
Pada akhirnya Gaga memutuskan untuk beristirahat. Ia ingin menenangkan pikiran sebelum terbayang-bayang dengan perkataan Namia. Karena tentu saja perkataan Namia itu kode keras baginya. Gaga diajak segera menikah.
Esok harinya...
Pagi hari telah datang. Ibu Gaga pun sudah tampak cantik karena akan kondangan. Teman-teman arisan tak lama lagi akan menjemputnya. Sang ibu pun segera menyiapkan sarapan pagi untuk sang putra semata wayang. Tapi hari ini Gaga tampak berbeda sekali. Ia datang dan mendekati ibunya yang sedang membuatkan sarapan pagi.
"Bu, ada yang ingin kutanyakan." Pria bersweter biru itu membuka percakapannya.
"Tentang apa?" Sang ibu pun terus membuatkan nasi goreng untuknya.
"Tentang Namia. Ibu benar-benar setuju aku dengannya?" tanya Gaga lagi.
__ADS_1
Sang ibu mengoseng nasi gorengnya. Lalu menambahkan telur beserta bumbu ke dalam pancinya. Gaga pun masih menantikan jawaban dari ibunya. Ia ingin tahu sudut pandang sang ibu terhadap Namia. Karena Gaga tidak ingin salah mengambil langkah.
"Ibu sudah melihat bagaimana rupanya. Ibu menonton ajang pencarian bakat itu dari lima puluh besar. Ibu rasa dia wanita yang baik. Di depan kamera dia tersenyum apa adanya." Sang ibu menjelaskan.
Gaga terdiam. "Di depan dan di belakang kamera tidak sama, Bu. Aku tidak ingin membuat Ibu kecewa." Gaga khawatir.
Sang ibu mematikan kompor masaknya. "Bawa saja dia ke sini. Biar ibu berbincang lebih lanjut dengannya. Karena kalau hanya menerka-nerka, bisa merugikan satu pihak. Kau bisa bukan membawa ke sini?" tanya sang ibu.
"Tidak ada. Saat ini aktivitas ibu tidak banyak. Hanya mendoakanmu saja agar tidak lama sendiri," cetus ibunya.
"Ah, Ibu bisa saja." Gaga pun malu sendiri.
__ADS_1
"Jika dia benar mau datang ke sini, itu berarti ibu harus menyiapkan bahan ujian." Ibu Gaga menuturkan.
"Eh???" Gaga pun tampak terheran.
"Calon menantu itu harus diuji dulu. Sudah, jangan dipikirkan. Bawa saja dia ke sini dan kenalkan pada ibu. Selanjutnya biar ibu yang maju. Kau tidak perlu ragu." Sang ibu memberi semangat putranya.
Gaga tersenyum. Ia merebahkan kepala di bahu ibunya. Ia ingin bersikap manja. Tapi saat itu juga sang ibu menepiskannya. Mengangkat bahu agar Gaga tidak lagi bersandar padanya. Dan akhirnya sarapan pagi diletakkan di atas meja. Gaga bisa segera menyantapnya.
Aku berharap putraku dapat menemukan wanita yang cocok dengannya. Aku juga berharap dia bisa menyayangiku sebagaimana Gaga menyayangiku. Terutama aku ingin sekali cepat menimang cucu. Semoga saja mereka bisa lekas memberikannya. Agar rumah ini tak sepi lagi. Ga, lekaslah pinang jantung hatimu.
Sebagai seorang ibu, pasti menginginkan yang terbaik untuk putranya. Begitu juga dengan ibu Gaga. Ia ingin segera menimang cucu. Ibu Gaga ingin rumah tidak sepi lagi dengan kehadiran seorang bayi. Yang mana dari keturunan Gaga sendiri. Sang ibu menantikan hal itu terjadi.
__ADS_1
Gaga sendiri menyetujui jika akan membawa Namia esok hari untuk diperkenalkan ke ibunya. Gaga tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan ucapan Namia. Walaupun ia belum menyatakan perasaannya, ia berharap Namia berkata benar apa adanya. Gaga pun berharap semesta merestuinya. Ia ingin ada yang melayaninya. Menyambutnya pulang seraya tersenyum ceria. Gaga menantikan itu semua.