
Namia pun menggerutu di dalam hatinya. Ia cemberut di depan Gaga. Gaga selalu saja menggodanya. Kekasihnya itu sudah mulai terbuka. Sementara Gaga terus tersenyum kepada Namia. Ia merasa bahagia melihat kekasihnya.
Namia ....
Tanpa keduanya sadari, seseorang pun melihat kebersamaan itu dari kejauhan. Ialah Lee yang baru saja tiba di depan pintu masuk restoran. Namun, ia memberhentikan langkah kakinya saat melihat keduanya tengah duduk bersama. Lee memutuskan untuk membalikkan badan. Namia pun tanpa sengaja melihatnya datang.
Kak Lee?!
Sontak Gaga melihat perubahan wajah Namia. Gaga pun melihat ke belakangnya. Dan ia melihat Lee yang berjalan menjauh dari restoran.
"Sepertinya ada sesuatu yang belum terselesaikan." Gaga ikut merubah roman wajahnya. Ia tidak tersenyum lagi kepada Namia.
"Aku rasa harus meluruskan kesalahpahaman ini. Aku minta izin untuk bicara padanya." Namia mengambil keputusan.
"Untuk apa?" Gaga pun tampak enggan mengizinkan.
"Sepertinya dia telah salah sangka dengan sikapku, Kak. Tidak baik jika dibiarkan terlalu lama. Aku jadi tidak enak hati sendiri. Aku juga tidak mau diprasangka yang bukan-bukan olehnya." Namia menjelaskan kepada Gaga.
__ADS_1
"Jadi maksudmu?" tanya Gaga lagi.
"Aku akan bilang baik-baik padanya jika telah menjalin hubungan denganmu. Dan kita akan segera menikah. Aku rasa hanya itu cara terbaik agar kami tidak canggung di kemudian hari." Namia menuturkan.
Dia ingin berkata jujur kepada aktor itu? Oh, Namia. Aku tidak salah memilihmu.
Sejujurnya hati Gaga kesal saat Namia meminta izin bicara kepada Lee. Tapi Gaga tahu jika tujuan Namia baik ke depannya. Ia pun akhirnya mengizinkan Namia untuk bicara kepada aktor kenamaan tersebut. Tak lain tak bukan agar semua clear dan tidak ada rasa canggung ke depannya. Gaga berusaha bijak menerima keinginan Namia. Ia tidak bersikap otoriter kepada kekasihnya.
Sore harinya...
Sore ini burung-burung berterbangan di sepanjang trotoar jalan Kota Paris. Semburat merah juga sudah mulai menghiasi langit kala ini. Pertanda tak lama lagi petang akan tiba. Menjemput malam yang indah. Bersama sinar rembulan yang menyinari angkasa.
Semoga beruntung, Namia.
Sementara Namia tampak memulai pembicaraannya bersama Lee. Terlihat Lee yang diam saja di hadapan Namia.
"Kali ini aku yang traktir, Kak." Namia berkata seperti itu kepada Lee.
__ADS_1
Lee diam. Ia hanya tersenyum seadanya.
Namia memulai pembicaraannya. "Maaf aku harus menyita waktumu. Kebetulan hari ini kita berbeda lokasi syuting. Jadi aku sengaja datang kemari untuk bicara padamu." Namia menuturkan.
Lee mengangguk. "Aku mengerti." Ia pun hanya berkata seperti itu saja.
Namia menarik napas dalam-dalam. "Sepertinya sedang terjadi kesalahpahaman di antara kita, Kak. Aku tidak bisa membiarkannya," tutur Namia lagi.
Lee menyilangkan kedua tangannya di dada. "Kau ingin membicarakannya?" tanya Lee, menyinggung Gaga.
Namia mengangguk. "Dia calon suamiku. Kami akan menikah sebentar lagi." Namia pun dengan jujur mengatakannya. Sontak Lee terbebelak seketika.
Calon suami? Menikah?!
Ia pun tak percaya jika Gaga adalah calon suami Namia, yang mana sebentar lagi mereka akan menikah.
"Maaf jika telah membuatmu salah prasangka selama ini. Tapi kami memang berniat ke jenjang pernikahan." Namia berkata lagi.
__ADS_1
Ada hati yang terluka saat mendengar perkataan itu. Namun, ada logika yang mencoba mengambil sisi positifnya. Lee kini tahu bagaimana hubungan Namia dan Gaga yang sebenarnya. Ia mau tak mau harus terima.
Lee merasa malu sendiri. "Maaf, Namia. Mungkin aku terlalu berlebihan dalam bersikap." Ia pun menyadari kesalahannya.