
Setelah mandi dan mengganti baju seragam dengan baju kaos yang Gibran beri, Melisa pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, gadis itu membuka aplikasi WhatsApp, melihat riwayat chat Gibran.
Gibran terakhir online sekitar setengah jam yang lalu, tapi kenapa dia tidak mengirim pesan apapun pada Melisa?
Gadis itu menghembuskan napas pelan, ia sebenarnya agak malu untuk memulai obrolan terlebih dahulu! Tapi mau tidak mau, Melisa harus mengucapkan terimakasih pada Gibran atas titipannya!
Melisa meraih paper bag yang masih lengkap dengan isinya itu, lalu mengambil beberapa foto untuk ia kirim pada Gibran
^^^Melisa :^^^
^^^(Foto)^^^
^^^Terimakasih ya, Gibran, suka banget deh sama pulpennya 💫💜^^^
Tidak sampai semenit Gibran langsung membalas chat Melisa.
Gibran :
Sama-sama Melisa yang manis, yang cantik, yang imut!!
Suka sama akunya kapan?
^^^Melisa :^^^
^^^Apa kabar?^^^
Gibran :
Yah, menghindar:)
Aku baik, cuman lagi ada sedikit urusan aja.
^^^Melisa :^^^
^^^Hahaha😅^^^
^^^Syukur deh kalo baik^^^
Gibran :
Kangen nggak?
Khawatir nggak sama aku?
^^^Melisa :^^^
^^^Nggak sih, biasa aja🤣^^^
Padahal aslinya kepikiran tiap hari! Dasar si paling gengsi!
Gibran :
Hahaha, aku terlalu Pede ya?
^^^Melisa :^^^
^^^Iya, Pede-nya tingkat dewa!^^^
^^^Tapi serius, kamu nggak apa-apa? ^^^
^^^Nggak sakit, kan?^^^
Gibran :
Serius Melisa, aku baik-baik, kamu tenang aja, selama kamu baik, aku pasti baik juga! Kita kan seraga🤣
^^^Melisa :^^^
^^^Mulai dah mulai!^^^
Gibran :
Udah lama nggak ketemu, kangen sama senyummu🥺
Jadi kapan?
^^^Melisa :^^^
^^^Kapan apanya?^^^
Gibran :
Ketemu😅
__ADS_1
^^^Melisa :^^^
^^^Kapan pun Tuhan berkehendak!^^^
Gibran :
Maunya nanti malam:)
^^^Melisa :^^^
^^^Eh, nanti malam aku nggak bisa. Mau ngerjain tugas soalnya!^^^
Gibran :
Ya udah nggak apa-apa, lain kali aja, Melisa.
Semangat belajarnya, Sayang😄❤️
^^^Melisa :^^^
^^^Kaboorrrr^^^
Melisa mengembuskan napas lega setelah mengetahui kalau Gibran baik-baik saja. Entah ini disebut sebagai perasaan apa, tadi yang Melisa tau, dia takut Gibran sakit, dia takut Gibran kenapa-kenapa!
Gadis itu mendekap tubuhnya, baju yang Gibran berikan sangat nyaman dipakai, kainnya yang lembut dan ukurannya yang cocok membuat Melisa sangat menyukai baju ini!
Sementara itu di tempat yang berbeda, Gibran menyandarkan punggungnya pada kursi kerja, beberapa hari ini ia sibuk mengurus masalah Rozi, Liana dan Margaretha.
Oleh sebab itu, Gibran tidak pernah menjemput Livi dan juga jarang mengirim pesan pada Melisa. Sebenarnya itu bukan alasan utama, Gibran hanya ingin mengetes, apakah Melisa perduli dengan keberadaannya? Atau sebaliknya?!
Dan lihatlah, gadis itu ternyata perduli sampai menanyakan kabar segala! Hal kecil dan sepele sih, tapi Gibran sangat bahagia!
Untuk masalah Liana dan Margaretha, Rozi sudah mengambil keputusannya, ia akan menikahi Liana secepat mungkin!
Sedangkan Margaretha, wanita itu ngamuk dan memberontak setelah mengetahui fakta kalau Rozi bermain curang di belakang!
Bahkan sekarang Rozi akan meninggalkan Margaretha dan menikahi wanita yang sedang hamil anaknya! Lelaki macam apa Rozi?! Seolah semua yang telah Margaretha lakukan selama ini tak berarti di matanya?!
Zoitamartha, atau lebih dikenal dengan Margaretha adalah wanita berdarah Belanda Indonesia yang memiliki cita-cita sebagai model sejak kecil. Margaretha memilih menetap di Indonesia sedangkan orang tua dan adik-adik pindah ke Belanda. Tapi setelah mengetahui tentang kesalahan yang Rozi lakukan membuat wanita itu ingin meninggalkan Indonesia untuk sementara waktu!
Margaretha bukanlah tipikal orang yang akan mengejar dan mempertahankan sesuatu yang sudah menyakitinya! Jika Rozi tidak bisa menghargai perjuangannya selama ini, lalu untuk apa bertahan lagi?
Sekarang biarkan saja Rozi menjalani hidup sesuai dengan pilihannya! Bukankah dia yang memilih untuk terjebak pada situasi ini?
"Huh, kasian sekali kalian berdua!" gumam Gibran saat wajah Margaretha dan Liana terbayang di pikirannya! Tidak habis pikir dengan perlakuan Rozi pada dua wanita itu!
Gibran menghembuskan napas pelan, mulai hari ini dia pasti akan kesepian di apartemen.
Pasalnya Rozi harus bersedia menuruti syarat yang orangtuanya ajukan jika ingin menikah dengan Liana. Rozi disuruh untuk tinggal di rumah utama! Karena di rumah megah dan mewah itu hanya ditinggali oleh kedua orangtuanya! Rozi memiliki seorang Kakak laki-laki, tapi sekarang sudah menikah dan memilih untuk tinggal di rumahnya sendiri!
Sebenarnya, alasan kenapa Gibran tidak tinggal di rumah adalah Rozi! Dia tidak ingin membiarkan pria yang sudah ia anggap seperti saudara itu hidup sendirian, tidak terawat dan bebas! Oleh sebab itu Gibran menawarkan apartemennya sebagai tempat tinggal! Setidaknya masih ada Gibran yang membantu mengurus kehidupan pria itu!
Sejak zaman kuliah, Rozi memang sering bertengkar dengan orangtuanya, karena tidak sependapat dan sepikiran! Rozi tipikal anak yang susah diatur dan tidak suka dipaksa! Oleh sebab itu ia memilih kabur dari rumah dan awalnya numpang di apartemen Gibran, tapi numpangnya sampai 6 tahun lebih!
"Oke, selesain ini dulu, abis itu pulang!" Gibran membuka kembali berkas laporan yang baru saja ia tutup, sedikit lagi perkejaannya selesai!
...****************...
Melisa menaruh buku tugasnya di atas meja, melihat ke arah jam dinding, baru pukul 10 malam, tapi matanya sudah ngantuk sekali! Biasanya jam segini matanya belum sengantuk ini!
Gadis itu meraih hp-nya. Rebahan di atas kasur, ngintip WhatsApp siapa tau ada notifikasi dari Om tersayang?!
Melisa senyum-senyum sendiri saat melihat banyak pesan dari Gibran, setelah mengirim beberapa balasan, Melisa pun meletakkan Hp, mematikan lampu dan bersiap untuk tidur!
Tapi belum sempat Melisa memejamkan mata, ada dering panggilan masuk dari Gibran! Melisa langsung mengangkatnya, siapa tau ada hal penting, kan?
"Khemm, Melisa?"
"Iya? Ada apa nih, tumben banget nelpon malam-malam gini?"
"Hahaha, nggak ada sih, cuman kangen aja! Eh, aku ganggu kamu, ya?"
"Nggak, sante aja!" ucap Melisa, padahal dia sudah di level ngantuk tertinggi!
"Udah selesai ngerjain tugasnya?"
"Udah, baru selesai!"
"Udah makan?"
"Udah!" Melisa menguap pelan, sampai matanya berair. "Kamu udah makan?"
"Udah, kamu ngantuk ya?"
__ADS_1
"Hehehehe, iya!" Sumpah Melisa benar-benar nggak bisa bohong lagi, dia butuh tidur sekarang juga!
"Ya udah kamu tidur aja! Tapi telponnya jangan dimatiin, ya?!"
"Ceritanya mau sleep call, gitu?"
"Hahaha, iya, awas, jangan dimatiin loh!"
"He'em!"
"Selamat Malam Melisa! Mimpiin aku ya!!! Pakek maksa!"
"Iya."
"Melisa?"
"....."
"Melisa?"
"......"
"I love you! Tidur yang nyenyak gadis manis! Besok aku temenin tidurnya supaya nggak sendiri, itupun kalo kamu mau sih nikah sama aku!"
Melisa tersenyum, gadis menarik selimut sebelum akhirnya benar-benar berpindah ke alam mimpi!
Sedangkan si penelepon di seberang sana ikut membaringkan tubuhnya di kasur, menatap layar HP dimana durasi panggilan baru berjalan 4 menit!
"Biarin sampe pagi aja!" ucap Gibran, pria itu membuka kaos putih yang ia gunakan, karena dia terbiasa tidur tanpa baju dan hanya menggunakan celana pendek saja!
****
Melisa menggeliat, meraba ke sebelah kanan mencari HP-nya untuk melihat jam! Pukul 05.56!
Gadis itu melotot saat melihat panggilan berlangsung dengan Gibran. Dengan sekuat tenaga ia mengingatkan kapan pria itu menelponnya?
Oh ya, tadi malem, Melisa benar-benar lupa!
"Ini belum dimatiin dari tadi malem?" gumam Melisa saat melihat durasi panggilan 8 jam kurang 3 menit!
"Hallo, Gibran? Kamu masih tidur? Gibran? Aku matiin ya, soalnya HP nya mau aku cas!"
"Melisa?" panggil Gibran dengan suara yang sedikit serak, khas bangun tidur.
"Eh udah bangun, ya?"
"Iya, dari tadi. Cuman aku nungguin kamu bangun aja. Selamat pagi, Melisa! Gimana tidurnya, nyenyak? Mimpiin aku nggak?"
"Iya, pagi juga, Gibran!" Melisa menatap layar HP-nya, masih sepagi ini tapi dia sudah mendengar suara Gibran! Mana suaranya ngajak berumah tangga!
"Ya udah sana mandi! Siap-siap ke sekolah! Jangan lupa sarapannya juga!"
"Iya, bawel!"
"Melisa?"
"Iya?"
"Kamu denger aku ngomong nggak semalam?"
"Emang kamu ngomong apa?" Melisa pura-pura bertanya.
"Nggak ada sih, nggak penting juga!"
"Iyakah?"
"Yaps, lupain aja. Udah sana mandi! Kamu yang semangat sekolahnya! Pergi ke sekolah buat belajar, bukan ketemu pacar!"
"Idih, siapa juga yang ketemu pacar!"
"Ya siapa tau kamu?"
"Nggak ya! Aku nggak punya pacar!"
"Oke, berarti aman! Aku masih bisa daftar!"
"Pendaftaran tutup buat Gibran! Hahaha!"
"Beuh, langsung ditolak dong! Sakit banget, aduh!"
"Hahaha, udah aku mau mandi dulu, dadah!" Melisa memutuskan panggilan, 8 jam lebih 2 menit! Ngobrolnya nggak sampai setengah jam! Tapi panggilannya berlangsung berjam-jam! Apa coba maksud dari semua ini?!
Melisa menggeleng pelan, ia segera menghubungkan Hp nya dengan charger! Karena baterainya tinggal 18%
__ADS_1
"Jadi gini rasanya sleep call?"
Rasanya tuh nggak bisa dijelasin! Dibilang seneng, iya! Sedih karena kuota menipis, juga nggak! Kalau mau tau rasanya, cobain sendiri dah! Rasanya? Seperti Anda berubah menjadi Ironman!