NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Kepergok


__ADS_3

Aku disuruh mandi? Apa dia tidak tahu sudah ada yang tegang begini? Oh, Namia. Aku ini lelaki!


Gaga pun tampak pusing sendiri. "Baiklah." Namun akhirnya, ia menurut begitu saja kepada kekasihnya. Sontak Namia pun menoleh ke arahnya yang beranjak mandi.


Aku harus cepat menikah. Ini sudah bahaya. Aku bisa kecolongan dan dia bisa berlaku seenaknya. Aku harus mendapat ikatan pasti.


Namia dilanda kebimbangan. Pikiran dan perasaannya kurang selaras dan seimbang dalam menentukan keputusan. Yang mana hal itu membuat Gaga gundah gulana sendiri. Karena bagaimanapun ia adalah pria dewasa. Daya tarik-menarik itu begitu besar dirasakannya saat berdekatan dengan Namia. Hormon kelelakiannya muncul secara alamiah. Nalurinya mendominasi diri. Gaga pun berharap Namia bisa mengerti.


Kini Gaga masuk ke kamar mandi. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia pasrah dan menunggu Namia siap dipinang olehnya. Sedang Namia masih bergelut dengan pikiran dan perasaannya. Ego itu masih memenuhi hati.


Sepuluh menit kemudian...


"Baiklah. Semua sudah kusiapkan untuk syuting hari ini."


Namia baru saja menyiapkan peralatan make up dan baju ganti yang akan dibawanya hari ini. Ia juga baru saja selesai berteleponan dengan manajernya. Namia siap memulai syuting kembali. Di mana sebelum jam sembilan harus berada di lokasi. Tapi tiba-tiba saja ada yang memencet bel pintu kamarnya.

__ADS_1


"Siapa ya?" Namia pun lekas menuju pintu untuk membukakannya.


Pintu terbuka. Terlihatlah seorang pria bermantel abu-abu tengah berdiri di depan pintunya. Sontak Namia terkejut seketika.


"Kak Lee?!" Ternyata Lee lah yang datang pagi ini ke kamar hotel Namia.


Lee tersenyum. "Selamat pagi, Namia. Sudah hampir pukul setengah delapan. Kau ingin berangkat sekarang?" tanya Lee kepada Namia.


"Siapa sayang?!"


"Namia, dia?!" Jantung Lee berdebar kencang seketika.


Namia merasa pusing. Ia kelabakan manakala kepergok Lee bersama Gaga di kamar. "Em, kak Gaga sedang menumpang mandi." Namia pun berusaha menjelaskannya.


Tampak raut wajah Lee yang tidak semringah lagi. Ia pun menelan ludahnya berulang kali. "Jadi begitu." Ia pun tersenyum terpaksa kepada Namia. "Maaf aku menganggu." Lee pun beranjak pergi.

__ADS_1


"Kak Lee!"


Namia ingin menahannya. Ia merasa tidak enak hati. Tapi Gaga kemudian menghampirinya. "Dia lagi?" Gaga pun melihat Lee yang datang pagi-pagi.


"Astaga. Mengapa seperti ini?" Namia pun pusing sendiri.


"Dia sering menjemputmu ke sini?" tanya Gaga yang curiga.


Namia menghela napas lelahnya. "Kak, jangan berpikiran yang macam-macam. Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Saat ini tolong pikirkan agar dia tidak membuka ke publik apa yang dilihatnya tadi. Kau ini membuat masalah saja." Namia pun pergi meninggalkan Gaga.


"Eh???"


Niat hati ingin marah karena curiga dan cemburu yang bersatu padu, malah dipatahkan oleh kemarahan Namia yang meminta Gaga untuk memikirkan bagaimana cara agar Lee tidak sampai speak up ke luar. Sungguh di luar nalar.


Dia benar. Jika media tahu malah bisa dikira macam-macam.

__ADS_1


Dan akhirnya Gaga menyadari apa maksud Namia. Ia pun lekas berganti pakaian. Ia harus menutupi kejadian ini dari awak media. Sedang Namia segera bersiap-siap untuk memulai syutingnya.


__ADS_2