
Namia pun merasa kesal. Ia cemberut di samping Gaga. Ia kesal karena ceritanya diabaikan.
"Em, maaf." Gaga pun langsung meminta maaf kepada Namia.
Namia mengalihkan pandangannya dari Gaga. "Kakak akhir-akhir ini aneh. Apa sedang memikirkan wanita lain, ya? DDE kan banyak artis-artis cantik, kaya, dan juga terkenal. Sedang aku--"
"Namia, bukan begitu." Gaga segera menyela perkataan Namia.
Namia menoleh ke Gaga. "Lalu apa? Sejak di studio, Kakak seperti orang ketakutan. Apa Kakak malu menjalin hubungan denganku?" tanya Namia yang tiba-tiba merasa insecure.
"Hah ...," Gaga mengembuskan napasnya. "Aku khawatir peranmu akan memperburuk keadaan." Gaga akhirnya mengatakannya.
"Memperburuk?" Namia bertanya-tanya.
Gaga mengangguk. "Jika sudah terjun di dunia entertain, jangankan hanya adegan pelukan atau ciuman. Adegan ranjang pun harus dilakukan." Gaga menjelaskannya.
"Jadi karena itu Kak Gaga banyak melamun?" Namia meminta kepastian.
Gaga mengangguk kembali. "Aku takut tidak bisa menjagamu dengan baik saat kita jauh. Aku juga khawatir dunia entertain akan menjerumuskanmu. Bisakah kau hanya menerima job menyanyi saja?" tanya Gaga ke Namia.
Seketika Namia merenungi hal ini. Ia pun jadi memikirkannya. "Tapi aku telah menandatangani kontraknya, Kak." Namia menceritakan.
__ADS_1
Saat itu juga Gaga seperti tidak bisa berbuat apa-apa. "Dua sampai tiga minggu ke depan, aku masih sibuk membuat pesanan. Kemungkinan tidak bisa menemanimu syuting di Eropa. Mungkin aku akan mengutus orang saja untuk menjagamu." Gaga akhirnya mengambil keputusan.
Namia terenyuh mendengarnya. Ia merasa senang dengan sikap Gaga. "Kak."
"Hm?"
"Kakak tampan." Namia pun memuji Gaga.
Seketika wajah Gaga merah merona. Ia pun mengalihkan pandangannya dari Namia.
"Tapi bohong!" kata Namia lagi.
"Namia?!"
"Namia!"
Gaga merasa kesal. Ia beranjak berdiri untuk menghukum Namia. Tapi Namia berusaha melindungi dirinya sambil tertawa. Ia pun berniat lari dari Gaga. Tapi Gaga segera menahannya. Hingga akhirnya Namia pun jatuh di atas Gaga. Ia kehilangan keseimbangannya.
"Aduh!"
Tapi saat itu juga Gaga menahan Namia agar tidak terbentur dirinya. Alhasil Namia pun tertahan di atas Gaga. Kedua pasang bola mata itu saling bertatapan dengan dekatnya.
__ADS_1
"Kak Gaga ...."
"Namia ...."
Hangat napas itu saling bertukar di udara. Namia pun memerhatikan Gaga yang berada di bawahnya. Sedang Gaga memerhatikan Namia yang berada di atasnya. Pakaian Namia yang terbuka membuat Gaga bisa melihat sesuatu yang menggantung di sana. Tubuhnya pun mulai terbakar bak kobaran api di hutan yang lebat. Gaya tarik-menarik itu begitu kuat dirasakannya.
"Namia, jika memang harus ada adegan ciuman. Maka aku ingin jadi yang pertama." Gaga berkata demikian.
Namia tersenyum. "Kakak ingin?" Dan entah mengapa Namia malah menanggapinya.
"He-em."
Gaga mengangguk pelan. Ia tampak pasrah dan tidak melawan. Sekujur tubuhnya mulai merasakan nyaman.
Namia tersenyum. "Tapi apakah Kakak bisa dipercaya?" Namia tampak mengerti apa yang Gaga bicarakan.
"Apa aku terlihat seperti pengkhianat?" tanya Gaga balik.
Namia menggelengkan kepalanya. "Aku harap itu benar."
Namia pun mendekatkan wajahnya ke Gaga. Perlahan-lahan, sesenti demi sesenti. Hingga akhirnya ujung hidung itu bersentuhan. Gaga pun tidak melakukan perlawanan. Ia biarkan hangat napas Namia menerpanya. Rasa nyaman itu telah dirasakannya.
__ADS_1
Miliki aku, Namia.
Dan cinta itu membutakan kedua insan yang sedang dimabuk asmara. Tanpa peduli sedang berada di mana dan bersama siapa.