
Esok harinya...
Hari ini Gaga telah kembali masuk bekerja. Ia menghabiskan waktu di rumah untuk beristirahat lebih lama. Dan kini ia sedang membuat kopi agar lebih semangat di pagi hari. Gaga menyukai kopi tanpa gula yang membuat orang-orang terheran padanya. Tapi ia menambahkan krimer sebagai penyamar rasa pahit. Ia pun duduk di kursi. Menghidupkan laptop lalu melihat-lihat berita hari ini.
Gaga adalah seseorang yang tidak memedulikan gosip. Ia hanya tersenyum saat ditanyai berbagai pertanyaan oleh wartawan. Bahkan ia hampir tidak menanggapinya jika berkenaan dengan urusan pribadi. Karena Gaga ingin sepenuhnya bekerja. Bukan mencari sensasi demi mendulang ketenarannya. Sehingga ia tidak tahu kabar terkini tentang gosip dirinya.
Hari ini manajer baru datang. Itu berarti Namia tidak lagi menjadi rekan kerjaku. Apakah ini pertanda baik bagiku?
Tugas seorang manajer sangatlah banyak. Selain mencari job untuk artisnya, ia juga harus menyiapkan segala keperluan sang artis agar tampil menarik dan mengundang banyak pekerjaan lagi. Katakanlah manajer adalah seseorang yang bekerja keras di balik layar. Sedang artis adalah figur yang dipublikasikan. Sehingga terkadang pekerjaan seorang manajer lebih banyak dari artisnya. Dan ia juga lebih jarang terkenal.
Hari ini pihak DDE sudah mempersiapkan manajer baru untuk Namia. Dan hari ini juga serah terima sebagai manajer akan dilakukan Gaga. Tentunya Namia juga akan datang. Mereka akan mengadakan rapat sebentar. Gaga pun segera mempersiapkan apa saja yang diperlukan. Termasuk jadwal Namia yang telah ditandatanganinya.
Pukul sepuluh pagi waktu ibu kota dan sekitarnya...
__ADS_1
Ruang rapat pagi ini diisi oleh beberapa karyawan DDE yang berkepentingan. Seperti Gaga, Tomi, dan dua orang staf administrasi. Bos DDE pun datang memasuki ruangan bersama seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun. Yang mana wanita itu adalah manajer Namia yang baru. Ia adalah Lina yang masih ada hubungan saudara dengan bos DDE sendiri.
"Selamat pagi dan semangat pagi." Sang bos DDE menyapa karyawannya.
"Pagi, Pak!" Para karyawan pun semangat menyahutinya.
"Ini Lina. Dia masih ada hubungan saudara denganku. Tapi dia belum banyak mempunyai pengalaman di bidang manajemen artis. Jadi tolong bantuannya." Bos DDE memperkenalkan Lina.
"Permisi." Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan. Dan ternyata Namia lah yang datang. "Maaf, Pak. Saya terlambat datang." Namia pun meminta maaf segera.
Pak Feng ini ada-ada saja. Gaga pun tampak malu sendiri.
"Namia, ini adalah Lina. Manajer barumu. Dia akan membantumu memenuhi berbagai macam pekerjaan. Kau tidak keberatan?" tanya sang bos kepada Namia.
__ADS_1
"Tentu tidak, Pak." Namia pun segera menjawabnya.
"Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik ke depannya. Dan tolong singkirkan ego selama bekerja. Bersikaplah seprofesional mungkin saat di depan kamera. Jangan tunjukkan apa yang sedang melanda," pinta bos DDE lagi.
"Baik, Pak." Namia mengangguk.
"Ga, sudah bawa jadwal Namia?" tanya sang bos ke Gaga.
"Sudah." Gaga pun memberikan jadwal Namia kepada Lina yang sudah ditandatanganinya.
"Lin, nanti koordinasi dengan Namia. Jika ada perbedaan pendapat, tanyakan ke Gaga. Karena sebelumnya Gaga yang memanajeri Namia." Sang bos berpesan.
"Baik, Pak." Lina pun mengiyakannya.
__ADS_1
"Baiklah. Tim admin tolong catat waktu kerja Lina mulai dari sekarang. Bayarkan juga semua hak Gaga dari awal memanajeri Namia." Bos DDE meminta.
"Siap, Pak!" Kedua staf administrasi pun mengiyakannya. Mereka siap mengemban tugas selanjutnya.