
Gaga mengangguk. "Hati-hati." Ia pun melepas kepergian Namia.
Namia melihat ke kanan dan kiri. Tampak sang manajer yang pura-pura tidak melihat kebersamaannya dengan Gaga. Namia kemudian berbisik di telinga kekasihnya.
"Aku sebenarnya ingin menciummu, Kak. Tapi ini di ruang publik. Kita sambung saat sudah di Paris saja ya." Namia berbisik kepada Gaga.
Gaga terdiam. Ia memerhatikan gadisnya. "Jangan banyak pikiran. Dan jangan nakal di sana." Gaga berpesan.
Namia bertolak pinggang. "Mana mungkin. Harusnya aku yang berkata seperti itu." Namia pun cemberut. Ia mengingat berapa banyak artis DDE yang memesona.
Gaga menjitak kepala Namia dengan kepalan tangannya. "Sudah sana. Fokus kerja!" Ia pun meminta Namia untuk segera berangkat.
"Aw!" Namia pun memegangi kepalanya yang terkena jitakan Gaga. "Awas ya, Kak. Wee!" Namia menjulurkan lidahnya.
Gaga menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia merasa harus bersabar menghadapi sikap manja kekasihnya. Ia pun melihat kepergian Namia. Lina juga ikut berpamitan padanya.
__ADS_1
Semoga saat pulang kau sudah siap kupinang, Namia.
Dan akhirnya Gaga pun ditinggalkan oleh Namia. Namia berangkat ke Eropa bersama kru film yang lainnya. Namia akan menjadi second lead di film layar lebar pertamanya. Sedang Gaga mendoakan keberangkatannya. Ia berharap pulang nanti Namia sudah siap menjadi istrinya.
Sore harinya...
Pria berkaus putih itu masuk ke ruangan sang bos. Tampak wajahnya yang lelah setelah berusaha memenuhi pesanan perusahaan. Ia pun mengetuk pintu dan menyapa bos yang sedang mengambil dokumen di lemari. Ialah Gaga yang menemui Feng hari ini.
"Bagaimana pekerjaanmu?" Dan begitulah yang ditanyakan bos DDE kepada Gaga.
Gaga menarik kursi lalu duduk di depan meja bosnya. "Sepertinya aku kurang berbakat dengan lagu tema perselingkuhan." Gaga mengutarakan.
"Ada apa Bapak memanggilku? Bukankah pengisi soundtrack film ini baru akan datang minggu depan?" Gaga menanyakannya.
Sang bos meletakkan dokumen yang diambilnya. Ia kemudian berbicara kepada Gaga. "Ada berita tak sedap beredar di luar sana. Apa kau sudah mengetahuinya?" tanya Feng ke Gaga.
__ADS_1
"Berita? Tentang apa?" tanya Gaga yang benar-benar tidak mengetahuinya.
Sang bos menghela napas. "Tentang kau dan Namia. Ada wartawan yang memotret kebersamaan kalian di taman kota." Sang bos menunjukkan berita yang dilihatnya.
Gaga membaca saksama berita itu. Dan entah mengapa ia merasa kesal dengan berita yang beredar. Ia pun menghela napasnya berulang kali.
"Bagaimana menurutmu? Apakah DDE harus mengklarifikasi hal ini?" Sang bos menanyakan.
Gaga berpikir tenang. Rasa lelahnya harus bertambah kala melihat judul berita yang ditayangkan salah satu media. Gaga pun mencoba berlapang dada.
"Mungkin memang seperti itu cara mereka mencari nafkah, Pak. Semoga saja ada hikmahnya." Ia tampak memaklumi berita yang beredar tentang dirinya.
"Kalau begitu pihak DDE tidak perlu mengklarifikasinya. Kita ambil keuntungan dari berita ini. Anggaplah ini adalah gimmick yang diinginkan terjadi. Kau pasti mengerti," kata bosnya lagi.
Gaga mengangguk. "Aku mengerti, Pak." Gaga pun mengiyakannya.
__ADS_1
"Baguslah. Kalau begitu persiapkan lagunya dengan baik. Kita lakukan rekaman minggu depan." Sang bos berpesan lagi.
Sore ini Gaga harus melihat berita yang berkaitan dengan dirinya dan Namia. Yang mana membuat Gaga bertambah lelah saja. Tetapi sebagai publik figur, Gaga harus bisa mendinginkan kepalanya. Ia tidak boleh gegabah.