NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Persiapan Ke Paris


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Semburat merah mulai tampak di langit yang indah. Sore hari tiba menyambut petang yang tak lama lagi akan datang. Seorang pria berjaket hitam pun sedang berpamitan di sana. Ia mengambil cuti untuk menemui kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Gaga yang ingin menemui Namia.


"Jadi kau akan berangkat malam ini juga?" tanya sang bos berkemeja kotak-kotak putih itu.


"Ya, Pak." Gaga mengangguk. "Sebelum dini hari aku akan berangkat ke Paris." Gaga membenarkannya.


Sang bos mengerti. "Baiklah. Titip beberapa dokumen untuk Lina. Ada uang saku untukmu dan juga mereka. Nanti aku yang akan menransfernya," kata sang bos lagi.


"Baik, Pak."


Dan akhirnya Gaga pun mendapat izin untuk menemui Namia di Paris. Cutinya mendapat persetujuan selama tiga hari ke depan. Gaga pun segera bersiap-siap untuk berangkat. Ia janjian dengan salah satu staf perusahaan. Yang mana berkaitan dengan pekerjaan Namia dan Lina di sana. Gaga pun menyiapkan dirinya.


Keberangkatan ke Paris...

__ADS_1


Saat ini pukul sepuluh malam waktu ibu kota dan sekitarnya. Saat ini juga Gaga sudah berada di pesawat keberangkatannya. Tampak dirinya yang memandangi foto Namia. Ia juga sudah menyiapkan kejutan kecil untuk Namia.


Gaga sengaja tidak memberitahukan keberangkatannya kepada Namia. Ia bersikap seperti biasanya seakan tidak melakukan apa-apa. Ia pun mematikan data ponselnya lalu mulai duduk tenang di kursi pesawat. Tampak staf DDE yang bernama Andri itu menegurnya.


"Apa tidak apa-apa tidak memberitahukan manajer Lina tentang keberangkatan kita, Pak?" Andri tampak santun berbicara kepada Gaga.


"Tidak apa. Aku ingin memberi kejutan pada mereka. Sekalian kita melihat bagaimana kinerja mereka di sana." Gaga menerangkan.


"Baik, Pak."


Staf DDE itu pun menurut pada Gaga. Tak lama pemberitahuan akan keberangkatan terdengar. Gaga dan Andri pun bersiap-siap terbang ke Paris untuk urusan sebuah pekerjaan dan hati. Penerbangan mereka akan segera di mulai malam ini.


"Oke, Cut!"


Tampak Namia yang baru saja menyelesaikan sebuah adegan bersama pemeran utama pria. Ia pun menarik napas panjang-panjang karena lelah.

__ADS_1


"Sudah sore, Namia. Kau ingin makan malam di mana?" tanya pemeran utama pria padanya.


Pemeran utama pria itu bernama Lee. Ia aktris terkenal yang masih muda. Usianya di bawah Gaga. Lee baru saja beranjak dua puluh tujuh tahun tiga bulan yang lalu. Ia berbeda lima tahun dari Namia.


"Aku kembali ke penginapan saja, Kak. Manajer Lina sudah mempersiapkan semuanya." Namia tersenyum.


Lee mengangguk. Pria berkemeja hitam itu tampak memaklumi alasan Namia. "Bagaimana jika tiba-tiba aku memaksa untuk makan malam bersamamu?" Namun, Lee berkata seperti itu kepada Namia. Sontak Namia tak percaya.


"Maksud Kakak?" Namia ingin memastikannya.


Lee tersenyum. "Aku ingin mengajakmu makan malam. Dua minggu ini kau pasti sangat disibukkan untuk menghafal dialog. Bagaimana jika kita mencari restauran untuk menyegarkan pikiran?" tawar Lee kepada Namia.


"Em ...." Saat itu juga Namia berpikir lama.


"Nanti aku yang bicara pada manajer Lina saja. Bagaimana? Lagipula tempatnya tidak jauh dari lokasi syuting kita." Lee tampak memulai pendekatannya kepada Namia.

__ADS_1


Aduh, bagaimana ya? Dia mengajak ku makan malam. Haruskah kutolak atau terima saja?


Namia bingung. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Sebagai junior dalam bidang akting, Namia segan untuk menolak tawaran. Ia pun dilanda kebimbangan.


__ADS_2