NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Mulai Perhatian


__ADS_3

"Untuk sementara kan bisa. Ya, hitung-hitung sambil pendekatan sama Namia. Lo tahu sendiri Namia kan masih baru. Kita butuh seseorang yang sudah makan asam garam di dunia hiburan ini. Terutama dunia musik. Namia masih butuh bimbingan intens, Ga." Tomi membantu Doni membujuk Gaga.


Doni, Tomi dan Gaga sedang membicarakan siapa yang akan menjadi manajer Namia sementara waktu. Karena pihak DDE belum memberikannya. Namia masih sangat baru sehingga belum banyak jam terbangnya. Doni dan Tomi pun sepakat menunjuk Gaga sebagai manajer Namia sementara. Tapi Gaga menolaknya. Ia tidak ingin kerepotan dengan jadwal tambahan.


Namia sendiri kini sedang diminta untuk membaca baik-baik perjanjiannya bersama pihak DDE. Di mana ada hak dan kewajiban yang harus Namia lakukan terhadap perusahaan. Bos DDE sendiri tampak sedang menerima tamu di lobi kantor. Sehingga Namia berada sendirian di ruang kerja bos. Namia pun membaca dengan saksama semua penjelasan yang ada di sana. Hingga akhirnya ia selesai juga. Namia pun membulatkan tekadnya untuk bekerja sama.


Namia ingin sekali membahagiakan ibunya yang berprofesi sebagai seorang perawat. Ia ingin membuat ibunya segera pensiun dari pekerjaannya yang sangat menguras waktu dan pikiran.


Namia ingin membuat ibunya berkecukupan tanpa perlu bekerja keras di masa senjanya. Sehingga ia memutuskan untuk menjadi penyanyi selepas kuliah nanti. Tapi sayang, ternyata jalan kehidupan itu tidak sesuai ekspektasi. Namia pun harus mengalami kegagalan di malam kemarin. Dan kini ia mencoba bangkit lagi.


"Bagaimana, Namia?" Bos DDE akhirnya kembali ke ruangannya selepas mengantar kepergian tamunya.


"Baik, Pak. Saya sudah selesai membaca semuanya." Namia mengatakan.


Bos DDE duduk dihadapan Namia. "Apakah kau berminat untuk bekerja sama?" tanya bos DDE lagi.

__ADS_1


"Ya, Pak. Saya sangat berminat," jawab Namia dengan penuh semangat.


"Bagus. Kalau begitu segera tanda tangani perjanjian ini lalu cap tiga jari. Kita akan segera memasuki fase awal kehidupanmu sebagai artis di DDE." Bos meminta Namia.


"Baik, Pak."


Namia pun segera menandatangani perjanjiannya. Dengan penuh kesadaran dan tanpa ada keterpaksaan. Namia ingin meraih mimpinya. Tekad bulat itu sudah membara di jiwanya.


Sepulang dari DDE...


"Kita makan dulu ya."


Gaga mulai menunjukkan perhatiannya kepada Namia. Sontak Namia pun hanya mengangguk saja. Mereka kemudian melaju ke restoran Korea.


"Aku ingin makan daun perilla hari ini. Kau mau coba?" Gaga menoleh ke arah Namia.

__ADS_1


"Aku ikut Kakak saja." Namia pun menjawabnya.


Gaga tersenyum. Ternyata Namia benar-benar gadis penurut seperti apa yang dikatakan Tomi. Gaga pun jadi senang hati.


"Pacarmu tidak marah kan jika nanti melihat kita di sana." Gaga kembali fokus melajukan mobilnya sambil bertanya.


"Em, tidak. Aku tidak punya pacar, Kak." Namia pun segera meresponnya.


Dia ternyata masih sendiri. Yes! Yes!


Gaga pun kegirangan di hati. Ternyata gadis yang ingin diajak makannya ini masih sendiri. Tak lama mereka pun sampai di halaman parkiran sebuah restoran Korea yang besar. Gaga pun memarkirkan mobil lalu mematikan mesin mobilnya. Ia keluar dari dalam mobil sambil mengajak Namia.


Gaga membukakan pintu untuk Namia. "Ayo, Namia." Saat itu juga jantung Namia berdetak kencang seketika.


Dia ternyata peduli padaku.

__ADS_1


__ADS_2