NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Khawatir


__ADS_3

"Halo?" Tak lama pun Tomi mengangkat telepon Gaga.


"Di mana, Tom?" tanya Gaga sambil menyetir mobilnya.


"Di rumah, gue. Baru juga mau bulan madu. Ada apa, Ga?" Tomi balik bertanya.


Saat mendengarnya, saat itu juga Gaga mengerti jika Tomi sedang tidak bisa diganggu. "Oh, baiklah. Kita bertemu Senin saja di kantor." Gaga pun mengakhiri teleponnya.


Gaga menghela napasnya. Ia masih merasa bingung dengan keadaan yang menimpanya. Pada akhirnya ia pun kembali ke rumah. Mencoba mengistirahatkan pikirannya. Ia masih harus banyak belajar untuk memahami Namia. Karena bagaimanapun jarak usia mereka cukup jauh berbeda. Selisih sepuluh tahun itu mengharuskan Gaga lebih memanjakan Namia.


Esok harinya...


Dering ponsel pagi-pagi menyadarkan Namia dari alam tidurnya. Ia pun meraba kasur untuk menemukan ponselnya itu. Setelah semalaman menanggung kesal karena sifat acuh tak acuh Gaga, Namia mencoba melupakannya. Dan kini ia melihat siapa gerangan yang meneleponnya.


"Manajer Lina?" Dan ternyata manajernya sendiri lah yang menelepon pagi ini. Namia pun segera mengangkat teleponnya. "Halo, Manajer Lin?" Dan akhirnya percakapan pun terjadi di antara mereka.

__ADS_1


Setengah jam kemudian...


Jam di dinding menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Tapi Namia sudah berdandan rapi dan cantik sekali. Sang ibu yang baru selesai membuatkan sarapan pun tampak terheran dengan putrinya. Ia kemudian menanyakannya.


"Namia, mau ke mana?" tanya sang ibu ke anaknya.


Namia lekas-lekas memakai sepatunya. "Manajer Lina akan menjemputku, Bu. Katanya ada pekerjaan untukku," jawab Namia.


"Eh???" Sang ibu pun merasa bingung. "Kenapa mendadak sekali?" tanya ibu Namia lagi.


TIN! TIN!


"Namia sudah dijemput, Bu. Nanti Namia ceritakan lagi. Muach!" Namia pun lekas berpamitan pada ibunya.


Kenapa mendadak sekali? Apakah memang seperti ini bekerja di dunia hiburan? Sampai tidak mengenal waktu lagi?

__ADS_1


Sedang sang ibu tampak bertanya-tanya sendiri. Ia tak tahu jika cara kerja dunia hiburan seperti ini. Serba mendadak dan tidak kenal waktu lagi. Sang ibu pun segera berjalan cepat ke halaman rumahnya. Ia memastikan Namia benar-benar dijemput oleh manajernya.


Belasan menit kemudian...


Ibu Namia sedang sarapan pagi sambil menonton acara televisi. Tak lama pintu rumahnya ada yang mengetuk dari luar. Sang ibu pun segera meletakkan piringnya ke atas meja. Ia beranjak untuk membukakan pintu rumahnya. Dan saat dibuka, ibu Namia pun terbelalak seketika.


"Nak Gaga?" Ialah Gaga yang datang ke rumah Namia pagi ini.


"Pagi, Bu. Namia sudah bangun?" tanya Gaga dengan wajah seperti baru bangun dari tidur.


"Em, Namia sudah dijemput manajernya belasan menit yang lalu. Memangnya Nak Gaga tidak tahu?" tanya ibu Namia.


Seketika Gaga terdiam. Ia memikirkan hal ini. Lina menjemput Namia pagi-pagi. Ada apa ya? Gaga pun segera berpikir ada apa saudara dari bosnya itu menjemput Namia pagi ini.


"Apakah Namia menceritakan mau ke mana, Bu?" tanya Gaga lagi.

__ADS_1


Ibu Namia menggelengkan kepalanya. "Dia hanya bilang ada pekerjaan saja," kata ibu Namia lagi.


Gaga mengerti. "Kalau begitu saya permisi. Saya ingin mencari tahu Namia ke mana. Karena setahu saya, dia tidak ada jadwal hari ini." Gaga berpamitan.


__ADS_2