NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Mengaku Salah


__ADS_3

"Kak, aku sangat lelah. Jika ingin marah jangan saat ini, ya." Namia memintanya lagi.


Gaga masih diam. Ia seakan tidak peduli. Kekesalan di hati Namia mulai muncul karena rasa lelahnya. Hingga akhirnya Namia bergantian marah kepada Gaga.


"Baiklah." Ia pun mendaratkan ciumannya di bibir Gaga. Saat itu juga Gaga terkejut seketika. "Ini utang di bandara. Aku sudah melunasinya."


Namia pun beranjak pergi. Ia tidak lagi membujuk Gaga kembali. Namia meninggalkan Gaga tanpa berkata apa-apa lagi. Gaga pun termenung sendiri. Ia hanya bisa melihat Namia pergi.


Pukul sebelas malam waktu Kota Paris dan sekitarnya...


Saat ini Gaga tengah termenung di dalam kamar hotelnya. Ia memikirkan kejadian yang baru saja terjadi. Di mana ia tenggelam dalam rasa cemburunya. Gaga pun berdiam diri setelah bertemu Namia. Ia ingin menenangkan hatinya.


Apakah aku terlalu posesif padanya?


Gaga duduk di pinggir kasur sambil merenungi kejadian tadi. Di mana ia tidak memedulikan Namia lagi. Namia sudah berulang kali membujuknya. Tapi Gaga tidak luluh juga. Hingga akhirnya Namia bergantian marah. Dan kini wanita itu tidak memedulikannya. Gaga jadi serba salah.


Telepon?


Tak lama dering ponsel pun berbunyi. Gaga pun segera melihat siapa gerangan yang meneleponnya. Dan ternyata adalah Lina, manajer Namia sendiri.


"Halo?"


Gaga mengangkat telepon itu. Suara Lina pun terdengar dari sana. Gaga tampak mendengarkan penjelasan dari Lina. Saat itu juga ia tahu jika telah salah sangka kepada Namia.

__ADS_1


"Jam berapa dia selesai syuting?" tanya Gaga ke Lina.


"Jam dua belas, Pak. Kami akan menginap di Royal hotel." Lina memberi tahunya.


"Baiklah. Nanti aku akan tiba terlebih dahulu di sana," kata Gaga lagi.


"Baik, Pak."


Dan akhirnya telepon itu terputus. Gaga pun bersiap-siap ke penginapan Namia. Ia ingin menemui Namia di sana dan meminta maaf atas sikapnya. Gaga menyadari jika ia terlalu cemburu kepada Namia. Sampai ia tidak peduli lagi dengan kegigihan Namia yang membujuknya. Cemburu itu membutakan mata hatinya.


Satu jam kemudian...


Namia baru saja sampai di penginapannya. Ia pun membuka pintu kamar hotel dengan wajah yang lelah. Melepas mantel dan juga meletakkan tasnya. Namia merenggangkan otot lehernya.


Namun, suara seseorang itu mengejutkannya. Namia terkejut manakala mendengar suara seseorang yang dikenalnya.


"Kakak?!"


Ia pun menoleh, melihat siapa gerangan yang ada di kasurnya. Dan ternyata Gaga sudah terbaring di sana.


Gaga tersenyum. "Malam ini aku ingin menuntut lebih," kata Gaga ke Namia.


Namia cemberut. "Bagaimana kau bisa masuk ke sini?! Dasar pencuri!" Namia pun menunjukkan sisi kesalnya kepada Gaga.

__ADS_1


Gaga tersenyum. Ia beranjak bangun. Gaga pun mendekati Namia yang sedang marah padanya. Ia kemudian menarik dagu Namia dengan jari telunjuknya.


"Jangan marah-marah. Bagaimana jika kita selesaikan di kasur saja?" Gaga menggoda Namia.


Saat itu juga Namia semakin bertambah kesal padanya. Namia pun memukuli Gaga.


"Tidak ada yang mau satu kasur denganmu. Pergi!"


Namia mengambil tas kecilnya lalu dipukulkan ke Gaga. Sontak Gaga berusaha menghindarinya. Namun, karena Namia sudah terlanjur kesal padanya, Namia pun memukuli Gaga dengan membabi buta. Sontak badan Gaga pun jadi sakit-sakit semua.


Biarkan badanku sakit asal kau tidak meninggalkanku, Namia.


Dan begitulah cinta jika telah menyerang hati manusia. Membutakan siapa saja sampai tidak mempunyai logika. Semua terasa indah dan bahagia.


...... ...


...Gaga...



...Namia...


__ADS_1


__ADS_2