NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Masih Canggung


__ADS_3

Malam minggu pertama Gaga dan Namia...


Suasana perkotaan tampak lebih tenang saat memasuki malam. Saat ini pukul setengah tujuh waktu ibu kota dan sekitarnya. Dan saat ini juga Gaga tengah bersiap untuk mengapel ke rumah Namia. Ia sudah menyiapkan bunga beserta buah tangan berupa martabak bangka yang enak rasanya. Ibu Gaga pun tampak memerhatikan putra semata wayangnya.


"Kau sudah membeli cincin?" tanya sang ibu dari depan pintu.


Pria bersweter abu-abu itu menoleh ke arah ibunya selepas mengenakan parfum. "Belum, Bu. Aku pikir biar Namia sendiri saja yang memilihnya. Aku tidak tahu bagaimana kriteria kesukaannya," terang Gaga.


Sang ibu menyandarkan badan di pintu sambil menyilangkan kedua tangan di dada. "Ibu tidak tahu bagaimana sistem hubungan di zaman ini. Karena dulu ibu dijodohkan oleh kakek dan nenekmu. Jadi kau cari tahu sendiri saja bagaimana baiknya. Jika memang sudah siap, beri tahu ibu dari jauh-jauh hari. Kita segera melamarnya." Sang ibu berpesan.


Gaga mengangguk. Sang ibu pun lekas pergi dari depan kamar putranya. Ia membiarkan Gaga mengapeli Namia malam ini. Gaga pun segera membawa buah tangan yang telah dibelinya tadi. Beserta seikat bunga lily.


Aku harap Namia suka dengan bunga ini.


Ia pun lekas mengambil kunci mobil lalu menuju garasi rumahnya. Gaga akan segera ke rumah Namia malam ini.


...... ...

__ADS_1


...Gaga...



.........


Sesampainya di rumah Namia...


Malam ini adalah malam minggu pertama bagi Gaga dan Namia setelah melewati lika-liku perjalanan cinta mereka. Keduanya mengikat hati sebagai pasangan sejak malam itu. Di mana Namia menerima perasaan Gaga dengan satu kecupan mesra di pipi. Gaga pun merasa tidak perlu memperjelas statusnya lagi. Terlebih ia sudah mengajak Namia ke rumah dan memperkenalkan kepada ibunya.


Kini pria bersweter abu-abu itu baru saja sampai di rumah Namia. Ia pun menebar senyuman kepada calon mertuanya. Gaga lalu duduk di kursi sambil menunggu Namia keluar dari kamarnya. Yang mana mereka telah membuat janji sebelumnya. Namia akan meluangkan waktunya untuk Gaga malam ini.


"Em, ini, Bu." Gaga pun masih tampak canggung saat memberikan buah tangan yang dibawanya.


"Wah! Jadi merepotkan Nak Gaga." Ibu Namia juga terlihat tidak enak hati saat Gaga memberikannya martabak bangka.


"Tak apa, Bu. Hanya itu yang bisa saya bawa." Gaga masih kaku.

__ADS_1


Ibu Namia tersenyum. "Sebentar ya. Ibu buatkan teh dulu. Namia juga baru selesai mandi tadi."


Dan akhirnya ibu Namia berpamitan ke dapur. Gaga pun mengangguk seraya tersenyum kepada calon mertuanya itu. Tak lama Namia juga keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah. Sontak Gaga terpesona melihatnya.


Dia ....


Gaga seperti tidak bisa berkata apa-apa manakala melihat Namia sehabis mandi. Rambut panjang itu terurai karena masih basah. Terlebih Namia mengenakan pakaian yang membuat Gaga terpesona melihatnya.


"Sudah lama, Kak?" Namia pun berbasa-basi kepada Gaga.


"Em, tidak. Aku baru datang. Kau baru amndi?" tanya Gaga.


Namia mengangguk. "Aku baru saja membersihkan rumah tadi. Karena tidak ada jadwal pekerjaan hari ini." Namia menceritakan.


Gaga mengangguk. "Em, baguslah." Gaga tampak bingung harus membuat pembicaraan apa lagi.


Baru kali ini Gaga mengapel ke rumah seorang wanita. Ia pun masih belum terbiasa dengan statusnya sekarang. Selama ini Gaga selalu bekerja dan bekerja. Ia bahkan sampai lupa pada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2