NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Kode?


__ADS_3

Dan ternyata benar, Gaga datang pagi-pagi ke rumah Namia. Ibu Namia pun mempersilakan Gaga untuk masuk ke rumahnya. Dengan perasaan tak enak, Gaga pun masuk ke dalam rumah calon istrinya.


"Dia terkadang memang susah dibangunkan." Ibu Namia membuka pintu kamar putrinya dengan menggunakan kunci cadangan.


"Maaf, Bu. Mungkin harusnya saya tidak datang pagi-pagi ke sini." Pria berjaket hitam itu tampak tidak enak hati.


Ibu Namia tersenyum lalu membuka pintu kamar anaknya. "Tak apa. Sudah setengah delapan juga. Bangunkan Namia sendiri ya. Ibu buatkan teh dulu." Ibu Namia tampak tidak keberatan Gaga membangunkan putrinya.


Gaga mengangguk. Dengan malu-malu ia mengiyakannya. Sementara sang calon mertua segera pergi ke dapur untuk membuatkan teh. Gaga pun masuk ke kamar Namia yang hanya berukuran 3x3 meter saja. Ia pun melihat sang gadis masih berada di dalam selimutnya.


Dia ini. Pantas saja tidak membalas pesan dan mengangkat teleponku. Ternyata masih tidur.


Gaga pun duduk di pinggir kasur Namia. Ia melihat gadisnya itu tertidur manis sekali. Gaga pun tersenyum. Tanpa sadar mengusap kepala Namia. Usapan sayang dari dalam hatinya. Namia pun tersadar jika Gaga benar datang. Tapi ia biarkan waktu berlalu tanpa membuka matanya. Namia ingin menikmati usapan lembut dan kasih sayang dari prianya.


Kau datang rupanya, Kak. Aku ingin balas dendam atas kejadian kemarin. Menunggulah di sini seharian ya!

__ADS_1


Namia pun berkata di dalam hatinya. Ia ternyata pura-pura tidur dan tidak ingin beranjak bangun. Ia ingin membalas dendam kepada Gaga.


Tiga jam kemudian...


Hujan benar-benar turun di tengah cahaya matahari yang bersinar terang. Kini Namia juga sudah bangun, mandi dan berganti pakaian. Gaga dikerjai Namia hari ini sampai menunggu berjam-jam. Alhasil Namia geli sendiri karena prianya rela menunggu. Ia pun akhirnya mau bertemu.


"Ibu pergi sebentar ya. Kalian baik-baik di rumah." Ibu Namia tampak memberi kesempatan bagi keduanya untuk berbicara setelah Gaga lama menunggu di rumah.


"Ibu mau ke mana?" tanya Namia.


"Menjenguk bibimu. Ibu berangkat sekarang." Sang ibu berpamitan.


Ibu Namia tersenyum. "Tidak perlu, Nak. Ibu sudah janjian dengan tetangga depan. Dia juga bawa mobil," kata ibu Namia lagi. Tak lama klakson mobil pun terdengar. "Itu dia sudah datang. Sudah, ya. Ibu berangkat sekarang." Ibu Namia bergegas pergi.


Gaga, Namia yang sedang duduk di depan meja makan pun segera beranjak untuk mengantarkan ibunya. Keduanya terlihat serasi bak pasangan suami istri yang telah menikah. Sang ibu pun melambaikan tangan ke arah keduanya. Ia segera menaiki mobil yang menjemputnya. Ibu Namia akan menjenguk saudaranya.

__ADS_1


"Kita hanya berdua di sini." Gaga pun menyeletuk kepada Namia.


Namia menoleh ke Gaga dengan tanda tanya. "Lalu?" tanya Namia dengan seribu dugaan di kepalanya.


Gaga terkekeh. "Tidak apa. Aku hanya berkata lepas saja." Gaga tampak malu sendiri.


Namia terdiam, memerhatikan Gaga. Ia tahu jika prianya itu sudah mulai terpancing olehnya. Mereka sudah cukup lama mengenal. Namia pun seperti harus menjaga dirinya baik-baik dari Gaga. Ia khawatir prianya lupa dengan siapa mereka.


"Kakak tumben datang pagi-pagi, ada apa?" Namia mengajak Gaga duduk di kursi.


.........


...Gaga...


__ADS_1


...Namia...



__ADS_2