
...Namia...
.........
Namia tersenyum. "Kok diam lagi, Kak? Kakak kesal padaku ya?"
Namia pun mulai merebahkan dirinya di kasur. Kamera ponselnya itu ia letakkan di sampingnya. Namia pun tidur miring melihat kameranya. Ia masih video call bersama Gaga.
Gaga mengalihkan pandangannya. Namia semakin membuat jantungnya berdebar tak karuan. Terlebih saat Namia mendekatkan kamera ponsel itu ke wajahnya. Sehingga terlihat bahu Namia yang indah. Seperti tidak mengenakan apa-apa. Pikiran Gaga pun mulai ke mana-mana.
Dia tidak ingin segera kunikahi, tapi selalu memancing seperti ini. Sebenarnya apa maunya?
Gaga pun resah sendiri.
"Kakak?"
__ADS_1
"Em, Namia."
"Ya?"
"Kau syuting dengan pakaian seperti itu?" Gaga memberanikan diri bertanya. Ia khawatir Namia salah prasangka.
Namia melihat dirinya sendiri. "Tidak. Aku pakai blezer tadi. Ini hanya rompi dalam saja agar terlihat lebih elegan. Kenapa, Kak?" tanya Namia lagi.
Gaga terus mengalihkan pandangannya. "Terlalu terbuka," kata Gaga lagi.
"Oh ...."
Namia, sekarang aku harus bersabar dengan sikapmu. Tapi lihat saja jika sudah menikah. Kau milikku semata.
Pada akhirnya video call mereka dilanjutkan. Namia pun bercerita jika telah melakukan persiapan sebelum terbang ke Eropa. Gaga pun hanya bisa mendukungnya. Ia berjanji akan menjemput Namia setelah pekerjaannya selesai. Namia dan Gaga mengikat janji saat berjauhan.
Beberapa hari kemudian...
__ADS_1
Wanita berblus biru itu datang dengan menggandeng tas mahal ke sebuah rumah kecil yang ada di komplek perumahan. Ialah ibu Gaga yang tampil gaya saat memasuki rumah Namia. Ia datang sendiri dan hanya diantar oleh supirnya. Sedang Gaga masih sibuk dengan pekerjaannya. Ibu Namia pun menyambut kedatangan calon besan dengan gembira.
"Silakan, Nyonya." Dengan sopan ibu Namia memanggil ibu Gaga.
"Jangan panggil aku nyonya. Panggil jeng saja." Ibu Gaga mengajak ibu Namia lebih dekat dengan panggilan akrab.
Ibu Namia tertawa. "Baiklah. Silakan duduk. Ini rumah kecil Namia. Gaga juga sudah menelepon sebelumnya." Ibu Namia bercerita.
Ibu Gaga mengangguk. "Aku ada urusan serius yang harus segera dibicarakan. Aku harap Jeng tidak keberatan," kata ibu Gaga.
Ibu Namia mengangguk. Keduanya pun mulai membicarakan putra putri mereka. Membahas pertunangan untuk mengikat Namia. Sedang Namia sendiri masih sibuk di lokasi syutingnya. Ia sedang membaca skenario yang akan dimainkan sebelum terbang ke Eropa. Sepertinya pertunangan itu juga akan segera terselenggara.
Sabtu, pukul sebelas siang...
Hari ini Gaga tampak meluangkan waktunya untuk mengantar Namia ke bandara. Namia bersama kru film akan segera memulai penerbangannya. Tampak Gaga yang mendampingi Namia sebelum keberangkatan. Desas-desus akan hubungan mereka pun semakin melebar.
"Lihat! Sepertinya berita di akun gosip itu benar!" Salah seorang petugas bandara melihat Gaga menemani Namia.
__ADS_1
Kebersamaan Namia dan Gaga telah terciduk media gosip ibu kota. Desas-desus hubungan mereka pun mulai digoreng untuk dijadikan konsumsi bersama. Namun sayang, hal yang beredar itu belum sampai ke telinga mereka. Sehingga Gaga dan Namia bersikap biasa-biasa saja. Gaga pun tanpa segan menunjukkan kepeduliannya terhadap Namia. Yang membuat banyak orang membenarkan hubungan mereka.
"Kakak, aku berangkat." Tak lama terdengar pemberitahuan tentang keberangkatan Namia beserta kru filmnya.