NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Bersikukuh


__ADS_3

Sepulang dari kafe...


Saat ini pukul setengah sepuluh malam waktu ibu kota dan sekitarnya. Dan saat ini juga Namia dan Gaga baru sampai di rumah. Tampak Namia yang diam sepanjang perjalanan pulang. Gaga pun ikut diam karena khawatir salah bicara yang malah akan menambah runyam keadaan. Ia pun hanya bisa sesekali melirik ke arah Namia.


"Sampai di sini saja. Terima kasih." Namia pun lekas melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil Gaga.


"Namia!" Gaga pun berusaha menahannya.


Namia tidak menghiraukan panggilan Gaga. Ia segera turun lalu menuju pintu rumahnya. Gaga pun ikut turun dari mobilnya untuk mendekati Namia. Sedang tak lama pintu rumah Namia dibukakan sang calon mertua.


"Namia?" Sang ibu pun melihat Namia yang pulang.


Namia diam. Ia langsung masuk ke kamarnya. Sementara Gaga masih mengejarnya.


"Nak Gaga?" Sang ibu pun merasa sesuatu terjadi di antara mereka.

__ADS_1


Gaga melihat Namia sudah tidak ada di dalam. Ia pun jadi pesimis seketika. "Em, Ibu. Maaf, sepertinya telah terjadi kesalahpahaman di antara kami." Gaga menjelaskan dengan tidak enak hati.


Ibu Namia tampak mengerti. "Nak Gaga mau masuk terlebih dulu?" tanya ibu Namia seraya menoleh ke ruang tamu.


"Em ...," Gaga berpikir. "Saya pulang saja, Bu. Nanti besok pagi ke sini lagi." Gaga pun akhirnya berpamitan.


Ibu Namia mengangguk. "Kalau begitu hati-hati," kata ibu Namia lagi.


Gaga mengerti. Ia kemudian berpamitan kepada ibu Namia. Gaga pun dengan berat hati melangkahkan kakinya, masuk ke dalam mobil kembali. Ia biarkan Namia menenangkan dirinya terlebih dahulu. Ia pun segera melaju pergi dari kediaman Namia.


Gaga pun tak menyangka jika malam minggu pertama mereka akan berakhir seperti ini. Gaga bingung menghadapi sikap Namia.


Beberapa menit kemudian...


"Namia! Ada apa? Kenapa tidak mengantar Gaga pulang?!" tanya sang ibu yang berteriak dari luar kamar.

__ADS_1


"Namia mengantuk, Bu. Besok saja ceritanya." Namia pun menjawab pertanyaan ibunya.


Sang ibu merasa heran. "Ada apa, ya? Apakah mereka bertengkar sampai Namia bersikap seperti ini?" Ibu Namia pun menduganya.


Namia merasa kesal karena sikap acuh tak acuh Gaga padanya. Tapi ia tidak mau mengungkapkannya langsung kepada pria yang kemarin malam menyatakan perasaannya. Namia pikir Gaga bisa mengerti isi hatinya. Ia juga berharap Gaga bisa membujuknya. Namun ternyata, kenyataan itu tidak sesuai dengan harapannya. Namia dirundung rasa kecewa.


Namia ingin sekali diberi tanda jadian oleh Gaga. Tapi sang produser sekaligus komposer lagu itu seperti tidak memedulikan dirinya. Membuat Namia kesal yang tertahan di dalam hatinya. Ia pun mulai ngambek kepada Gaga. Karena Namia tidak bisa langsung meluapkan bagaimana perasaannya. Ia butuh waktu pendekatan yang lebih lama. Namun, jauh di dalam hatinya ingin di sayang dan dimanja oleh Gaga.


Sudahlah, Namia. Dia memang belum bisa mengerti dirimu. Lebih baik kau tidur saja.


Pada akhirnya ia menarik napas dalam-dalam sebelum terlelap dalam mimpinya. Namia ingin melupakan kekesalan di hatinya. Dengan tidur dan mimpi indah bersama bintang di alam bawah sadarnya. Namia mencoba berlapang dada dengan sikap Gaga kepadanya.


Sementara itu...


"Astaga, bunganya ...."

__ADS_1


Gaga terlihat kurang fokus menyetir mobilnya. Ia masih kepikiran Namia. Ia bahkan sampai lupa untuk memberikan bunga yang sudah dibawanya. Gaga bingung harus berbuat apa. Pada akhirnya ia pun menelepon Tomi, temannya.


__ADS_2