan Namia terkejut seketika. Tapi Tomi segera membantu Doni agar para peserta lain mengikutinya. Sehingga Namia dan Gaga tidak bisa menghentikannya.
"Ayo yang lain. Ucapkan selamat kepada mempelai." Tomi meminta.
__ADS_1
Gaga pun menepuk dahinya karena ulah keduanya ini. Ia tak menyangka jika ada adegan berpura-pura. Sedang Namia tampak tersipu malu. Ia tidak berani untuk menatap Gaga.
Sepulang dari asrama...
"Lo bedua gila ya!" Gaga pun ngomel-ngomel sendiri di kursi belakang mobil kantor. Sedang Doni dan Tomi duduk di depan dengan santai.
"Tenang. Namanya juga hiburan. Lo kayak nggak tahu aja gimana dunia hiburan, Ga." Doni seperti tak mau ambil pusing.
"Hah ...." Gaga menghela napasnya. Ia tak tahu harus berbuat apa.
"Lo tahu kan hukum tarik-menarik? Nah, anggap aja seperti itu. Lo sedang menarik pengantin lo." Tomi yang sedang menyetir pun menambahkan.
"Ya bener, Ga." Doni menoleh ke Gaga yang duduk di belakang. "Awalnya pura-pura, tapi nanti bisa jadi beneran, lho. Serius, deh!" Doni meyakinkan.
__ADS_1
Gaga mengusap dadanya. Berusaha bersabar menghadapi kelakuan teman-temannya.