
Ibu Namia mengangguk. Ia pun melihat Gaga yang masuk ke dalam mobilnya lalu pergi melaju.
Semoga Gaga bisa menemukan di mana Namia.
Ia pun berharap Gaga bisa menemukan di mana keberadaan putrinya. Sang ibu berharap semuanya baik-baik saja.
Di perjalanan Gaga...
Nomor Lina tidak aktif. Namia juga tidak mengangkat teleponku. Tapi kemudian nomornya tidak aktif juga. Ada apa sebenarnya?
Gaga tampak bertanya-tanya. Ia pun berpikir cepat agar bisa menemui Namia. Ia khawatir Namia kenapa-kenapa. Padahal hari ini ia ingin mengajari Namia menyetir mobil di gelanggang olahraga. Gaga pun memutuskan untuk menelepon Doni, teman kantornya.
"Halo?" Tak lama telepon Gaga pun diangkat oleh Doni.
"Don, lo tahu Lina ke mana hari ini?" tanya Gaga sambil menyetir kobilnya.
"Lina? Manajer Namia?" tanya Doni balik.
__ADS_1
"Ya, dia. Dia jemput Namia pagi ini. Padahal setahu gue, Namia nggak ada jadwal hari ini," kata Gaga lagi.
"Lo udah coba hubungin pak Feng?" tanya Doni kembali.
"Belum. Gue coba tanya lo dulu. Mungkin lo tahu," kata Gaga.
"Oh ...," Doni tampak berpikir di sana. "Coba lo ke acara musik di pantai barat, Ga. Mungkin Namia sama Lina ke sana. Lina masih baru, jadi mungkin kurang ngerti tata cara ngasih job ke Namia." Doni berusaha menenangkan Gaga yang terdengar panik.
"Oh, oke. Thank you, Don." Gaga pun segera mengakhiri sambungan teleponnya.
Gaga kemudian melajukan mobilnya ke pantai barat. Yang mana katanya sedang diadakan acara musik di sana. Gaga ingin menemui Namia untuk memastikan baik-baik saja. Karena tidak biasanya Namia mendapat pekerjaan mendadak seperti ini. Gaga ingin menjaga Namia. Sekalipun sang gadis sedang marah padanya. Gaga menyayangi Namia.
Gaga tiba di pantai barat terdekat ibu kota. Ia pun segera memarkirkan mobilnya setelah membayar karcis masuk. Tampak di sana sudah ramai dengan acara musik yang sedang diselenggarakan. Mata Gaga pun mencari-cari di mana Namia berada. Hingga akhirnya ia menemukan seorang wanita naik ke atas panggung di sana. Gaga pun mengenali siapa wanita itu. Gadis yang ingin dilamarnya, Namia.
Ternyata benar dia ada si sini.
Dan akhirnya Gaga melangkahkan kaki ke belakang panggung. Ia kemudian bertemu dengan orang-orang dari salah satu stasiun TV swasta yang menyelenggarakan acara ini. Tampak salah satu dari mereka terkejut dengan kedatangan Gaga.
__ADS_1
"Ga, lo dateng juga? Bukannya Lina yang nge-handle Namia?" tanya salah satu kru yang bertugas.
"Iya. Entah gue yang lupa atau Namia yang nggak beri tahu. Gue ditelepon ibunya." Gaga beralasan saja.
Seketika kru yang ada di sana saling melirik satu sama lain. "Lo udah deket sama ibunya? Jangan-jangan gosip itu benar?" kata kru yang lain.
"Gosip???" Gaga pun bertanya-tanya sendiri.
"Percuma ngomongin gosip sama Gaga. Dia nggak peduli," kata kru pertama kepada temannya.
Gaga nyengir sendiri. "Gue nggak percaya gosip. Lebih baik kita minum kopi. Apa ada?" tanya Gaga tanpa sungkan karena sudah kenal lama.
"Ada. Lo mau duduk di depan atau belakang panggung?" tanya kru pertama.
"Di sini aja."
Dan akhirnya Gaga menunggu Namia selesai bernyanyi di belakang panggung. Ia ingin menemui Lina sekalian di sini. Membahas tata cara memberi pekerjaan ke artis DDE.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian...