
"Jadi aku bisa menjalani enam bulan saja?" tanya Namia sebelum keluar dari mobil Gaga.
Keduanya kini telah sampai di depan rumah. Gaga pun mematikan mesin mobilnya.
Gaga mengangguk. "Tapi tidak bisa dipublikasikan," kata Gaga lagi.
"Hmmm ...." Namia pun tampak berpikir.
Gaga tersenyum. "Sudah, kita turun dulu ya." Gaga pun mengajak Namia keluar mobilnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Gaga menceritakan hasil pertemuannya dengan bos DDE. Ia juga menceritakan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi jika ingin segera menikah. Namia pun mempertimbangkannya. Yang mana ternyata pernikahan mereka tidak bisa dipublikasikan. Itu berarti hanya kerabat terdekat saja yang boleh datang. Itu juga harus dapat dipercaya tidak akan membocorkan. Yang mana membuat Namia berpikir ulang.
"Aku akan memikirkannya, Kak." Namia pun berkata seperti itu kepada Gaga.
Gaga mengangguk. "Kalau begitu aku langsung pulang ya. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan." Gaga berpamitan.
__ADS_1
"Eh? Tapi masih sore." Namia melihat jam di tangannya.
Gaga tersenyum. "Nanti kutelepon jika senggang," kata Gaga lagi.
"Telepon? Tidak mau. Aku tidak bisa melihat Kakak sedang bersama siapa." Namia menolak tawaran Gaga.
"Hahaha." Gaga pun tertawa. "Baiklah, kita video call." Gaga menyerah.
"Oke."
Hati-hati, Kak. Terima kasih telah mengantarku pulang malam ini.
Pukul sembilan malam waktu ibu kota dan sekitarnya...
Namia baru saja ingin tidur. Ia sudah cukup lelah dengan aktivitas hari ini. Tampak dirinya yang telah mematikan lampu kamar. Dara cantik itu juga meletakkan ponselnya ke meja kecil samping kasur. Tapi tak lama kemudian sebuah pesan diterimanya. Sebuah pesan dari sang manajer untuknya. Namia pun segera membacanya.
__ADS_1
"Tawaran main film? Jadi pemeran pembantu?"
Dan akhirnya Namia mengetahui isi dari pesan manajernya itu. Namia ditawari menjadi pemeran pembantu di sebuah film.
"Casting kemarin aku lolos, tapi bayarannya tidak sesuai. Ini ditawari lagi dari rumah produksi yang berbeda. Tapi film layar lebar. Aku harus fokus selama satu-dua bulan ke depan. Apa tidak apa menerimanya? Tapi akan sangat sulit sekali untuk bertemu kak Gaga."
Namia tampak mempertimbangkan tawaran itu. Ia kemudian membalas pesan sang manajer dengan meminta waktu untuk memikirkannya. Namia berpikir ulang jika menerima tawaran main film layar lebar. Yang mana selama satu atau dua bulan ke depan waktunya akan terkuras untuk syuting. Sehingga Namia tidak bisa bertemu Gaga sering-sering.
Mungkin aku beristirahat saja. Kak Gaga juga belum menghubungiku. Mungkin dia masih sibuk di sana.
Pada akhirnya Namia merelaksasikan tubuhnya. Ia pun memejamkan mata di tengah lampu kamar yang telah dimatikan. Namia ingin beristirahat setelah lelah beraktivitas hari ini. Ia ingin menjaga kecantikannya dengan tidur di awal waktu. Namia harus menjaga penampilannya. Karena ia adalah artis DDE sekarang. Di mana pundi-pundi uang didapatkannya dari sana.
Satu minggu kemudian...
Botol-botol softdrink terlihat memenuhi meja studio rekaman milik Gaga di DDE. Di sana juga terlihat si empu studio yang sedang merenggangkan kedua tangannya. Wajahnya terlihat lelah sekali. Pekerjaannya masih belum selesai hari ini. Ia masih harus mengatur baik-baik komponen lagunya.
__ADS_1