
Malam harinya...
Cuaca malam ini tampak gerimis. Padahal baru pukul tujuh malam waktu sekitarnya. Tapi sepertinya hujan itu turun untuk menyampaikan rasa empatinya terhadap Namia. Tak lama seorang pria tampan pun datang ke rumah sang gadis. Pria itu membawa mobil hitam mewahnya.
"Ini benar, kan?"
Ialah Gaga yang malam ini datang ke rumah Namia. Ia tampak memeriksa lagi alamat yang diberikan pihak TVR kepadanya. Dan akhirnya Gaga mencocokkan rumahnya.
Dia tinggal di kawasan perumahan subsidi. Tidak salah lagi jika di sini.
Gaga pun meletakkan denah lokasi yang diberikan pihak TVR kepadanya. Ia turun dari dalam mobil sambil membawa buah tangan. Gaga membawa martabak besar untuk Namia dan keluarganya. Ia pun lekas-lekas mengetuk pintu pagar rumah Namia. Yang mana tak lama seorang wanita paruh bayah keluar dari rumahnya.
"Nak Gaga?"
Ialah ibu Namia yang baru saja selesai menyiapkan makan malam. Gaga pun tersenyum kepadanya. Dan akhirnya cerita akan dimulai malam ini. Di mana Gaga memberanikan diri untuk datang ke rumah Namia sendiri.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian...
Gaga datang ke rumah Namia dan langsung disambut oleh ibu Namia sendiri. Tampak keadaan rumah Namia yang begitu sepi. Gaga pun segera duduk di ruang tamunya. Tapi di saat itu juga ia melihat Namia keluar dari dapur dengan mengenakan pakaian mini. Sontak keduanya saling terkejut lalu mengalihkan pandangan. Namia pun lekas-lekas berganti pakaian.
"Maaf ya, Nak Gaga. Namia suka telendor." Ibu Namia datang membawakan segelas teh hangat untuk Gaga.
"Terima kasih, Bu." Gaga pun tanpa sungkan menerimanya.
Sang ibu duduk tak jauh dari Gaga. "Sebenarnya ibu kecewa dengan hasil semalam. Tapi mau tak mau harus menerimanya. Nak Gaga sendiri ada apa ke sini? Apakah masih ada pakaian Namia yang tertinggal di asrama?" tanya ibu Namia.
"Maksudnya?" tanya ibu Namia lagi.
Gaga tersenyum. "Kami ingin mengajak Namia bekerja sama," kata Gaga.
"Kerja sama?!" Ibu Namia pun tampak terkejut.
__ADS_1
Gaga mengangguk. "Kami ingin merekrut Namia sebagai bagian dari agensi perusahaan. Mungkin Namia berminat," kata Gaga lagi.
"Oh ...," Ibu Namia pun mengangguk-angguk. Ia mengerti apa tujuan Gaga datang malam ini. "Sebentar ya. Ibu panggilkan Namia dulu."
Sang ibu pun beranjak bangun dari duduknya. Ia segera menuju ke kamar anaknya. Dan tak lama Namia pun keluar dari kamar dengan malu-malu kepada Gaga. Gaga pun tersenyum kepada Namia seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Padahal tadi Gaga melihat Namia berpakaian mini di depannya.
Obrolan Namia dan Gaga...
"Jadi bos Kakak ingin mengajak ku kerja sama?" tanya Namia setelah mendengar penuturan dari Gaga. Tampak ibu Namia yang menjadi saksinya.
"Ya, benar. Dia tertarik padamu untuk menjadikan keluarga besar DDE. Jika berminat, lusa akan kujemput untuk membicarakan kelanjutan kerja sama ini," tutur Gaga lagi.
Sontak saja Namia merasa senang mendengarnya. "Tentu aku mau, Kak. Aku sangat berminat. Tapi, aku tidak punya uang untuk mempromosikan diri. Aku khawatir mengecewakan DDE." Namia takut mengecewakan banyak orang.
Gaga tersenyum. "Jangan mengkhawatirkan hal itu. Kami sudah membicarakan sebelumnya. Dan sepertinya kau akan mengetahuinya sendiri nanti. Atau untuk lebih jelasnya, lusa kau bisa menanyakan langsung kepada bos kami." Gaga menuturkan.
__ADS_1