NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Mengenal Lebih Dalam


__ADS_3

Saat bersama, waktu terasa begitu cepat. Namia pun seringkali melihat ke arah Gaga yang duduk di belakang kamera. Ia tersenyum karena merasa senang Gaga menemaninya. Padahal Namia tahu jika Gaga sedang cuti. Ia juga tahu jika sebentar lagi akan terjadi pergantian manajernya. Maka dari itu Namia memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini untuk bersama. Karena tahu Gaga tidak akan lagi menjadi manajernya.


Gaga akan berhenti sebagai manajer Namia setelah pihak DDE memberikannya. Jadwal kegiatan Namia semakin lama semakin banyak. Sedang pekerjaan Gaga tidak bisa lama ditunda. Gaga mempunyai pekerjaan tersendiri yang harus segera diselesaikan. Sehingga karena itulah pihak DDE mencarikan manajer untuk Namia. Tentunya dengan semua persyaratan yang ada. Dan kini Namia pun diberikan sovenir oleh pihak acara.


"Terima kasih, Kak." Namia pun berucap terima kasih saat acara talkshow berakhir.


"Senang bisa bekerja sama denganmu, Namia." Para kru pun bersalaman dengan Namia.


Namia adalah didikan Gaga. Keramahtamahan dan profesional kerja selalu ditanamkan oleh Gaga. Sehingga Namia sudah mulai terbiasa. Sikapnya pun menjadi perbincangan banyak media. Namia begitu menghargai orang tanpa peduli dari mana asalnya. Gaga pun merasa senang karena telah berhasil mendidik Namia.


"Kita langsung pulang ya."


Gaga pun mengajak Namia. Keduanya menuju lantai dasar bersama. Namia pun mengangguk dan hanya diam saja. Ia menikmati malam bersama manajer sementaranya.


Di pertengahan jalan...

__ADS_1


"Kak, Kak Gaga benar-benar ingin menikah?" tanya Namia ke Gaga tiba-tiba.


Gaga menoleh cepat ke arah Namia sambil melajukan mobilnya. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Gaga balik.


Namia menahan senyum yang hampir terlukis di wajahnya. "Kemarin Kakak bilang sendiri padaku. Tapi tidak ada yang mau. Bukankah begitu?" Namia mengingatkan perkataan Gaga kembali.


Gaga tertawa. "Hah, ya. Memang." Ia merasa malu sendiri.


"Memangnya usia Kakak berapa?" tanya Namia lagi.


"He-em. Sepertinya di Wikipedia itu bohong," kata Namia lagi.


Gaga pun tertawa tak tertahankan. "Kita mampir di warung pecel lele saja ya. Sepertinya kau belum makan malam ini." Gaga pun menyindir Namia.


Eh?! Apa maksudnya???

__ADS_1


Namia pun bertanya-tanya sendiri. Sedang Gaga tersenyum melihat ke arahnya. Gaga seperti tahu jika Namia lapar. Sehingga banyak bicara dan bertanya malam ini. Pada akhirnya mereka pun mampir di warung pecel lele sebentar.


Setengah jam kemudian...


"Terima kasih."


Pesanan Namia dan Gaga sudah jadi. Pelayan warung pun mempersilakan keduanya untuk makan. Gaga dan Namia juga segera mencuci tangannya di kobokan. Mereka akan bersantap menggunakan tangan. Tidak menggunakan sumpit, sendok ataupun garpu. Sontak malam ini menjadi kesan tersendiri bagi mereka. Keduanya seperti sudah saling mengenal lama.


"Aku sebenarnya ingin cepat menikah juga. Sama seperti Kak Gaga. Tapi sayang, belum ada yang berani melamarku." Namia membuka percakapannya malam ini.


Sontak Gaga hampir tersedak minumannya. "Oh, ya?! Benar, kah?!" Ia pun lekas mengambil tisu untuk menyeka mulutnya.


"He-em. Sepertinya susah untuk mendapatkan pria gentle saat ini."


Namia berkata lagi. Ia menyuap nasi ke dalam mulutnya. Sontak Gaga pun berpikir sendiri.

__ADS_1


Apakah perkataannya ini sebuah kode keras untukku? Apakah dia ingin segera kunikahi? Tapi aku belum mengungkapkan perasaan apapun padanya. Apakah bisa lekas menikah tanpa kata cinta?


__ADS_2