NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Minta Kepastian


__ADS_3

"Nah, ini Namianya sudah keluar. Silakan Nak Gaga diminum tehnya." Ibu Namia membawakan satu cangkir teh untuk Gaga.


"Terima kasih, Bu." Gaga pun berterima kasih.


"Bu, Namia mau keluar sebentar dengan kak Gaga. Mau lihat-lihat lokasi syuting untuk Senin nanti." Namia meminta izin kepada ibunya.


"Oh, iya." Sang ibu pun mengizinkannya. "Tapi jangan pulang malam-malam ya. Paling telat jam sepuluh sudah sampai di rumah." Sang ibu berpesan.


Namia mengangguk. Gaga pun terlihat meneguk tehnya sampai habis setengah.


"Em, kalau begitu kami langsung berangkat saja, Bu. Sudah hampir setengah delapan. Khawatir kemalaman." Gaga menambahkan.


Ibu Namia mengangguk. Namia pun lekas mengambil tas kecilnya untuk dibawa malam ini. Mereka kemudian berpamitan untuk keluar rumah. Namia pun melambaikan tangan ke ibunya. Gaga dan Namia masuk ke dalam mobil bersama.


Di perjalanan...


Jalanan ibu kota tampak mulai ramai. Lalu lintas kendaraan juga mulai padat saat para kawula muda memenuhi sepanjang jalan dengan kendaraan roda dua mereka. Tampak Gaga yang menyetir mobil pelan untuk menuju ke sebuah kafe yang berada di tengah kota. Gaga mengajak Namia ke sana untuk melihat stand up comedy dari salah satu komika ternama. Namia pun tampak senang dengan ajakan Gaga.

__ADS_1


"Kau sudah bisa menyetir mobil, Namia?" tanya Gaga di tengah-tengah perjalanannya.


"Belum." Namia pun menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah polos di samping Gaga.


Gaga menahan tawanya. "Besok libur, kan? Besok pagi-pagi kita belajar mobil di gelanggang olahraga. Biasanya pagi jalanan masih sepi." Gaga menawarkan.


Namia merasa tak enak hati. "Apa tidak merepotkan, Kak." Namia tidak ingin menyusahkan Gaga.


Gaga tersenyum. Ia tetap fokus ke depan sambil menyetir mobilnya. "Sepertinya status kita tidak akan membuat lelah," kata Gaga lagi.


Namia mengernyitkan dahinya. Ia merasa belum membuat status apapun dengan Gaga.


Namia merasa harus ada tanda jadi di hari resmi mereka berpacaran. Tapi nyatanya Gaga belum juga memberikan. Gaga hanya sekedar mengungkapkan perasaan dan Namia pun menciumnya. Tapi tanda resmi jadian itu belum Namia terima. Sedang Namia bersikukuh untuk mendapatkannya.


"Em, memangnya ... kita sudah resmi jadian?" tanya Namia yang sontak membuat Gaga mengerem mendadak mobilnya.


"Astaga!" Gaga pun berhenti di tengah-tengah kemacetan jalan raya.

__ADS_1


Tubuh Namia terhuyung ke depan. Tapi untung saja ia memakai sabuk pengaman. Sehingga saat Gaga mengerem mendadak mobilnya, Namia tidak terbentur jok depan. Tetapi tetap saja Namia kaget bukan kepalang.


"Aduh ...." Namia pun merasakan pusing di kepalanya.


"Em, Namia. Kau baik-baik saja?" tanya Gaga sambil mencoba memegang Namia.


"Jangan sentuh aku!" Namia pun mulai menunjukkan sisi ngambeknya kepada Gaga. Ia memegangi kepalanya.


Gaga merasa bersalah. "Kita bicarakan saja di kafe ya. Jangan di jalan." Gaga pun kembali memasukkan gigi mobilnya.


Gaga kembali melaju setelah berhenti mendadak. Jalan raya yang mulai padat menjadi saksi keterkejutannya atas pertanyaan Namia. Gaga merasa kaget karena ternyata Namia belum menganggap resmi statusnya. Sedang Gaga sudah berharap ke mana-mana.


Mungkin apa-apa harus serba diperjelas jika dengan wanita. Ternyata dia belum menganggapku sebagai kekasihnya. Gaga-gaga, lain kali pastikan dulu baru mengajaknya berkencan.


.........


...Namia...

__ADS_1



__ADS_2