NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Ingin Mengenal


__ADS_3

Namia mengangguk. Ia mengerti dengan maksud Gaga. Ia pun mengiyakan tawaran itu. Namia bersedia dijemput Gaga lusa ini. Yang mana ia akan segera ke DDE untuk membicarakan surat kesepakatan. Tampak ibu Namia yang ikut senang mendengarnya. Sang putri akhirnya mendapatkan kesempatan dari arah yang tidak disangka-sangka.


Ibu, aku sudah selangkah lebih maju dari yang dulu. Sabarlah. Sebentar lagi ibu akan mempunyai menantu.


Sementara Gaga sendiri tampak menahan kebahagiaannya di depan Namia. Ia tahu benar apa yang akan terjadi selanjutnya. Katakanlah jika Namia sudah masuk ke dalam perangkapnya. Dan semesta juga ikut mendukungnya. Lalu apakah Namia akan mudah menerima Gaga?


Lusa kemudian...


Hari ini adalah Hari Rabu. Gaga pun menjemput Namia untuk yang pertama kalinya. Sehubungan dengan pekerjaan yang akan dilakoninya. Dan Gaga mengenakan aroma parfum yang menenangkan. Namia pun jadi betah di dekatnya.


"Ayahmu ke mana? Aku tidak melihat ayahmu." Gaga bertanya sambil terus mengemudikan mobilnya.


"Em, ayah ...," Namia pun tampak segan mengatakannya.

__ADS_1


Gaga menunggu. Ia kemudian membelokkan setirnya ke kanan. Dan akhirnya mereka tiba di perempatan lampu merah. Tapi, Namia belum juga menjawabnya. Gaga pun menoleh ke arah Namia yang tertunduk di sampingnya.


"Em, maaf. Jika pertanyaanku terlalu privasi bagimu," kata Gaga lagi.


Namia menggelengkan kepalanya. "Ayahku sudah meninggal, Kak. Dia tertembak saat menjaga perbatasan." Namia akhirnya menceritakan.


Saat itu juga Gaga terkejut. Ternyata ayah Namia merupakan seorang tentara. "Maaf aku tidak tahu." Gaga pun tidak enak hati sendiri.


Namia mengangguk. Ia terlihat sedih saat Gaga menanyakan ayahnya. Gaga pun segera membuka bagasi kecil yang ada di samping kemudi mobilnya.


Ia memberikan Namia permen coklat kacang sebagai permintaan maafnya. Namia pun menerimanya dengan senang.


"Kau harus belajar lebih kuat lagi dari sekarang, Namia. Dunia hiburan itu sangat keras. Kau harus punya sifat seperti saluran air. Apapun yang lewat, abaikan saja. Jangan diambil hati." Gaga menuturkan.

__ADS_1


"Baik, Kak." Namia pun menurutinya.


Gaga tersenyum. Ia kemudian mengusap kepala Namia tanpa sadar. Dan tak lama lampu hijau pun menyala. Tiba saatnya bagi Gaga untuk kembali melajukan mobilnya. Dan entah mengapa ada perasaan yang berbeda di hati Namia. Namia jadi teringat dengan almarhum sang ayah semasa hidupnya. Yang mana suka sekali mengusap kepalanya. Namia pun jadi menyesal karena pernah berpikiran buruk tentang Gaga sebelumnya.


Ibu, Kak Gaga ternyata baik.


Dan akhirnya perjalanan hari ini dilanjutkan. Namia akan bertemu langsung dengan bos perusahaan DD Entertaiment. Mereka akan membicarakan kerja sama selanjutnya.


Sesampainya di DDE...


Aktivitas kantor DDE menjelang siang ini cukup padat. Berbagai karyawan dari bermacam-macam divisi terlihat sibuk dengan line telepon dan juga komputer kerja masing-masing. Ada yang serius, ada yang tertawa. Tapi tidak sedikit juga ada yang bermuram wajah saat bekerja. Termasuk Gaga yang saat ini sedang berada di ruangan rapat bersama Tomi dan Doni. Ia terlihat menggelengkan kepalanya.


"Namia butuh manajer. Dan sepertinya cuma lo yang bisa, Ga." Doni mengatakan.

__ADS_1


"Iya bener, Ga." Tomi menimpali.


Gaga menghela napasnya, merasa lelah. "Nggak. Nggak bisa. Gue nggak ada keahlian di bidang itu. Cari manajer lain aja." Gaga tak bisa menerima tugas baru yang bukan keahliannya.


__ADS_2