Om Gibran?

Om Gibran?
Bagian 01 : Memulai PDKT


__ADS_3

Setelah yakin dengan perasaannya sendiri, Gibran pun memutuskan untuk melakukan misi PDKT dengan gadisnya. Pria itu sudah menyusun beberapa rencana. Salah satunya meminta tolong pada Livi. Gibran ingin agar Livi bisa dekat dengan gadis yang ia sukai.


Misi pertama : Beri perhatian, selalu kirim pesan, yang menunjukkan kamu ingin mengenalnya atau lebih dekat dengan gadis incaranmu!


Gibran tersenyum saat mendapat satu kesempatan, pria itu membalas salah satu story Instagram Melisa. Yang menunjukkan gadis itu sedang berada di sebuah kafe.


@Gyuandr_ :


Nggak ngajakin pergi:)


^^^@Melisadwiprtw :^^^


^^^Anda siapa?^^^


@Gyuandr_ :


Calon suami, Melisa!


Tapi kalo mau sih. Kalo nggak mau, bakalan tetep ditungguin sampai Melisa mau.


^^^@Melisadwiprtw :^^^


^^^Dih^^^


Gibran bersandar pada sofa. Berpikir sejenak, mencari topik yang cocok dengan Melisa.


@Gyuandr_ :


Jadi selain suka coklat dan Billie Eilish, Melisa suka apa lagi?


^^^@Melisadwiprtw :^^^


^^^Pantai^^^


@Gyuandr_ :


Weekend besok mau main ke pantai, nggak?


^^^@Melisadwiprtw :^^^


^^^Gak^^^


@Gyuandr_ :


Yakin?


Nggak mau fotbar lagi gitu?


...----------------...


Melisa langsung meletakkan Handphone-nya di atas meja. Entah kenapa, Melisa malu saat mengingat momen di Bukit Cinta. Saat Melisa sangat terpaksa berdiri di samping Gibran dan berfoto bersama pria itu!


"Malu banget, sih!" gumam Melisa. Gadis itu mengunyah potongan cake hingga habis. Tidak berniat untuk membalas pesan dari Gibran lagi!


Mama :


Kakak di mana?


Jangan pulang terlalu larut ya, Kak.


Melisa kembali meletakkan Handphone-nya setelah membaca pesan dari Mama. Jam memang sudah menunjukkan pukul 9 malam. Namun Melisa masih enggan untuk pulang ke rumah. Lagipula ia merasa bosan jika hanya di dalam kamar.


Viaacu :


Mel


Kamu di mana?


Mama kamu nanyain nih. Dia kira kamu pergi sama aku!


Woy!


Melisa Dwi Pratiwi?


^^^Melisa :^^^


^^^Di TALK^^^


^^^Ini mau pulang.^^^


^^^Maaf ya, Vi. Ngerepotin kamu^^^


Viaacu :


Sendiri? Kenapa nggak ngajakin aku atau nggak Rere?


^^^Melisa :^^^


^^^Lagi pengen sendiri aja.^^^


^^^Ya udah kalo gitu, aku pulang dulu.^^^


Viaacu :


Hati-hati di jalan.


Kabarin aku kalo udah sampe rumah!


^^^Melisa :^^^


^^^Iya-iya^^^


...----------------...


Melisa memasukkan Handphone-nya ke dalam tas, sebelumnya Melisa tadi sudah memesan Grab. Gadis itu sudah terbiasa berpergian tanpa membawa mobil sendiri.


Bukannya Melisa tidak bisa menyetir, hanya saja dia malas berurusan dengan Ayah. Karena jika ingin menggunakan mobil rumah harus izin ini dan itu terlebih dahulu.


@Gyuandr_ :


Hati-hati di jalan, gadis kecil.


Gibran melajukan mobilnya mendahului mobil yang baru saja Melisa naiki. Tadi kebetulan Rozi memintanya untuk menjemput pria itu, karena ban mobilnya pecah. Dan kebetulan, lokasi Rozi dekat dengan kafe yang Melisa datangi. Dan yang lebih kebetulan lagi, saat Gibran melewati kafe itu, Gibran melihat Melisa berdiri di pinggir jalan, sepertinya sedang menunggu jemputan?


"Semesta memang berpihak pada kita!"


...----------------...


Misi PDKT yang kedua : Kumpulkan semua hal tentang calon gebetanmu.


Mulai dari siapa namanya?


Kapan ulang tahunnya?


Apa hobinya?

__ADS_1


Apa yang ia suka dan tidak suka?


Tempat mana yang sering ia kunjungi dan kalo perlu, kamu harus tau nomer WhatsApp-nya!


"Kata pepatah, kalo kamu mau mengenal seseorang, maka kenalah dia dari teman dekatnya?!" gumam Gibran.


Oke, berarti di misi kedua ini, Gibran juga butuh support dari kedua teman Melisa!


"Mari kita mulai dari gadis berambut panjang itu, siapa namanya?" Gibran berpikir sejenak. "Oh, Via. Iya, Via!"


Gibran mencari akun Instagram Via. Lalu meng-klik tombol pesan.


@Gyuandr_ :


Hello?


Masih inget aku?


Tak selang berapa lama, Via pun membalas pesan Gibran.


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Iya, Om.^^^


^^^Ada apa? Apakah Om butuh bantuanku?^^^


@Gyuandr_ :


Ya, aku butuh bantuanmu.


Jadi, boleh minta tolong nggak?


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Minta tolong apa tuch?^^^


@Gyuandr_ :


Bantuin aku PDKT sama temenmu🤣


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Melisa?^^^


@Gyuandr_ :


Yaps. Sama Melisa


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Easy^^^


^^^Tapi sebelum aku bantuin Om Gibran. Aku mau tanya sesuatu boleh?^^^


@Gyuandr_ :


Silahkan


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Suka Melisa karena?^^^


@Gyuandr_ :


Dia gadis yang manis. Setiap mengingat dan menyebut namanya, bisa membuat jantungku berdebar kencang. Sampai mabuk kepayang😌🤣


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Buset🤣^^^


^^^Berarti bukan karena cantik?^^^


@Gyuandr_ :


Cowok mana sih yang nggak suka cewek cantik?


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Hmm, oke.^^^


^^^Aku bakal bantuin Om. Tapi itupun kalo Melisanya mau PDKT sama Om Gibran?!^^^


@Gyuandr_ :


Kamu harus bantuin sampai dia mau! Titik!


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Loh kok Om yang ngatur?^^^


@Gyuandr_ :


Om aja terus😏


Aku masih 24 tahun, ya. Belum jadi om-om!


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Beda 7 tahun dong sama Melisa?!^^^


@Gyuandr_ :


Berarti Melisa baru 17 tahun?


Eh, btw kalian kelas berapa sekarang?


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^3 SMA^^^


^^^Nih ya, sebelum Om minta aku bakal kasih biodata lengkap Melisa. Tenang aja. Aku bakal dukung kalian berdua!^^^


^^^Biodata My Bestie, cek!^^^


^^^Nama : Melisa Dwi Pratiwi^^^


^^^TTL : Bumi, 10 Januari ^^^


^^^Hobi : Jalan-jalan, foto-foto, nonton film horor atau apapun yang berbau horor, denger musik, kalo gabut scroll Tiktok.^^^


^^^Makanan fav : Mie kuah apapun jenisnya, Bakso, Mie ayam ceker, kebab, seblak, makanan apapun yang pedes, gitu intinya!^^^


^^^Minuman fav : Boba, susu Ultraman, minuman bersoda.^^^


^^^Cita-cita : Keliling dunia sama Ayang.^^^

__ADS_1


^^^Tipe cowok : Nggak punya tipe, kalo hatinya udah bilang suka. Ya bakal tetap suka. Walaupun orang yang dia suka seperti orang gila!^^^


^^^Okeh segitu aja dulu.^^^


^^^Capek juga ngetiknya!^^^


^^^Jadi, Om mau bayar berapa?^^^


@Gyuandr_ :


Kirain Melisa Dewi Pertiwi, ternyata salah ya.


Wwkwkkw, peka dan baik juga nih bocah. Kamu mau apa sebagai imbalannya?


Sebut aja!


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Aku nggak mau apa-apa dari Om. Tapi cukup, Om janji, kalo Om dapetin hati Melisa. Jangan pernah sakitin dia. Apalagi sampai dia netesin air mata!^^^


^^^Bisa nggak?^^^


@Gyuandr_ :


Pasti. Tanpa kamu minta pun, aku bakal ngelakuin itu.


^^^@Callmeviy_ :^^^


^^^Oke, aku bantu sampe sini dulu. Sisanya Om usaha sendiri!^^^


^^^Semangat, Om!^^^


Gibran mencentang poin PDKT kedua. Misi berhasil dan berjalan sempurna.


...----------------...


...Pukul 13.15...


Mobil Gibran sudah terparkir di depan sekolah Livi. Sesuai dengan rencana dan harapan agar bisa melihat Melisa, walaupun dari jauh. Itupun jika semesta berpihak lagi pada mereka.


Sudah hampir sepuluh menit Gibran memperhatikan semua siswa-siswi yang berlalu-lalang. Namun ia tak kunjung menemukan sosok Melisa, yang ada Gibran malah melihat Via yang baru saja masuk ke dalam mobil jemputannya.


"Melisa mana?" gumam Gibran. Pria itu mengeluarkan Handphone-nya. Mengecek Instagram Melisa. Kosong, tidak ada info apapun. Bahkan story Instragram Melisa yang semalam pun sudah ia hapus.


"Apa gadis itu nggak masuk sekolah?" gumam Gibran.


"Gadis yang mana?" tanya Livi, yang ternyata sudah berdiri di samping kanan Gibran. Livi memperhatikan sekitarnya. Ikut mengamati orang yang berlalu-lalang.


"Nggak ada, dia nggak ada!"


"Dia siapa?" Livi mengalihkan pandangannya pada Gibran.


"Kak Gibran lagi nyariin siapa, sih?" Tanya Livi sembari menepuk pundak Gibran.


"Emm, bukan siapa-siapa. Ayok masuk!"


Gibran menepuk-nepuk pucuk kepala sang adik. Sebelum masuk ke dalam mobil.


"Kalo boleh tau, gadis yang Kak Gibran suka itu sekolah di sini juga?"


Gibran diam sejenak. Apakah dia harus menceritakan tentang Melisa pada Livi sekarang? Atau harus menunda dulu, sampai Gibran ada pada tahap misi yang membutuhkan bantuan Livi?


"Nggak apa-apa, kalo Kak Gibran belum mau cerita sekarang!" ucap Livi, karena Gibran tak kunjung memberikan jawaban atas pertanyaannya.


Livi tidak ingin memaksa, apalagi dia tau, kalo Kakaknya juga punya privasi, tak semua hal harus Livi tau, kan?


...----------------...


Sementara itu Melisa berguling ke kanan dan kiri di atas kasur. Perut dan pinggangnya terasa begitu sakit. Gadis itu baru saja kedatangan tamu bulanan pagi tadi. Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk tidak sekolah dan beristirahat di rumah.


Melisa adalah golongan gadis yang selalu merasakan nyeri di hari pertama, kedua dan bahkan ketiga saat menstruasi. Mungkin beberapa orang akan menyepelekan hal itu, jika mereka tidak pernah merasakan sakitnya!


"Mel?" Via masuk ke dalam rumah. Karena memang pintu depan tidak dikunci. Tanpa permisi, gadis itu langsung membuka pintu kamar Melisa. Dan menemukan tubuh Melisa yang terlilit selimut dia atas kasur, seperti kepompong.


"Mel?" Via duduk di tepi kasur, menghela beberapa helai rambut yang menutupi wajah Melisa.


"Aku bawain pesenan kamu nih. Sekalian juga tadi aku beli cemilan dan susu kesukanan kamu. Susunya mau aku taruhin di kulkas?"


Melisa membuka matanya, menatap Via yang bahkan masih menggunakan seragam sekolah sekarang.


"Taruh di atas meja aja, Via. Makasih ya udah repot-repot." Sebenarnya air mata Melisa sudah berlinang. Namun gadis itu menahannya dengan sekuat tenaga.


"Sama-sama, Melisaaaa. Kayak sama siapa aja! Aku ini Via, loh! BESTIEH kamu yang paling cantik sedunia, hehe. Lebih cantik sedikit dari Rere! Dan jauh lebih jelek dari Lisa BlackPink!"


Melisa hanya tersenyum mendengar ocehan Via.


"Kamu udah sarapan?" tanya Via.


Melisa mengangguk. "Udah, pakek roti sama susu tadi pagi."


"Mama sama Ayah kamu tau nggak kamu nggak masuk sekolah?"


Melisa mengangguk.


"Terus, Mama tau kamu lagi sakit?"


"Tau, kok. Tadi Mama yang anterin roti sama susu ke sini!"


"Bagus kalo gitu!" ucap Via. Rasanya emosi Via selalu terpancing jika membahas tentang Mama dan Ayah Melisa.


"Aku tadi udah izin sama Mama, aku bakal nemenin kamu di sini!" lanjut Via. Gadis itu berjalan ke arah lemari baju Melisa. Mengambil handuk dan setelan bajunya.


Di lemari Melisa ada beberapa setelan baju Via dan Rere. Bahkan perlengkapan mandi khusus untuk kedua orang itu ada di rumah ini.


Melisa menatap pintu kamar mandi yang baru saja di tutup. Lalu air mata gadis itu pun menetes. Melisa terpaksa berbohong pada Via tentang Mamanya yang mengantarkan sarapan.


Sebenarnya Mamanya sudah berangkat ke luar kota bersama Ayah pagi tadi, ada beberapa kerjaan yang harus di selesaikan di sana. Bahkan Mama dan Ayahnya tidak tau kalau Melisa tidak masuk sekolah hari ini!


"Rere nitip salam buat kamu, nanti sore dia nyusul ke sini, tadi katanya mau pulang buat ngecek keadaan Tante dulu!" ucap Via setelah keluar dari kamar mandi.


Via berdiri di depan cermin menyisir rambutnya, sambil sekali-sekali memperhatikan Melisa dari pantulan kaca.


"Mau makan siang pakek apa? Biar aku pesenin!"


"Di dapur ada mie kuah, di kulkas ada sayur dan telur. Boleh bikinin nggak?" Melisa memasang wajah memelas. Masih dengan tubuh yang terlilit selimut di atas kasur.


"Tadi pagi roti! Sekarang mau makan mie?" Via mengarahkan sisir yang ia pegang pada Melisa. "Masih mau makan mie?"


"Iya deh, iya. Ayam geprek level 10 satu porsi!"


Sisir melayang mengenai tangan Melisa yang menutupi wajah.


"Nggak! Nanti aku pesenin sup ayam, sama telur rebus! Nanti aku kasih nyicip ayam geprek level 3!" tegas Via. Gadis itu langsung memesan menu yang ia sebut tadi. Tanpa mendengar protes apapun dari Melisa.


"Sehat itu mahal!"

__ADS_1


__ADS_2