NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Memberi Tahu Ibu


__ADS_3

Gaga menghela napasnya seraya melihat langit-langit ruangan. "Dia tidak ingin pernikahan disembunyikan, Bu," jelas Gaga.


"Maksudnya?" Sang ibu pun duduk di samping putranya.


Gaga terdiam sejenak. Ia memerhatikan gelas minumnya. "Namia terikat kontrak satu tahun dengan DDE. Dia belum bisa menikah sebelum kontrak pertamanya habis. Aku sudah bicara dengan pimpinan, berniat untuk membayar pinalti atas pelanggaran kontrak. Tapi pimpinan menolaknya. Pak Feng tidak menerima pembayaran pinalti dariku." Gaga menjelaskan.


"Jadi begitu. Tapi bukankah Namia sudah cukup lama di DDE?" tanya ibunya lagi.


"Baru sekitar tiga bulan, Bu. Itu berarti masih membutuhkan waktu sembilan bulan lagi," kata Gaga.


"Apa tidak ada keringanan?" tanya sang ibu kembali.


Gaga menghela napasnya. Mengembuskan perlahan karena mulai terbawa pikiran. "Keringanan diberikan jika Namia mau menyembunyikan pernikahan. Tapi masalahnya dia tidak berkenan." Gaga menerangkan.


Sang ibu tampak berpikir. Ia seperti berpikir keras agar menemui jalan keluar. Ia ingin putranya segera menikah dan memberinya cucu yang lucu dan cantik jelita. Ibu Gaga menginginkan cucu perempuan dari anaknya.


"Begini saja. Kita adakan tunangan terlebih dulu. Toh, masih sembilan bulan lagi. Dengan pertunangan kita bisa mengikatnya. Ibu juga akan menemui ibunya untuk membicarakan hal ini. Apakah kau keberatan?" Ibu Gaga ingin membantu putranya.

__ADS_1


Gaga mengangguk. "Terima kasih, Bu. Tapi minggu depan Namia harus berangkat ke Paris. Dia ada syuting di sana." Gaga mengabarkan.


Sang ibu mengerti. "Tak apa. Ibu hanya akan bicara pada ibunya. Nanti antarkan ya." Sang ibu meminta.


Gaga mengangguk. Ibunya pun tersenyum lalu menepuk pundak putranya. Ia seperti tahu jika sang putra sedang diterpa dilema. Ibu Gaga akan membantu anaknya untuk bicara ke ibu Namia. Keseriusan pernikahan itu akan segera terselenggara.


Namia, tolong jangan bermain-main dengan hatiku.


Gaga sendiri masih diterpa dilema akan perasaannya. Rasa khawatir, takut dan cemas kehilangan Namia, membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Gaga telah jatuh hati kepada Namia. Ia ingin memiliki seutuhnya. Ia pun berharap semesta memberi jalan keluar dari permasalahan hatinya. Gaga mencintai Namia.


Bintang-bintang bertaburan dengan indah di langit malam. Pria dewasa berusia tiga puluh dua tahun itu pun baru saja menyelesaikan tugas di laptopnya. Kini ia baru bisa beristirahat setelah mengerjakan tahap awal pesanan lagunya. Ia pun berniat duduk santai di teras depan kamarnya. Tapi tiba-tiba dering ponsel menyadarkannya.


"Telepon?"


Dering ponsel itu membuatnya segera melihat siapa gerangan yang menelepon. Kamarnya yang temaram pun menjadi saksi dirinya yang mengangkat telepon.


"Halo?" Gaga menjawab teleponnya.

__ADS_1


"Kakak di mana? Tidak menjemputku?" Ternyata Namia lah yang meneleponnya.


Gaga tampak ragu berkata. "Aku di rumah. Kau sudah selesai syuting?" tanya Gaga ke Namia.


"Aku baru sampai di rumah. Aku pikir Kakak akan menjemputku tadi." Namia ternyata baru pulang dari syutingnya.


Gaga merasa bersalah. Tapi hatinya juga masih tersisa sedikit rasa kecewa. Ia menginginkan Namia. Tapi Namia seolah memperlambat niat baiknya.


"Kita video call ya, Kak." Namia pun mengganti saluran komunikasinya. Gaga pun menerima permintaan Namia. "Gelap sekali. Kakak tidak kelihatan." Namia pun berkata lagi.


"Sebentar." Gaga segera menghidupkan lampu kamarnya.


Saat dihidupkan, saat itu juga Namia melihat Gaga yang berpakaian santai. Ia pun tersenyum di depan kamera ponselnya kala melihat Gaga. Sedang Gaga...


Dia ingin menggodaku?


Gaga terbelalak melihat penampilan Namia yang berani di hadapannya. Ia pun menelan ludahnya. Jantungnya itu seakan tidak bisa diajak bekerja sama.

__ADS_1


__ADS_2