
"Kakak ... apakah Kakak Serius?" Namia bertanya, ia ingin memastikan.
Gaga mengangguk. "Aku ... menyukaimu. Tapi tidak pandai merangkai kata. Jadi aku langsung ke intinya saja." Gaga mengatakannya.
Namia pun tertawa kecil di samping Gaga. "Jadi kita jadian?" tanya Namia lagi.
Gaga mengangguk dengan cepat.
Namia memutar bola matanya ke atas. "Em, lalu apa tanda jadiannya?" tanya Namia. Ia berusaha meredakan kecanggungan yang ada.
Gaga tersentak. Ia tidak tahu apa tanda jadiannya bersama Namia.
"Kalau lo sulit basa-basi, lo langsung ke intinya aja, Ga. Lo ungkapin kalau lo suka sama dia. Tapi kasih jeda waktu biar dia juga bisa mikir mau menjawab apa. Jangan terburu-buru walau hati lo deg-degan minta ampun. Lo ngerti, kan?" Gaga teringat dengan kursusnya bersama Tomi.
"Apakah gue harus nyium dia?" tanya Gaga polos.
Tomi menepuk jidatnya. "Jangan sekali-kali lo nyentuh dia kalau enggak dikasih izin. Lebih baik lo tanya dulu, bolehkah aku menciummu? Bolehkah aku memegang tanganmu? Itu lebih baik buat newbie seperti lo," kata Tomi lagi.
__ADS_1
Gaga manggut-manggut saat kursus bersama Tomi. Ia pun menuruti semua saran dari Tomi. Gaga adalah seorang newbie. Ia belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Atau lebih tepatnya belum pernah dekat dengan wanita. Gaga masih harus banyak diajari.
.........
Bagaimana ini? Namia minta tanda jadi dariku. Apakah aku harus memberinya dompetku? Ah, tidak. Namia juga sudah punya penghasilan sendiri. Nanti dia malah tersinggung jika kuberi uang. Lalu tanda jadian apa yang harus kuberikan padanya? Argh! Aku tidak tahu! Aku tidak bisa berpikir.
Gaga terlihat frustrasi sendiri.
"Kak? Kak Gaga?" Namia pun menegurnya.
"Eh, iya, Namia." Gaga pun segera tersadar dari lamunannya.
"Em ... anu ... ak-aku bingung." Gaga pun terbata menjawabnya.
"Bingung?" tanya Namia lagi.
Gaga mengangguk.
__ADS_1
Namia tersenyum. Ia tahu jika Gaga sulit merangkai kata untuknya. Pada akhirnya Namia berinisiatif untuk memulainya. Namia mendekatkan dirinya ke Gaga. Ia lalu mencium pipi Gaga.
"Muach!"
Dan akhirnya Gaga pun merasakan ciuman dari seorang wanita. Saat itu juga Gaga tidak bisa berkata apa-apa. Ada perasaan aneh di dalam hatinya. Di mana api dan air berpadu menjadi satu dan membentuk seperti lingkaran Yin dan Yang. Gaga bingung mengartikan bagaimana perasaannya.
Namia tersenyum. "Ayo, Kak. Sudah malam. Besok aku ada jadwal kegiatan." Namia pun mengajak Gaga pulang.
"Oh, ya."
Gaga pun hanya menjawab seperti itu. Ia masih speechless terhadap apa yang terjadi barusan. Pada akhirnya Gaga menghidupkan mesin mobilnya. Ia melajukan mobilnya kembali, memasuki perumahan Namia. Cerita cintanya pun dimulai dari sini. Hati Gaga berbunga-bunga malam ini. Ia akhirnya menemukan wanita idamannya, Namia.
Lusa kemudian...
Hari ini Gaga pulang kerja lebih awal. Ia pun mampir ke sebuah toko yang menjual perlengkapan pernikahan. Seperti gaun, aksesoris dan perlengkapan seserahan. Gaga pun ingin membelikan Namia cincin. Yang mana ingin sekali Gaga pakaikan langsung ke jari manis Namia.
Hati Gaga sedang berbunga-bunga. Ia jatuh cinta. Dan kini ia sedang melihat-lihat apa saja yang dijual di toko perlengkapan pernikahan ini. Gaga lalu tertarik pada sebuah gaun yang dipajang di sana. Tapi karena warnanya bukan putih, Gaga mengurungkan niat untuk membelinya. Karena setahu Gaga gaun pernikahan adalah putih. Sehingga Gaga melihat-lihat yang lainnya.
__ADS_1
Aku ke toko perhiasan saja.
Pada akhirnya ia melangkahkan kaki menuju toko perhiasan. Ia ingin membelikan cincin untuk Namia. Ia ingin memberikan hadiah sebagai rasa bahagianya. Ia juga bersyukur karena Namia mau menerima keluarganya. Terutama sang ibu yang bicara apa adanya. Gaga ingin mengikat Namia secepatnya. Ia jatuh cinta.