NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Prasangka


__ADS_3

Sementara itu...


Jalanan Kota Paris menjadi saksi pria bermantel abu-abu termenung di dalam mobilnya. Tampak Pak Supir melihatnya dari kaca tengah mobil. Aktor kenamaan itu seperti sedang ditimpa masalah besar. Ia pun sesekali menghela napas beratnya.


Namia, aku pikir kau wanita baik-baik. Tapi ternyata sama saja.


Ialah Lee yang sedang menggerutu kasar tentang Namia. Tanpa bertanya lebih jelas benarkah yang dipikirkannya. Lee memendam kekecewaan terhadap Namia. Ia melihat Gaga di kamar hotel Namia.


Lee adalah salah satu aktor ternama dalam negeri. Ia banyak membintangi drama romantis dan seringkali sukses karena penjiwaannya yang luar biasa. Banyak penikmat drama yang terhanyut dalam setiap adegannya. Ia profesional dalam bekerja.


Lee mampu menjadikan nyata perannya. Tapi sepertinya untuk kali ini ia harus kecewa sebelum memulai kisahnya. Di mana Lee harus memutuskan untuk berhenti mendekati Namia. Setelah apa yang ia lihat di kamar hotel gadis tersebut.


"Tuan, Anda baik-baik saja?" Sang supir pun menanyakan kepadanya.

__ADS_1


Lee mengangguk. Ia tak menjawab dengan mulut. Ia masih menutupi kekecewaan di hatinya. Ia pun membiarkan lalu lalang jalan raya menghapus jejaknya. Lee akan mencoba melupakan Namia.


Paris, pukul sepuluh pagi waktu sekitarnya...


Ornamen-ornamen patung menghiasi beberapa sudut Kota Paris, tempat dilakukannya syuting Lee dan pemeran utama wanita kali ini. Tampak Lee yang mengulang beberapa kali adegannya. Ia seperti tidak fokus kala ini.


"Cut!!!" Sang sutradara pun menghentikan sesi adegan kali ini. "Lee, ada apa denganmu?! Kenapa selalu lupa dengan naskahmu?!" tanya sang sutradara kepadanya.


Lee menarik napas dalam-dalam. "Maaf. Sepertinya aku butuh istirahat sebentar." Lee pun mengatakan demikian kepada sutradara dan kru film yang bertugas.


Sang sutradara memutuskan untuk mengistirahatkan pengambilan adegan kali ini. Ia pun mendekati Lee yang sedang meneguk air mineral. Ia menanyakan penyebab Lee kurang fokus hari ini. Tapi lagi-lagi Lee menutupinya.


"Kau harus bersikap profesional, Lee. Target harus tercapai. Satu bulan lagi film ini harus sudah selesai." Sang sutradara berbicara kepadanya.

__ADS_1


Lee mengangguk. Ia tidak bicara apa-apa.


"Kalau begitu beristirahatlah. Minum multivitamin jika perlu. Lima belas menit lagi kita kembali untuk mengambil adegan." Sang sutradara menepuk pundak Lee. Ia pun pergi meninggalkan Lee.


Di sebuah restoran, dekat dengan lokasi syuting Lee...


Pria dewasa berusia tiga puluh dua tahun itu tampak senyum-senyum sendiri kala melihat kekasihnya sedang menyantap dessert khas Kota Paris. Cake strawberry dengan lumeran karamel menjadi penutup makan kali ini. Tampak dirinya yang juga ingin disuapi.


"Dasar manja!" Wanita cantik di hadapannya pun menggerutu kepada dirinya.


"Sepertinya aku tidak perlu malu-malu lagi kepadamu, Namia." Ialah Gaga yang sedang bersama Namia makan di restoran kali ini.


Namia menyentuh ujung hidung Gaga dengan sendoknya. "Aku banyak mengalah padamu, Kak. Tapi awas saja jika sudah menikah. Aku akan mendominasi rumah." Namia menunjukkan sisi dominannya kepada Gaga.

__ADS_1


Gaga tertawa. Tawa yang manis sekali. "Aku pasrah jika kau mendominasi di atas ranjang. Tapi tidak untuk di kehidupan sehari-hari." Gaga pun menggoda Namia lagi.


Dia ini! Membuatku kesal!


__ADS_2