NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Jujur


__ADS_3

"Em, apakah aku seburuk itu sampai-sampai harus diajari?" tanya Gaga yang membuat Namia tersentak.


"Ti-tidak, Kakak. Bukan begitu maksudku." Namia segera mengklarifikasinya.


"Lalu?" tanya Gaga lagi. Ia duduk diam dengan kedua tangan di atas meja. Menantikan jawaban Namia.


Namia merona malu. "Kakak kan awalnya dingin padaku. Tapi sekarang berubah hangat. Jadi aku pikir ada yang mengajarinya." Namia berkata jujur.


Gaga mengerti. Ia tersenyum kecil. "Aku memang sedikit sulit untuk dimengerti. Maafkan aku." Gaga minta maaf kepada Namia.


Aduh, aku salah bicara.


Namia pun jadi tak enak hati sendiri. Ia merasa bingung untuk mengartikan permintaan maaf Gaga. Apakah karena tersinggung dengan ucapannya, atau memang begini sikap aslinya? Dingin, seperti acuh tak acuh terhadap sesuatu.

__ADS_1


"Permisi. Pesanannya."


Tak lama kemudian pelayan restoran pun datang membawakan makanan yang dipesan. Gaga pun mengambil sumpit untuk mulai memakannya. Sedang Namia tampak bingung untuk memulainya. Ia belum terbiasa menyantap hidangan Korea.


"Pakai ini. Pelan-pelan saja. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung."


Dan akhirnya Gaga mengajari Namia cara memakai sumpit. Namia pun tersenyum terpaksa kepada Gaga. Ia masih tidak enak hati sekaligus bingung yang bersamaan. Bagaimana bisa mengambil nasi dengan sumpit? Gaga pun memerhatikan Namia. Ia tertawa melihat gadis di hadapannya.


"Sini kuajari."


Sesampainya di rumah Namia...


"Terima kasih, Kak." Namia mengucapkan terima kasih karena Gaga telah mengantarkannya pulang sampai ke depan rumah.

__ADS_1


"Nanti kuhubungi bersamaan dengan jadwal kegiatanmu."


Gaga tersenyum. Ia berpamitan kepada Namia. Namia pun melambaikan tangannya ke arah Gaga. Pertemuan hari ini mampu membuat Namia tersenyum bahagia.


Mungkin dia tipikal pria yang diam-diam memerhatikan.


Namia pun membalikkan badannya. Ia lekas menuju pintu rumah untuk segera memberi kabar ibunya. "Ibu, aku pulang!"


Dan akhirnya Namia menceritakan apa saja yang dilakukannya kepada sang ibu. Ibu Namia pun tampak antusias mendengarkannya Kebetulan hari ini ia mendapat libur. Jadi Namia pun bisa menghabiskan waktu bersama ibunya sebelum hari-hari yang padat itu dilalui. Namia yakin bisa menjadi penyanyi terkenal seperti apa yang ia impikan. Karena Namia adalah seorang pejuang.


Satu bulan kemudian...


Babak tiga besar ajang pencarian bakat penyanyi akan diselenggarakan malam ini langsung dari studio satu TVR. Selama satu bulan terakhir persaingan antar pendukung finalis semakin sengit. Bagaimana tidak, selisih dukungan hanya di bawah lima persen saja. Membuat ketiga besar semakin deg-degan menantikan hasil akhirnya. Yang mana memperebutkan juara utama berupa hadiah uang tunai senilai seratus juta. Namia pun hanya bisa melihatnya saja.

__ADS_1


Selama sebulan terakhir, Namia mulai dipadatkan dengan jadwal kegiatan dari DDE. Ia sering tampil di TV sebagai bintang tamu ataupun acara-acara formal lainnya. Seperti sebagai penyanyi utama di acara pernikahan yang besar atau sejenisnya. Pundi-pundi uang pun mulai didapatkannya. Dan Namia merasa bahagia walaupun belum sebanyak yang diharapakannya. Namia mencoba menikmati proses perjalanan karirnya.


Kini Namia beserta ketujuh finalis yang sudah tereliminasi hadir kembali di acara malam tiga besar ini. Ia pun tampil cantik dengan mengenakan gaun berwarna putih. Tentu dengan komunikasi yang lancar bersama Gaga. Karena selama satu bulan ini Namia selalu bersama Gaga. Gaga banyak mengajari Namia bagaimana cara hidup di dunia entertain. Namia pun mulai mendalami perannya.


__ADS_2