Om Gibran?

Om Gibran?
Bagian 01 : Jarak


__ADS_3

Felix dan Tania memutuskan untuk merahasiakan dulu tentang Felia dari Melisa. Felix tidak ingin Melisa juga ikut merasakan ketakutan seperti yang Felix rasakan selama ini!


Bayang-bayang trauma selalu menghantui tidur malam Felix! Ditambah lagi dengan keputusan yang Felix ambil sekarang, resikonya begitu besar menurut Felix! Ini sama saja dengan menarik Melisa ke lingkaran yang seharusnya tak Melisa masuki!


Tapi mau bagaimana lagi, selama bertahun-tahun ini Felix sudah lelah menahan diri! Rasanya ia ingin mendekap Melisa, mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada anak perempuannya! Apalagi setelah mendengar ungkapan Melisa tadi! Felix benar-benar tidak bisa menahan dirinya! Gadis kecilnya ternyata begitu tersakiti oleh ulahnya sendiri!


Entah Felix sendiri bingung, ia merasakan kelegaan di hatinya setelah mendekap tubuh Melisa, rasa takut, khawatir dan cemasnya seolah hilang begitu saja!


"Ayah akan melindungimu, Melisa, entah dengan cara apapun itu!" gumam Felix, ia menutup pintu kamar Melisa pelan! Ini adalah malam pertama Melisa tidur lagi di rumah utama!


******


[Peraturan Ayah]


Melisa menutup pintu mobil, ia hanya mengangguk saat sopirnya minta dihubungi jika Melisa pulang nanti, untuk menjemput Melisa.


Gadis itu menghela napas pelan, sebelum sarapan Ayah memberi Melisa Handphone baru, sedangkan Handphone lama dipegang oleh Ayah, bahkan data penting di dalam Handphone lama sudah di pindahkan, semua kontaknya masih sama, hanya saja tidak ada kontak Gibran lagi!


Saat Melisa membuka aplikasi Instagram, ternyata akun Instagramnya sudah diubah menjadi akun private dan hanya memiliki 218 pengikut sekarang! 631 orang lainnya kemana?


Belum lagi kejadian setelah sarapan tadi! Ayah tiba-tiba memintanya untuk berangkat dengan sopir yang wajahnya sangat asing bagi Melisa, lalu Melisa juga harus pulang dengannya, dan setiap keluar rumah harus dengan izin Ayah dan ditemani oleh sopir tadi! Tidak boleh naik taksi ataupun grab lagi!


"Kok jadi gini sih?!" gumam Melisa lantas melangkah masuk ke dalam sekolah sebelum bel masuk berbunyi!


Jujur saja Melisa masih bingung dengan semua situasi ini!


*****


Via memasukkan buku Matematikanya ke dalam tas, menaruh tasnya di atas meja, kemudian menoleh ke belakang meja Melisa. Terlihat Melisa sedang melamun menatap bukunya.


"Mel!" Via memukul pelan meja Melisa. "Ngelamunin apa sih?!"


"Nggak ada!" Melisa tersenyum, ia menutup bukunya, memasukkan ke dalam kolom meja. "Kalian nggak mau ke kantin?!"


"Ke kantin sih!" Via bangkit lalu merapikan baju dan roknya.


"Melisa?" Rere menahan lengan Melisa, menatap Melisa lekat, Via juga ikut menatap keduanya!


"Kamu lagi ada masalah? Dari tadi aku perhatiin kamu nggak fokus ke pelajaran!" ucap Rere yang memang sangat peka terhadap sahabatnya itu.


"Gimana ya, aku mau cerita, tapi bingung juga!"


"Nggak apa-apa, nggak harus cerita sekarang juga, Melisa! Kamu cukup berdamai dengan perasaan dan pikiranmu dulu sekarang, setelah itu terserah kamu mau cerita atau nggak, tapi kamu harus inget ya, aku sama Via selalu ada buat dengerin cerita kamu! Jangan pernah ngerasa kamu sendiri! Oke?!"


"Iya, terimakasih, Re!"


"Yang semangat dong! Nggak boleh lemes!" Via merangkul bahu Melisa, ketiganya berjalan menuju kantin bersamaan, beberapa adik kelas laki-laki ataupun perempuan memperhatikan mereka, kadang hanya melirik sekilas, ada juga yang menatap sampai ketiganya berlalu.


Bisa dibilang ketiganya cukup populer di kalangan adik kelas! Terutama Via yang sedang digosipkan menjalin hubungan dengan adik kelas yang masih duduk di kelas 10!


Sedangkan Rere dikenal karena dia termasuk Kakak keamanan yang paling murah senyum, tapi tak kalah kejamnya kalau sudah memberikan hukuman!


Sedangkan Melisa? Bisa dibilang mereka mengenal Melisa karena mengira Melisa adalah kekasih dari Kakak kelas yang ketampanannya membuat setiap siswa baru jatuh cinta! Dan putus hati setelah mengetahui Melisa adalah kekasihnya! Siapa lagi kalau bukan Fais!


"Sumpah ya mereka bertiga itu positif vibes banget nggak sih?! Apalagi Kak Melisa! Asli baik banget orangnya!" ucap salah seorang adik kelas sambil menatap ke arah Melisa yang sedang duduk menikmati makanannya di kantin!


"Dengar-dengar sih dia udah putus sama Kak Fais! Tapi nggak tau bener apa nggak?!" sahut temannya yang lain.


"Kayak sih lagi berantem! Soalnya kemarin-kemarin itu aku sempet liat Kak Melisa kayak menghindar gitu loh dari Kak Fais pas di parkiran!"


"Nih ya, ibaratnya itu gini, kesedihan Kak Melisa adalah kebahagiaan bagi cewek-cewek yang udah nungguin Kak Fais jadi jomlo!"


"Parah sih parah! Bahagia di atas penderitaan orang lain namanya!"


Para gadis itu menghentikan pembicaraan mereka saat melihat Fais menghampiri meja Melisa!


"Mel?"


Via menepuk pundak Melisa pelan, "Ada Fais di belakang!"


"Iya?" Melisa memutar tubuhnya, menatap Fais seolah bertanya ada apa?


"Dateng ya, jangan sampai nggak dateng!" Fais menyerahkan undangan pesta ulang tahunnya pada Melisa.


"Loh untuk kita mana?!" tanya Rere, tak terima jika dia sampai tidak diundang! Keterlaluan sih!

__ADS_1


"Nih, satu berdua!" Fais menyerahkan sisa undangan yang ia pegang! Tertulis untuk Via dan Rere!


"Pelit!" Rere mendengus kesal!


"Inget, harus dateng ya, Melisaku!" Fais menoel pipi Melisa sebelum meninggalkan kantin, menyisakan raut merah di wajah adik kelas yang memperhatikan mereka! Padahal ekspresi Melisa biasa-biasa saja! Yang digodain siapa? Yang baper dan salah tingkah siapa?!


"Datangkan, Mel?"


Melisa menggeleng pelan, dia belum tau bisa datang atau nggak! Terlebih sekarang Melisa harus meminta izin pada Ayahnya dulu jika ingin keluar rumah! "Nanti kalo diizinin aku dateng! Kalo nggak ya, aku nitip kadonya di kalian ya?!"


"Diizinin?" gumam Rere dan Via saling menatap! "Sejak kapan ada kata izin di hidup Melisa? Selama ini boleh boleh aja tuh pergi kemana mana sama kita! Ya kan?"


"Sekarang kondisinya udah beda, nggak bisa kayak dulu lagi!" lirih Melisa.


"Hah? Maksudnya gimana? Ayahmu ngelakuin apa lagi, Mel?!" bisik Via.


"Sebenarnya ini yang mau aku ceritain ke kalian! Cuman kayaknya nggak di sini deh!"


Via dan Rere mengangguk paham. Baiklah, mereka akan menunggu sampai ada momen yang tepat!


"Tapi kamu baik-baik aja kan, Mel? Kamu nggak apa-apa kan?" Rere terlihat begitu khawatir, sampai memeriksa bagian wajah Melisa! Takut ada jejak kekerasan di sana!


"Ayahku tidak seperti itu, Re! Dia mungkin terlihat nggak sayang ke aku selama ini! Tapi dia nggak pernah ngangkat tangannya untuk mukul aku!"


"Maaf, Mel! Aku nggak maksud! Cuman aku khawatir aja! Sumpah!"


"Aku ngerti kok!" Melisa menepuk bahu Rere pelan, setelah membayar semua belanjaan mereka pun meninggalkan kantin, karena bel masuk akan berbunyi sebentar lagi!


*****


@Gyuandr_ :


Via?


Melisa masuk sekolah nggak?


Via yang tiba-tiba mendapat pesan dari Gibran pun mengerutkan keningnya! Bel pergantian jam pelajaran baru saja terdengar, jadi Via baru sempat mengecek Hp nya!


^^^@Callmeviy_ :^^^


Via menatap Melisa yang sibuk mencatat materi baru di papan, gadis itu menendang kaki Melisa di bawah meja.


"Kenapa?" tanya Melisa tanpa mengalihkan pandangannya!


"Gibran nanyain nih! Kalian kenapa? Lagi berantem ya?" bisik Via!


Melisa diam. Tak memberikan jawaban!


"Mel?"


"Please jangan bahas itu dulu, Vi!" lirih Melisa. Gadis itu melirik Via sejenak, kemudian lanjut menulis lagi.


"Ini lagi ada drama apa sih?!" Batin Via.


@Gyuandr_ :


Akun Instagram Melisa ke hack ya? Kok tiba-tiba ilang?


Nomernya juga nggak bisa dihubungin lagi! Dari kemarin chat ku belum dibales loh!


Via memasukkan Hpnya ke saku begitu Pak Rendi, guru IPS masuk ke dalam kelas!


"Mel? Kamu blokir Gibran ya di Instagram sama di WhatsApp?" bisik Via. Namun Melisa masih saja diam, tak memberikan jawaban!


"Sumpah udah nggak tahan lagi, Mel! Kalo kayak gini aku bisa mati penasaran!" lirih Via yang sudah tidak tahan lagi dengan semua pertanyaan yang bermunculan di otaknya!


"Nanti pulang sekolah aku ke rumahmu, ya?" ucap Melisa.


"Oke, Mel!" Via menghela napas pelan. Via bisa melihat dengan jelas kalau Melisa sedang berusaha berkonsentrasi sekarang! Walau Via tidak tau apa yang sedang mengganggu pikiran Melisa!


******


Jam menunjukkan pukul 13.32 saat Gibran menyalakan Handphonenya, mengecek apakah ada notifikasi dari Melisa atau Via?!


"Sial, harusnya hari ini aku pergi dengan Melisa!" Gibran memukul pelan meja di hadapannya, pikirannya sedang sedikit kacau! Satu sisi memikirkan kenapa Melisa tiba-tiba tidak bisa dihubungi seperti ini! Satu sisi lagi memikirkan masalah yang baru saja terjadi di kantornya! Dana yang seharusnya digunakan untuk renovasi salah satu hotel malah dilahap abis oleh manajer hotel yang sudah bekerja sekitar 2 tahun lamanya!

__ADS_1


"Kenapa semuanya tiba-tiba kacau seperti ini?" Gibran menyandarkan punggungnya, memejamkan mata, dia perlu menjernihkan pikiran sebelum menyelesaikan semua masalah ini!


"Melisa? Kamu baik-baik aja kan?" gumam Gibran dengan tangan yang sibuk memutar polpen hitam. Baru saja Gibran terlepas dari masalah Rozi, sekarang masalah baru datang lagi!


Bicara tentang Rozi, pria itu akan melangsungkan pernikahannya 3 hari lagi! Dan Gibran belum membelikan apapun sebagai kado pernikahan yang akan ia bawa!


*****


Via dan Rere saling menatap setelah mendengar cerita Melisa, keduanya bingung harus menunjukkan ekspresi apa! Dari cerita pertama, Via sangat bahagia karena akhirnya Melisa bisa mulai dekat lagi dengan keluarganya, terutama Ayah! Tapi setelah mendengar cerita kedua, Via langsung tak bisa mengekspresikan perasaannya, ikut nyesek dengan keinginan Ayah Melisa yang meminta Melisa untuk menjauhi Gibran dengan alasan yang sangat tidak ada kejelasannya!


"Melisa? Kamu sadar nggak sih? Berarti selama ini Ayahmu mantau semua kegiatan kamu! Logikanya aja ya, darimana dia dapet foto kamu sama Gibran, coba?"


"Aku juga mikir gitu, Re!"


"Tunggu, berarti secara tidak langsung Ayah kamu tau dong semua hal tentang Gibran?! Nggak mungkin kan dia cuman sebatas tau wajah aja terus langsung ngelarang kamu buat dekat lagi sama dia?!" Via mengambil kesimpulan.


"Mungkin Ayah nyembunyin sesuatu tentang Gibran yang nggak aku tau, Gitu?"


Via mengangguk pelan. "Mungkin! Terus mungkin aja Ayah kamu nggak mau ngasih tau alasan itu secara jelas, karena takut kamu kecewa?"


Melisa hanya menatap jemarinya. "Aku nggak terlalu peduli sih sama alasan Ayahku, sekarang ini aku lagi mikirin gimana cara buat jelasin semua ini ke Gibran, aku nggak mau tiba-tiba ngejauhin dia kayak gini, aku mau dia tau aku punya alasan untuk seperti ini! Kalian paham kan, Via, Rere?"


"Iya kita paham, kalau itu gampang Melisa, nanti aku yang jelasin ke Gibran, nah masalahnya, apa aku harus cerita tentang kamu juga ke dia?"


"Aku nggak masalah kalau kamu mau cerita dari mana aja, intinya aku nggak mau dia kecewa sama aku!"


"Kamu tenang aja, Mel, aku sama Rere bakal bantuin kok!"


Melisa tersenyum, ia memeluk kedua orang yang selalu ada untuknya itu!


"Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, MELISAKU yang tersayang!"


Pukul 5 sore Melisa baru pamit pulang, karena Ayah memberikan aturan harus pulang sebelum matahari tenggelam!


*****


@Callmeviy_ :


Om Gibran?


Ada waktu nggak? Mau ngomongin hal penting! Tentang Melisa!


Via meletakkan Handphonenya, menunggu balasan dari Gibran.


^^^@Gyuandr_ :^^^


^^^Tentang Melisa? Dia kenapa?^^^


@Callmeviy_ :


Bisa ketemu dan ngomong langsung nggak?


^^^@Gyuandr_ :^^^


^^^Share lokasi!^^^


@Callmeviy_ :


Di TALK ya!


Jam setengah delapan! Aku tunggu!


^^^@Gyuandr_ :^^^


^^^Oke^^^


^^^Tapi Melisa? Dia baik-baik aja, kan?^^^


^^^Nggak lagi sakit?^^^


@Callmeviy_ :


Melisa sehat kok. Tenang aja!


Via masih tidak menyangka kalau hubungan ini akan berakhir sampai sini saja! Padahal Via sudah berharap kalau ini akan sampai pada jenjang serius, seperti pacaran, tunangan dan pernikahan! Tapi ternyata takdir berkata lain!

__ADS_1


"Semoga ini yang terbaik untuk mereka!"


__ADS_2