
...Gaga...
...Namia...
.........
Gaga tersenyum. Ia mengerti jika Namia sedang ngambek kepadanya. Ia pun gemas melihat wajah Namia yang ngambek itu. Gaga kemudian menarik Namia agar duduk di pangkuannya.
"Ah!"
Namia pun kaget saat ditarik oleh Gaga. Tapi kini ia sudah duduk di pangkuan prianya. Duduk dengan dada yang berdekatan dengan wajah prianya.
"Jadi maunya apa?" tanya Gaga dengan lembut. Tatapan matanya itu terlihat berbeda.
Jantung itu berdegup dengan keras. Seolah memberi pertanda apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk yang pertama kalinya Gaga memanjakan Namia. Yang mana membuat Namia bingung sendiri untuk membalasnya. Haruskah ia tetap berada di atas pangkuan atau beranjak berdiri lalu keluar dari ruangan.
"Kak Gaga ...." Tanpa sadar Namia pun mengucap nama itu dengan pelan.
__ADS_1
Gaga tersenyum kembali. Entah mengapa seperti ada magnet kuat yang memaksanya untuk lebih dekat dan dekat lagi. Gaga pun mulai mendekatkan wajahnya ke Namia. Naluri itu menuntunnya untuk meraih sesuatu di sana.
Dia ingin menciumku?
Sementara Namia sendiri terpaku di tempatnya. Ia tidak bisa bergerak saat wajah itu semakin mendekati wajahnya. Namia pun menelan ludahnya. Ciuman pertamanya sudah di depan mata. Sedang Gaga tampak memasrahkan dirinya. Rasa nyaman itu mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan dengan detak jantung yang kian melambat. Hangat napas itu terasa semakin berkobar di tubuhnya.
"Ga! Gaga!"
Namun, sebelum sempat bibir itu bertemu, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan studio. Gaga pun refleks mendorong Namia hingga jatuh ke lantai. Sontak Namia pun berteriak kesakitan.
"Aduh ...!" Namia pun memegangi pantatnya.
Pintu ruangan terbuka. "Ga???" Ternyata Tomi lah yang datang.
Tomi melihat Gaga dan Namia bergantian. Saat itu juga ia terkejut sendiri. Pikirannya ke mana-mana kala melihat Namia terduduk di lantai sedang Gaga di sofa. Ia jadi berpikiran yang tidak-tidak tentang mereka.
"Kalian???" Tomi tampak bertanya-tanya.
Namia beranjak berdiri sambil menahan rasa sakit. "Urusan kita belum selesai, Kak!" Ia pun segera keluar dari ruangan dengan menanggung kesakitan.
"Na-namia!" Saat itu juga Gaga tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan.
__ADS_1
Tomi terperangah melihatnya. Ia pun melihat Namia yang berjalan tertatih sambil memegangi pinggulnya. Pikiran Tomi jadi semakin ke mana-mana.
"Namia!" Gaga pun berniat mengejar Namia.
"Tung-tunggu dulu!" Tomi segera menahan Gaga. "Lo mau ke mana?" tanya Tomi dengan penuh tanda tanya.
"Gue mau ngejar Namia. Awas!" kata Gaga ke Tomi yang menghalangi jalannya.
"Lo abis itu ya?" tanya Tomi lagi.
Gaga menggelengkan kepalanya. "Ribet lo! Tunggu di sini!" Gaga pun menerobos Tomi. Ia segera mengejar Namia.
Tomi melihat Gaga yang berlari mengejar Namia. Ia pun jadi semakin bertanya-tanya di dalam hatinya.
Gaga abis unboxing? Namia di lantai, dia di sofa? Apa jangan-jangan???
Tomi berpikiran yang tidak-tidak terhadap keduanya.
Tapi kenapa Namia memegangi pinggulnya ya? Apakah Gaga main kasar sampai Namia kesakitan?
Pikiran Tomi semakin menjadi-jadi. Ia pun menelan ludahnya sendiri. Tak percaya jika hal itu benar-benar terjadi.
__ADS_1
Setengah jam kemudian...
Gaga baru saja kembali ke studionya setelah menemui Namia. Tampak Tomi yang masih menunggunya. Gaga pun datang dengan wajah yang semakin lelah.