
"Udah jangan dilihatin terus, Re. Nanti suka loh!" Goda Melisa pada Rere yang terus memandang foto Jefri di layar handphone Melisa.
"Ih, kamu kok nggak cerita dari kemarin sih! Kalo kamu punya temen cowok seganteng dan sekeren ini!"
"Hahaha, gimana mau cerita, orang Via nggak berhenti-henti ceritain bocil kesayangannya kemarin!"
Via yang mendengar namanya disebut hanya menoleh lalu kembali fokus pada Handphone-nya.
"Mau cobain dong kalung yang Jefri kasih!" pinta Rere. Melisa melepas kalung hitam itu, menyerahkan pada Rere.
"Kira-kira dia udah punya pacar belum, ya?" gumam Rere, Melisa mengangkat bahunya.
"Entahlah, kayaknya udah!" jawab Melisa.
"Iyakah?"
"Emmm, nggak tau juga sih, tapi menurut aku sih udah!"
"Huh, padahal baru aku mau jadiin dia crush aku!"
"Dih, si paling crush! Padahal ketemu orangnya aja nggak pernah!" ucap Melisa sembari menyentil jidat Rere yang hanya cengir kuda.
"Mel? Via ngapain sih dari tadi?!" Rere menyikut lengan Melisa, menunjuk dengan ekor matanya pada Via yang terlihat begitu serius dengan benda pipih di tangannya.
"Kalian kenapa? Kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" Via meletakkan Handphone-nya di atas meja belajar, menghampiri Melisa dan Rere yang duduk di atas kasurnya.
"Nggak papa, kamu ngapain aja sih dari tadi? Serius banget?!" tanya Rere.
"Hahaha, penasaran ya?"
"Dih, si Via! Lagi chatan sama Hito?!"
"Bukan!"
"Terus?"
"Adalah, misi rahasia!"
"Dih, pakek rahasia-rahasiaan segala!"
"Hahaha, biar kalian penasaran! Penasaran, kan? Iya, kan?!"
Melisa dan Rere saling menatap dan sama-sama menggelengkan kepala, tak mengerti dengan kelakuan Via.
"Kan udah kubilang, jodoh mah nggak bakal ke mana!"
Batin Via sembari melirik ke arah Melisa yang masih rebahan di atas kasur sambil menonton YouTube bersama Rere.
Setengah jam yang lalu, saat Via baru keluar dari kamar mandi, ia memegang Handphone-nya, kebetulan akan memesan makanan untuk kedua tamu spesial nya hari ini. Tapi notifikasi pesan dari Instragram membuat Via menunda tujuan utamanya memegang Handphone. Beralih membuka Instagram.
@Gyuandr_ :
Permisi
Ada orang kah?
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Eh, ada Om Ganteng😅^^^
^^^Kenapa, Om?^^^
^^^Tumben banget!^^^
^^^Via ada di sini!^^^
@Gyuandr_ :
Via?
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Iya?^^^
@Gyuandr_ :
Boleh minta tolong lagi nggak?
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Minta tolong apa?^^^
@Gyuandr_ :
Bantuin deket lagi sama Melisa!
^^^@Callmeviy_ :^^^
__ADS_1
^^^Seriusan?😱^^^
@Gyuandr_ :
Iya, aku serius, Via!
Bantuin, ya?!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Yakin?^^^
@Gyuandr_ :
Ya, aku yakin.
Pakek banget.
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Kenapa tiba-tiba?^^^
^^^Kenapa nggak dari kemarin-kemarin aja?^^^
^^^Bisa kasih alasannya?^^^
@Gyuandr_ :
Aku pikir kamu lebih tau alasan kenapa aku mutusin buat balik lagi!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Karena postingan Melisa?^^^
@Gyuandr_ :
Aku kepedean, ya?🥲
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Eh, nggak kok.^^^
^^^Melisa emang belum bisa lupain kamu, tapi untuk deket sama Melisa lagi, aku nggak tau, bisa atau nggak:)^^^
@Gyuandr_ :
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Tuan Felix? Maksudnya Ayahnya Melisa?^^^
@Gyuandr_ :
Yaps.
Aku udah siap sama semua konsekuensinya!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Ini serius kan?🙂^^^
^^^Kalian ketemu di mana?^^^
@Gyuandr_ :
Ceritanya panjang!
Jadi gimana? Mau bantuin nggak?
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Mau aku bantuin apa?^^^
@Gyuandr_ :
Bantuin buat ketemu Melisa!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Kapan?^^^
@Gyuandr_ :
Kalo bisa sebelum tanggal 10 Januari!
Bisa?
^^^@Callmeviy_ :^^^
__ADS_1
^^^Nggak tau ya, bisa atau nggak, tapi aku usahain!^^^
^^^Mau ketemu di mana?^^^
@Gyuandr_ :
Ayam Square
Atau di mana aja boleh.
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Tanggal 5^^^
^^^Abis pulang sekolah aku bakal ajak Melisa makan siang di sana, gimana?^^^
@Gyuandr_ :
Boleh
Makasih ya Via, kamu udah banyak bantuin aku selama ini!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Sama-sama, aku ngelakuin ini juga demi Melisa!^^^
^^^Semoga berjalan lancar yakkk!^^^
@Gyuandr_ :
Semoga:)
Capek banget sama perasaan sendiri!
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Bukan cuman kamu yang capek, Melisa juga sama!^^^
@Gyuandr_ :
Hmmmm
Aku kangen banget sama Melisa, kamu lagi sama dia nggak sekarang?
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Iya, tuh dia lagi asik cerita sama Rere!^^^
@Gyuandr_ :
Hmmmm KANGEN banget:)
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Sabar, sabar.^^^
^^^Udah dulu, ya Om Gibran😅^^^
^^^Nanti gimana-gimananya aku kabarin lagi!^^^
@Gyuandr_ :
Oke
Sekali lagi terimakasih ya, Via🙏
^^^@Callmeviy_ :^^^
^^^Iya santai aja!^^^
* * * *
Gibran memasukkan potongan terakhir dari rotinya, menguyah pelan sambil menatap ke arah kulkas di apartemen, semalam ia memutuskan untuk pulang ke sini, untuk menghindari pertemuan dengan Euni yang diundang makan malam bersama oleh Mamanya!
Beruntung Gibran punya alasan dan bisa diterima oleh sang Mama!
"Huh, Mama nambah-nambahin beban pikiran aja!" gerutu Gibran yang setiap hari harus mendengar nama Euni, Euni dan Euni!
"Gimana, ya, apa Mama bisa nerima Melisa juga nanti, kayak Mama nerima Euni?"
Gibran mengerjap pelan. Ia baru sadar akan hal itu, apakah keluarganya bisa menerima kehadiran Melisa? Sama seperti penerimaan Livi? Atau malah sebaliknya?!
"Terlalu banyak penghalang untuk kita, tapi apapun itu, aku bakal siap ngadepin semuanya, asalkan itu sama kamu, Melisa!"
Gibran memantapkan hatinya. Yaps, apapun itu, dia akan tetap melanjutkan langkahnya untuk bisa bersanding dengan Melisa!
Egois kah Gibran?
__ADS_1