NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Membujuk


__ADS_3

Langkah demi langkah terlewati olehnya. Hingga akhirnya ia tiba di seberang jalan kedai kopi tersebut. Namun, sesampainya di sana, sebuah pemandangan miris dilihatnya. Di mana ia melihat Namia sedang tertawa gembira bersama Lee. Tampak keduanya semakin dekat dan mesra sekali. Saat itu juga bunga yang Gaga bawa, jatuh dari pegangan tangannya. Ia tak percaya jika Namia sudah sedekat ini dengan pemeran utama pria.


Namia ....


Gaga patah hati. Ia cemburu. Ia pun menelan ludahnya berulang kali. Sementara Namia tidak menyadari jika Gaga sudah datang. Ia terus tertawa bersama Lee. Sampai akhirnya Andri memanggil Gaga dari kejauhan. Saat itu juga Namia menyadari jika Gaga telah datang.


"Pak Gaga! Anda melupakan ini!"


Dan begitulah yang dikatakan Andri. Bersamaan dengan Namia yang tersadar jika Gaga telah datang. Namia pun melihat Gaga yang pergi.


"Kak Gaga?!"


Namia terkejut melihat kedatangan Gaga. Tentu saja ia segera berlari untuk mengejarnya. Lee pun berusaha menahannya. Tapi tak bisa. Namia segera mengejar Gaga untuk menemuinya. Sedang Gaga sendiri terus melangkahkan kaki untuk menghindari Namia. Ia patah hati.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


"Kakak! Kakak, tunggu aku!" Tampak Namia yang berlari mengejar Gaga.


Gaga tak peduli. Ia terus saja pergi.


"Kakak! Kakak kenapa?!" tanya Namia lagi. Ia pun semakin kencang berlari. Hingga akhirnya tiba di hadapan Gaga. Di dekat menara Eiffel yang ada di sana.


Namia terengah-engah. Ia melihat wajah Gaga yang cemberut tanpa tahu apa sebabnya. Sedang Gaga memalingkan mukanya dari Namia.


"Kakak, Kakak datang untuk bertemu denganku, bukan?" Namia pun mencoba menyapa Gaga kembali.


Gaga diam. Ia diam tanpa menjawab pertanyaan Namia. Sednag Namia merasa heran dengan sikap Gaga. Ia belum menyadari penyebab Gaga demikian.


Kakak?!


Namia terbelalak seketika. Ia tak tahu mengapa sikap Gaga berubah. Sampai akhirnya Gaga pun melihat ke arah Namia. Namia pun menunggu Gaga bicara.

__ADS_1


Hati itu terluka manakala cemburu memenuhi relung terdalam. Gaga terluka melihat pemandangan di depannya. Di mana Namia dan Lee bercanda tawa dengan gembiranya. Seperti tidak ada jarak lagi di antara mereka. Gaga pun merasa dikhianati Namia.


"Kau masih ingin bermain-main?" tanya Gaga ke Namia.


"Bermain-main?"


Namia pun belum menyadari apa maksud Gaga sebenarnya. Ia pun melihat ke arah Lee yang mengejarnya. Ia juga melihat Andri, staf DDE yang mendekat sambil membawa bunga mawar yang jatuh dari tangan Gaga. Saat itu juga Namia menyadari apa yang terjadi pada prianya.


"Kak, kau salah paham." Namia pun menjelaskannya.


Gaga diam. Ia hanya melirik sesaat ke Namia. Sedang Namia tampak memerhatikan dirinya.


"Kak, kau pasti melihatku bersama kak Lee tadi. Sungguh kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. Kami hanya sekedar membeli kopi bersama saja." Namia menjelaskannya lagi.


Gaga menelan ludahnya. Tentu saja penjelasan dari Namia bisa membuat hatinya sedikit lega. Tapi entah mengapa hatinya tetap tidak terima. Ia cemburu kala melihat Namia bersama pria selain dirinya.

__ADS_1


"Kak, aku rindu. Jangan marah, ya."


Namia pun berkata lagi. Ia memeluk Gaga di tengah dinginnya Kota Paris. Tapi sayang, Gaga diam saja dan tidak bergerak sama sekali. Namia pun merasa dicueki.


__ADS_2