NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Sudah Tiba


__ADS_3

"Ya. Dia sudah bilang padaku. Aku pun percaya padanya. Jika dia melakukan sesuatu yang tidak kau sukai, katakan saja padaku. Aku yang akan mengurusnya." Lina mengatakannya lagi.


Namia menghela napasnya. "Baiklah, Manajer Lina."


Dan akhirnya Namia pun mengiyakannya. Sore ini ia akan diantar pulang oleh Lee ke hotelnya. Namia pun tidak bisa menolaknya. Sang manajer sudah mengaturnya.


Beberapa jam kemudian...


Menara jam besar tampak menunjukkan pukul sembilan malam. Gaga pun baru saja keluar dari toserba kota. Ia membeli beberapa tangkai bunga untuk Namia. Bunga mawar merah yang indah dan semerbak harumnya.


"Pak, mereka sedang berada di lokasi terdekat menara Eiffel saat ini." Andri, staf DDE memberi tahu Gaga akan keberadaan Namia dan Lina.


Gaga mengangguk. "Kita ke sana." Ia pun siap untuk memberikan kejutan kepada Namia.


Gaga merasa senang. Hatinya bahagia kala sudah sampai di Kota Paris. Ia pun ingin menepati janjinya menemui Namia. Walau tidak tahu bisa menjemputnya atau tidak, tapi setidaknya ia sudah menunjukkan keseriusan pada Namia. Ia pun berharap usahanya bisa menyentuh hati Namia sehingga membuat Namia selalu setia padanya.

__ADS_1


Namia, tak lama lagi aku akan tiba di lokasi. Semoga kedatanganku bisa membuatmu menerimaku. Aku menyayangimu, Namia.


Gaga pun melaju menuju lokasi syuting Namia. Tampak dirinya yang bersama Andrian masuk ke taksi online yang ada dipesannya. Dengan hati yang bahagia Gaga akan segera menemui kekasihnya.


Sesampainya di lokasi syuting...


Malam semakin larut. Cuaca pun mulai terasa dingin sekali. Gaga mengenakan mantel hitam untuk menemui Namia malam ini. Tampak dirinya yang keluar dari mobil dan melihat kerumunan kru yang ada di sana. Ia pun meminta Andri untuk diam saja. Ia ingin memberi kejutan kepada Namia.


Namia, aku datang.


"Pak Gaga?" Dan ternyata Lina lah yang pertama kali melihat Gaga datang.


"Apa kabar, Manajer Lina?" Dan seperti biasa ia bersikap profesional saat bertemu rekan kerjanya.


"Kabarku baik, Pak. Anda tidak bilang terlebih dahulu jika akan datang ke sini?" Lina tampak terkejut dengan kedatangan Gaga.

__ADS_1


Gaga tersenyum seadanya. "Aku memang sengaja ingin memberi kejutan. Sekaligus melihat kinerja kalian. Pak Feng meminta padaku," kata Gaga lagi.


Lina mengangguk-angguk.


"Oh, ya. Di mana Namia?" tanya Gaga segera.


"Namia?" Lina tampak melihat sekelilingnya. "Namia sepertinya sedang ke kedai kopi sebentar, Pak. Apa saya harus memanggilkannya? Tidak jauh dari sini," tanya Lina kepada Gaga.


"Dia berani pergi sendiri?" Gaga pun merasa heran.


"Dia sudah besar, Pak. Kami juga sudah sering membeli kopi di sana. Apakah saya harus menelepon Namia agar cepat kembali?" tanya Lina lagi.


Gaga melihat sekitarnya. "Em, biar aku saja yang datang. Katakan di mana tempatnya," pinta Gaga.


Lina lalu menunjuk sebuah kedai kopi yang ada di sana. Gaga pun mengerti jika Namia sedang berada di sana. Ia kemudian meninggalkan Andri bersama Lina. Sedang ia menuju ke kedai kopi itu sendiri untuk menemui Namia. Tampak ia menyembunyikan bunga dan cokelat di belakang mantelnya.

__ADS_1


Namia, semoga kau suka dengan kejutan dariku ini.


__ADS_2