NIKAHI AKU, MAS

NIKAHI AKU, MAS
Video Call


__ADS_3

"Kakak diam saja."


Dan begitulah yang diucapkan Namia ke Gaga. Sontak Gaga hanya bisa terdiam dan menikmati setiap sapuan lembut yang Namia berikan padanya. Seluruh darah di tubuhnya mengalir dengan cepat bak kilat. Hormon-hormon kelelakiannya mulai mengisi seluruh sendi tubuhnya. Gaga pun menginginkan Namia. Tapi sayang ia tidak diperbolehkan untuk berbuat apa-apa. Alhasil Namia lah yang mendominasi dirinya.


Namia, jangan tarik ulur hatiku.


Gaga pun tersenyum kala mengingat kejadian itu. Sampai akhirnya Namia menyudahinya. Ia pergi dari Gaga dengan wajah malu. Gaga pun terdiam di tempatnya. Ia kemudian menemui Namia. Menenangkan Namia jika apa yang dilakukannya tidaklah salah. Keduanya pun berpelukan dengan mesra.


Harus Gaga akui jika perasaannya semakin lama semakin membesar saja. Tapi ia juga tidak bisa menepiskan ketakutan yang ada di dalam hatinya. Gaga khawatir tidak bisa menjadi orang pertama bagi Namia. Sedang ia ingin the one and the only untuk Namia. Karena perasaan di hatinya semakin merekah bak taman bunga. Gaga ingin Namia hanya menjadi miliknya. Ia ingin memiliki Namia seutuhnya.


Telepon?


Tak lama dering ponsel pun menyadarkannya. Gaga segera melihat siapa gerangan yang meneleponnya.


"Tomi, ada apa ya?" Ia pun lekas-lekas mengangkat telepon itu. Perbincangan akhirnya terjadi di antara mereka.


Dini hari...

__ADS_1


Suara getar ponsel itu mengganggu Gaga yang sedang tertidur pulas. Getar ponsel pun membuat Gaga terbangun dari tidurnya. Ia kemudian meraba meja tidurnya untuk mengambil ponsel tersebut. Sambil mengucek matanya, Gaga pun melihat siapa gerangan yang meneleponnya. Dan ternyata adalah Namia.


"Dia menelepon?" Gaga melihat jam di ponselnya. Ia pun mengangkat telepon itu. "Halo?"


"Kakak, lama sekali mengangkat teleponnya?!" Sedang sang gadis sudah marah-marah di sana.


"Namia, di sini sudah jam dua." Gaga memberi tahunya.


"Upss." Namia terdiam seketika. Ia pun baru sadar jika perbedaan waktu keduanya cukup jauh. "Em, maaf, Kak. Di sini baru pukul sembilan." Namia tidak enak hati sendiri.


Gaga mengusap wajahnya. "Ada apa? Kenapa menelepon malam-malam?" tanya Gaga dengan lembutnya.


Gaga tersenyum. "Dua minggu lagi aku ke sana. Sabar, ya." Ia memanjakan kekasihnya.


Namia mengulet di sana. Sontak suara uletan itu terdengar indah di telinga Gaga. Saat itu juga jantungnya seakan berhenti dan ingin mendengar suara itu lagi. Gaga pun tiba-tiba tidak mengantuk lagi.


Dia ingin memancingku pagi-pagi ini?

__ADS_1


Ia pun merasa resah sendiri. "Em, Namia. Kau sedang apa?" Gaga pun menanyakannya.


"Sedang apa? Kita video call saja, Kak." Namia mengirimkan permintaan video call kepada Gaga.


Gaga menerimanya. Ia pun melihat Namia yang sedang tiduran di atas kasurnya. Gaga tersenyum melihat Namia. Tapi Namia kesulitan melihat Gaga.


"Kenapa gelap lagi? Kakak suka sekali tidur tanpa cahaya!" Namia terlihat menggerutu di sana.


"Dasar bawel." Gaga pun beranjak menghidupkan lampu kamarnya.


"Apa?! Kakak bilang apa?!" Namia pun tak terima dikatakan bawel oleh Gaga.


Gaga merasa gemas. "Sayang, ingin kugigit?" Ia pun melampiaskan kegemasannya.


Saat itu juga Namia terbelalak seketika. Ia tak percaya Gaga akan mengatakannya. Namia pun memutar otak untuk menanggapinya.


Tanggapi tidak, ya?

__ADS_1


Dan akhirnya keduanya bak sedang bermain layang-layang. Saling tarik-ulur untuk mengobati kerinduan di hati. Namia dan Gaga melepas rindu malam ini.


__ADS_2