NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Kata Sayang


__ADS_3

"Tidak." Namia pun menjawabnya.


"Tidak tapi dengan tidak mengaktifkan nomormu?" tanya Gaga lagi.


Namia terdiam. Ia mengalihkan pandangannya dari Gaga. Gaga pun tersadar jika wanita itu sedang marah padanya.


"Namia, kita sudah dewasa, bukan? Kita bisa bicarakan baik-baik." Gaga meminta.


Namia mengembuskan napasnya, menoleh ke Gaga. "Kakak ingin aku bagaimana?" tanya Namia setengah kesal kepada Gaga.


Gaga menoleh ke Namia. Ia kemudian menepikan mobilnya. Ia ingin bicara sebentar kepada gadisnya. Gaga pun segera mengerem tangan mobilnya agar tidak mundur ke belakang.


Gaga mengambil bunga dari belakang mobilnya. "Ini untukmu." Ia kemudian memberikan bunga itu kepada Namia.


Sontak Namia senang diberi bunga oleh Gaga. Tapi saat menyadari bunga apa yang diterimanya, saat itu juga ia kesal kembali. "Ini bunga lily?!" Namia tak percaya.


Gaga mengangguk. "Iya, putih dan cantik sepertimu," kata Gaga yang membuat wajah Namia merona merah seketika.

__ADS_1


Bisa-bisanya dia merayuku saat sedang kesal seperti ini.


Namia pun kesal kepada dirinya sendiri. Sedang Gaga tampak memerhatikan perubahan raut wajah Namia. Ia kemudian mengusap wajahnya.


"Aku tidak tahu apa yang kau inginkan. Aku masih terlalu bodoh dalam urusan percintaan. Ada baiknya jika ingin sesuatu, katakan saja. Itu lebih baik daripada diam seperti ini."


Gaga menyandarkan wajahnya di setir mobil. Melihat Namia yang memegang bunga lily pemberian darinya. Namia pun melihat ke arah Gaga.


"Aku sudah bilang padamu, Kak. Tapi kau acuh tak acuh padaku." Namia mulai mengungkapkan isi hatinya kepada Gaga.


"Begitu. Apa bisa dibilang hal apa yang kau ungkapkan itu?" tanya Gaga lagi sambil memerhatikan Namia dari setir mobilnya.


Gaga tersenyum. Ia mengangkat kepalanya lalu menegakkan tubuhnya. Ia kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi mobil. Ia pun menoleh ke Namia kembali.


"Kau mau tanda jadi apa, Sayang?"


Dan akhirnya, untuk yang pertama kali dalam hidupnya, Gaga berkata sayang kepada seorang wanita. Dan wanita itu adalah Namia.

__ADS_1


Namia tersipu malu mendengarnya. "Apa saja ... asal diberikan setulus hati." Namia malu-malu menatap Gaga yang terus memerhatikannya.


Gaga mengangguk-anggukkan kepala. "Tapi setelah ini kau tidak marah lagi?" tanya Gaga ke Namia.


"He-em." Namia mengangguk malu.


"Baiklah."


Gaga pun menarik napas panjangnya. Ia memutar tubuhnya ke arah Namia. Ia pun mendekatkan dirinya ke Namia. Saat itu juga Namia tahu apa yang akan dilakukan Gaga.


"Boleh aku menciummu sebagai tanda jadi itu?"


Gaga pun bertanya lembut kepada Namia. Saat itu juga jantung Namia berdetak kencang tak menentu. Ia kalang kabut sendiri menjawab pertanyaan Gaga.


"Kakak ...."


Kedua bola mata Namia pun bergerak ke kanan dan kiri. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Gaga sudah menunjukkan sisi ke-gentle-annya sebagai pria di hadapan Namia.

__ADS_1


"Aku masih menunggu jawabanmu, Namia," kata Gaga lagi yang membuat degup jantung Namia semakin tak terkendali.


Namia bingung. Ia juga risau sendiri. Gaga ingin menciumnya saat ini. Yang mana membuat Namia tidak tahu harus berbuat apa. Haruskah mengiyakannya atau tidak. Sungguh hatinya tak karuan. Sedang Gaga masih menunggu jawaban darinya. Gaga menantikan izin dari Namia.


__ADS_2