
"Tunjukkan jika kau yang juara malam ini. Lupakan semua yang sudah terjadi. Pemirsa TV nanti bisa menilainya sendiri."
Dan itulah yang dikatakan Gaga kepada Namia. Namia pun mengerti. Ia bersiap-siap untuk tampil sebelum tiga besar menunjukkan diri.
Aku tidak boleh mengecewakan kak Gaga. Dia telah banyak membantuku selama satu bulan ini. Padahal jadwal kegiatannya juga banyak. Tapi dia masih sempat-sempatnya mau menjadi manajer sementara untukku. Aku harus menunjukkan profesionalitas kerja. Aku pasti dapat membuatnya bangga.
Namia pun menarik napas panjang-panjang lalu dikeluarkannya perlahan. Studio satu TVR sudah disiarkan langsung. Namia pun menunggu giliran untuk bernyanyi. Ia kedapatan menjadi penyanyi ke empat malam ini.
Penampilan Namia, Flashlight Jessie J...
Suara piano mulai diperdengarkan. Namia pun mulai bernyanyi di tengah panggung pementasan. Ia tampak cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya. Namia seperti pengantin wanita yang sedang menyenandungkan lagu untuk prianya.
"When tomorrow comes, I'll be on my own.
__ADS_1
Feeling frightened of the things that I don't know. When tomorrow comes. Tomorrow comes. Tomorrow comes... "
Namia menyanyikan lagu dengan sangat baik. Gaga pun memerhatikan Namia dari depan panggung dengan sangat antusias sekali. Ia membayangkan jika bersama Namia suatu hari nanti. Tapi perasaan itu masih ditahannya di dalam hati.
"I got all I need when I got you and I.
I look around me, and see a sweet life.
I'm stuck in the dark but you're my flashlight.
Namia terus menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Ia tidak peduli lagi dengan hal menyakitkan yang pernah terjadi. Namia tampil profesional malam ini. Dewan juri pun tampak terpukau dengan penampilannya. Hingga Namia menyanyikan nada tinggi di lagu ini. Ia melakukan interloud lagu.
"You're my flashlight, light, light. You're my flashlight. Ooooh..."
__ADS_1
Suara Namia terdengar menggema. Memenuhi seisi studio TVR malam ini. Ia tidak ragu untuk mengambil nada tinggi. Dan akhirnya Namia berhasil tampil memukau. Gaga pun melakukan standing applause untuknya. Gaga mengapresiasi Namia.
You're my flashlight, Namia.
Penampilan Namia malam ini pun berakhir. Ia adalah juara sesungguhnya. Mantan pelatih vokalnya pun ikut meneteskan air mata, karena merasa terharu dengan kemajuan Namia. Tentunya tidak lepas dari bantuan Gaga. Namia menuruti semua saran yang Gaga berikan. Dan akhirnya ia menjadi permata di industri musik dalam waktu sekejap saja.
Selepas acara selesai...
Saat ini pukul satu malam waktu sekitarnya. Namia pun baru saja masuk ke mobil Gaga dengan masih mengenakan gaunnya. Gaga pun segera memberikan jasnya kepada Namia agar gadis itu tidak kedinginan. Dan Gaga segera mengantarkan Namia pulang ke rumahnya. Ia tahu jika Namia kelelahan.
Di sepanjang perjalanan Namia mencoba untuk terus tersadar. Tapi ternyata rasa kantuk itu terlalu kuat menerjangnya. Hingga tanpa sadar Namia pun merebahkan kepalanya di bahu Gaga. Saat itu juga Gaga melihat ke arah Namia. Rasa iba di hatinya muncul saat melihat Namia lelah. Tapi profesional kerja harus tetap menjadi yang utama. Gaga pun tahu risikonya. Sehingga ia membiarkan Namia tertidur di bahunya.
Bersabarlah Namia. Hari indah itu akan tiba. Kau tidak perlu berlelah lagi menghadapi kerasnya dunia. Karena aku yang akan menjadi sandaranmu. Kau bisa memegang ucapanku.
__ADS_1
Gaga pun tersenyum. Ia terus melajukan mobilnya menuju rumah Namia. Gaga akan menemani Namia berjuang dari nol. Ia akan berusaha membantu semampunya. Karena Namia adalah permata baginya. Rasa sayang itu tidak lagi bisa dipungkiri olehnya. Gaga menyayangi Namia.