
Namia baru saja selesai bernyanyi. Ia pun ke belakang panggung bersama Lina. Tapi alangkah terkejutnya ia saat melihat Gaga sedang minum kopi bersama kru acara. Namia pun teringat dengan kesalnya semalam. Tapi ia mencoba bersikap profesional. Hingga akhirnya sang manajer menyapa Gaga.
"Pak Gaga?" Lina tampak formal kepada Gaga.
Gaga menoleh. Ia beranjak berdiri. Ia melihat Lina dan Namia sudah berada di belakangnya. "Sudah selesai?" tanya Gaga ke Lina. Namun, matanya itu melihat ke arah Namia.
"Sudah, Pak. Baru saja. Apa ada sesuatu yang ingin dibicarakan?" tanya Lina ke Gaga.
Gaga mengangguk. "Kita bicara di gazebo pantai saja."
Gaga pun mengajak keduanya menuju gazebo pantai. Gaga ingin berbicara langsung kepada Lina. Karena ia merasa bertanggung jawab terhadap Namia.
.........
...Gaga...
__ADS_1
...Namia...
.........
Di gazebo pantai...
"Pihak TV menghubungimu mendadak?" tanya Gaga ke Lina.
Lina mengangguk. "Iya, Pak. Saya sudah konfirmasi ulang sejak semalam. Tapi sampai pukul satu dini hari tidak mendapat jawaban yang pasti. Sehingga saya tinggal tidur dini hari. Tapi jam lima pagi tadi mereka memberi kabar jika job jadi diberikan ke Namia." Lina menjelaskan.
Gaga mengangguk-angguk. Ia kini tahu duduk permasalahan yang ada. Mengapa Namia sampai pergi pagi-pagi sekali dari rumah.
__ADS_1
Gaga menghela napasnya. "Lain kali kau tidak perlu mengambil job itu. Karena jika terus demikian, pihak TV akan selalu bersikap seenaknya kepada DDE. Dalam dunia kerja hal itu bisa membahayakan artis sendiri. Jika perkerjaan diberi mendadak, kecelakaan tunggal bisa saja terjadi. Tidak ada yang tahu bagaimana hasil dari terburu-buru itu sendiri." Gaga menjelaskan agar Lina mengerti.
Namia segera menoleh ke Gaga. Pria yang duduk di sampingnya tampak menunjukkan sikap sebagai seorang senior yang mengayomi. Tapi jika ingat sikap Gaga yang semalam, Namia pundung kembali. Rasa kesal itu masih ada di hatinya.
"Baik, Pak. Saya akan lebih mengatur ulang jadwal Namia. Mohon diberi keringanan atas hari ini." Lina pun meminta.
Gaga mengangguk. "Kalau begitu fokus untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu. Lalu susun dan atur jadwalnya. Jika ada pekerjaan baru datang, harus dari jauh-jauh hari. Setidaknya H-14. Jangan kurang. Kita perlu menunjukkan kedisiplinan dalam bekerja. Ingat! Ini industri hiburan. Apapun bisa terjadi. Jika memang rezeki, akan sampai juga. Jika tidak, sekuat apapun menahannya tak akan mendapatkannya," kata Gaga lagi.
"Baik, Pak."
Pada akhirnya percakapan serius antara Lina, manajer Namia dan Gaga pun selesai. Mereka kemudian mengalihkan percakapan terhadap penampilan Namia tadi. Gaga pun bersikap biasa-biasa saja kepada Namia di depan Lina. Hingga akhirnya Gaga sendiri yang meminta mengantarkan Namia pulang. Mereka pun akhirnya pulang bersama. Dengan mobil Lina yang melaju duluan di depan mereka. Gaga dan Namia akan bicara.
Di perjalanan, beberapa menit kemudian...
Gaga menyetir mobilnya melewati jalanan pantai yang indah. Namia pun duduk diam di sisinya tanpa berkata apa-apa. Hingga akhirnya Gaga harus mengalah. Ia membuka pembicaraannya kepada Namia.
__ADS_1
"Kau marah padaku?" tanya Gaga, menoleh ke Namia sambil menyetir pelan mobilnya.