NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Permintaan


__ADS_3

"Ada apa, Tom?" tanya Gaga lagi.


"Cepet, Ga! Gue jelasin di kantor aja."


Tomi berkata lagi. Mau tak mau Gaga pun segera beranjak dari tidurnya. Ia harus ke kantor sekarang juga. Entah apa, ia harus menyelesaikan masalah segera. Meskipun cuti sedang diambilnya.


Sesampainya di kantor...


Gaga datang cepat ke kantor lalu segera menemui Tomi. Tomi pun segera menceritakan jika ada email dari sebuah perusahaan musik untuknya. Yang mana mereka mengsomasi Gaga karena telah menjiplak karya mereka. Gaga pun sibuk mendengarkan ulang lagu ciptaannya dan juga membandingkan dengan lagu milik perusahaan musik itu. Ia lantas merasa terheran-heran sendiri.


"Sepertinya tidak ada irama yang sama. Apa aku salah mendengarnya?"


Sebagai seorang komposer lagu, hal-hal tersebut seringkali dijumpai Gaga. Walaupun tidak ada niatan sama sekali untuk menjiplak lagu, tapi terkadang kesamaan nada bisa terjadi. Sehingga salah satu harus merevisi. Dan kini Gaga harus merevisi ulang bagian yang disinyalir menjiplak karya orang. Walaupun sesungguhnya Gaga tidak pernah terbayang melakukannya. Tapi kembali lagi, semua nada itu sama. Hanya berbeda penempatannya saja. Dan sebagai pihak yang disomasi harus mengalah. Gaga pun melakukannya.

__ADS_1


Esok harinya...


Pagi hari telah datang. Cahaya mentari bersinar dengan terang. Gaga pun bangun kesiangan setelah semalam suntuk merevisi lagunya. Ia juga telah mengirimkan permintaan maaf kepada perusahaan musik dan menjelaskan jika tidak ada niatan untuk menjiplak karya seseorang. Dan demi menjaga nama baik DDE, Gaga akhirnya mengalah. Walau nyatanya ia benar tidak melakukan kecurangan.


Kini Gaga baru saja beranjak bangun dari tidurnya. Ia membuka jendela kamar untuk melihat taman belakang rumahnya. Dan entah mengapa saat itu juga ia membayangkan Namia ada di sana. Bermain bersama anak-anaknya. Gaga pun tersenyum sendiri, tak percaya delusinya sampai sejauh ini. Hingga akhirnya dering telepon menyadarkannya. Gaga pun segera mengangkat telepon masuk di ponselnya.


"Halo?" jawab Gaga.


"Kak Gaga, aku diundang acara talk show nanti malam." Dan ternyata Namia lah yang meneleponnya.


"Em, aku masih libur. Lusa baru kembali bekerja. Jika kau mau, aku bisa meminta Tomi atau Doni menggantikanku untuk menemanimu ke sana." Gaga berkata demikian.


Namia pun terdengar mengembuskan napasnya. "Apakah memang jika sedang cuti tidak bisa menemani sama sekali?" tanya Namia lagi.

__ADS_1


Sontak Gaga tertawa. Ia merasa tersindir oleh Namia. "Baiklah. Jam berapa?" Ia akhirnya menyerah juga.


Namia tersenyum senang di sana. "Acaranya jam delapan. Tapi jam tujuh kita harus sudah sampai, Kak." Namia mengatakan.


Gaga mengerti. "Baik. Nanti malam setengah tujuh kujemput ya." Gaga pun berjanji.


Namia tersenyum. "Kalau begitu sampai nanti, Kak." Namia pun berniat mengakhiri sambungan teleponnya.


"Sampai nanti."


Dan akhirnya sambungan telepon itu berakhir. Gaga akan menemani Namia malam ini ke sebuah acara talkshow. Walaupun sebenarnya ia sedang cuti, tapi karena Namia yang memintanya, mau tak mau Gaga harus memenuhinya. Ia tidak tega kepada Namia. Apalagi Namia adalah permata di hatinya. Gaga ingin menjaga Namia selama yang ia bisa.


Malam harinya...

__ADS_1


Gaga dan Namia datang ke sebuah rooftop gedung. Di mana di sana diadakan acara talkshow dengan kedua bintang tamu lainnya. Gaga pun diberi kursi untuk menunggu. Hingga akhirnya acara talkshow selesai.


__ADS_2