NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Keinginan


__ADS_3

Namia pun merasa jika Gaga memedulikannya. Tapi ia tidak ingin berbesar rasa karena sikap Gaga kepadanya. Namia khawatir salah prasangka. Sedang Gaga dengan tanpa sadar memperlakukan Namia seperti ratunya. Namia pun dibuat terpesona oleh sikap Gaga.


Di restoran...


Daun perilla adalah daun favorit bagi orang-orang Korea. Atau lebih mudah disebut sebagai daun lalapan yang paling disukai di sana. Gaga pun ingin mencoba menyantap masakan Korea dengan perilla sebagai lalapannya. Dan ia mengajak Namia.


Gaga menarikkan satu kursi untuk Namia. Sontak Namia merasa semakin dipedulikan oleh Gaga. Gaga yang awalnya dinilai dingin, kini berubah menjadi pribadi yang hangat. Sontak Namia pun semakin bertanya-tanya dengan kepribadian Gaga yang sebenarnya.


Keduanya sama-sama anak tunggal. Keduanya juga sama-sama tidak memiliki ayah. Ayah Gaga meninggal karena penyakit jantung. Berbeda dengan ayah Namia yang wafat saat menjaga perbatasan negara. Maka dari itu Gaga bisa merasakan apa yang Namia rasakan. Karena cerita mereka hampir sama.


Entah mengapa keduanya bisa cepat dekat yang awalnya sangat menjaga jarak. Gaga pun bersikap biasa saja kepada Namia. Ia ingin tahu bagaimana Namia menilainya.


"Baik, Tuan. Mohon menunggu." Pelayan pun lekas pergi setelah mencatat semua pesanan Namia dan Gaga.


"Em, Namia." Gaga beralih ke Namia.


"Ya, Kak?" Namia pun menanggapinya.

__ADS_1


"Kau suka membaca buku?" tanya Gaga, membuka pembicaraannya.


"Em ... tidak terlalu," jawab Namia ragu.


Gaga tersenyum. Ia kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Namia di toko buku itu. Tapi sepertinya Namia tidak mengenali Gaga.


"Kau sering bertemu pria di toko buku lalu ingin mengambil buku yang sama?" tanya Gaga lagi.


"Eh???" Namia jadi bingung sendiri.


"Kau pasti lupa. Tapi aku masih ingat." Gaga pun mengambil ponselnya dari saku celana.


Gaga tertawa miris. Tapi ia bisa menerimanya. "Tak apa. Memang tidak penting juga." Gaga pun berkata lagi.


"Permisi. Minumannya." Tak lama pelayan mengantarkan minuman terlebih dulu.


"Terima kasih." Namia pun berucap terima kasih.

__ADS_1


"Jadi kau tidak kuliah lagi?" Gaga pun selesai membaca pesan di ponselnya.


"Aku sedang cuti, Kak. Masuk nanti tinggal sidang saja." Namia menceritakan.


"Oh, begitu." Gaga pun mengangguk-angguk. Ia mencari bahan pembicaraan lain. "Kulihat kau sangat sungguh-sungguh untuk mencapai babak tiga besar. Tayangan ulang di TV memperlihatkan dirimu yang giat berlatih. Memangnya ada hal apa yang ingin kau raih?" tanya Gaga lagi.


Namia tersenyum. "Keinginanku sederhana, Kak. Hanya ingin membahagiakan ibu saja. Tidak lebih," jawab Namia yang mana membuat Gaga tersentak mendengarnya.


Dia ... ternyata seorang anak yang sangat menyayangi ibunya.


Gaga pun semakin terpana dengan Namia. Ia merasa Namia seorang gadis yang sangat mementingkan keluarga, terutama ibunya. Gaga pun mulai menaruh rasa ke Namia. Lebih besar dari yang sebelumnya.


"Ibuku meminta untuk segera menikah. Atau setidaknya punya pacar dulu. Tapi sampai sekarang belum ada yang mau."


Gaga berkata sambil memalingkan mukanya. Ia butuh tak butuh didengar oleh Namia. Saat itu juga Namia tertawa mendengarnya.


"Kakak bisa saja. Apakah ada yang mengajari?" tanya Namia yang membuat Gaga terkejut seketika.

__ADS_1


Eh, dia tahu jika aku diajari? Bagaimana bisa?


Gaga pun tak menyangka jika Namia tahu ada yang mengajarinya. Yang mana tak lain adalah teman Gaga sendiri, Tomi.


__ADS_2