One Night Destiny

One Night Destiny
Kembali Memikirkan


__ADS_3

Selamat membaca!


Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Zoya pun sudah kembali dengan dress maroon yang tampak membuatnya begitu memesona. Bahkan dua pegawai outlet yang melayaninya jadi dibuat pangling karena Zoya terlihat begitu cantik dan elegan mengenakan dress tersebut.


"Nona, Anda benar-benar sangat cantik. Dress ini sangat cocok untuk Anda."


"Benarkah begitu?" Zoya masih tak percaya mendengar pujian dari pegawai outlet hingga ia kembali bertanya untuk memastikan.


"Benar, Nona. Anda bisa melihatnya sendiri di cermin itu."


Zoya pun kembali mengarahkan pandangan matanya, menatap sebuah cermin panjang yang memang berada tepat menggantung di hadapannya.


"Harga memang tidak bisa dibohongi, dress 35 juta ini sungguh membuatku seperti wanita kelas atas. Apa ini yang dinamakan kekuatan uang?" batin Zoya masih terus melihat tak percaya penampilannya saat ini.

__ADS_1


Di saat ia masih mengagumi dirinya sendiri, tiba-tiba suara dehaman dari seseorang mengejutkannya. Zoya pun memutar tubuhnya. Melihat siapa sosok yang ada di belakangnya. "Eh, Tuan. Maaf ya, aku baru saja ingin datang ke tempatmu."


"Kamu itu terlalu lama. Sekarang cepat bungkus dress itu agar bisa segera aku bayar. Kita tidak punya banyak waktu karena ada beberapa outlet di mal ini yang masih harus kita datangi." Tanpa menilai penampilan Zoya, Lucas pun beranjak pergi menuju tempat pembayaran yang ada di sisi kanannya.


"Kenapa dia tidak menilai dulu bagaimana penampilanku? Sekarang dia ingin langsung membayarnya, apa itu artinya dia setuju dengan dress yang aku pilih ini?" batin Zoya masih penasaran dengan penilaian Lucas.


Merasa penting dengan semua itu, Zoya pun menyusul Lucas yang sudah berada beberapa langkah di depannya. "Tuan, tunggu! Bagaimana dress ini, apa ini cukup bagus?"


Lucas pun berbalik. Menghadap Lucas dengan wajah datar tanpa ekspresi. "Coba aku lihat dulu!"


"Lumayanlah." Lucas kembali memutar tubuhnya. Lalu, melanjutkan langkah kakinya menuju kasir. Meninggalkan Zoya yang hanya menatap kesal kepergian pria itu.


"Hanya lumayan? Bahkan dia sama sekali tidak tersenyum saat mengatakannya. Dasar pria aneh! Sepertinya aku tidak akan mungkin bisa membuatnya jatuh cinta padaku. Pria itu seperti tidak punya hati. Benar-benar sangat dingin." Zoya pun melangkah kembali ke kamar pas untuk mengganti dress yang telah dikenakannya dengan membawa rasa kesal atas penilaian Lucas yang di luar harapannya.

__ADS_1


Setelah dari outlet pakaian, ternyata Lucas juga mengajak Zoya membeli higheels dan juga perhiasan untuk Zoya. Tak hanya itu, tas Hermes seharga 1 miliar pun menjadi barang yang juga dibelikan oleh Lucas dan membuat Zoya merasa aneh karena menurutnya ini sangat berlebihan.


"Tuan, kenapa kamu membelikan semua ini untukku?"


"Memangnya kenapa? Apa kamu tidak menyukainya?" Lucas balik bertanya sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Ya, aku bingung saja. Memangnya kamu ingin memperkenalkan aku sebagai apa di depan orang tuamu sampai kamu membelikan semua barang mewah ini untukku?" Zoya mulai membaca rencana Lucas. Maka itu, ia pun memastikan kebenaran dari apa yang dipikirkannya saat ini.


"Nanti Alden akan memberitahu."


Zoya berpikir sejenak sebelum akhirnya ia kembali teringat tentang pria yang dimaksud oleh Lucas. Pria yang datang ke toko bunga dan menawarkan hal yang gila hingga Zoya menampar wajahnya di depan banyak orang. "Kenapa tidak kamu saja yang mengatakannya? Kenapa harus dia?"


"Sudahlah, tidak usah bertanya! Sekarang kita kembali ke apartemenku. Di sana sudah ada Alden dan seorang wanita yang akan menjadi asistenmu." Lucas tampak mengabaikan Zoya yang sudah dipenuhi rasa penasaran dan itu terlihat jelas dari wajah wanita itu.

__ADS_1


"Asisten maksudnya? Kenapa semakin lama bersamanya aku jadi semakin bodoh ya? Sebenarnya apa rencananya? Dan, bagaimana dengan rencanaku? Apa aku benar-benar berani mengungkapkan kejahatan pria ini di depan orang tuanya dan merusak rencananya? Kalau sampai aku melakukan itu, apa yang akan terjadi kedepannya? Sepertinya aku benar-benar harus memikirkan lagi dan jangan sampai aku salah langkah. Pria ini terlalu pintar untuk bisa aku kalahkan dengan cara yang biasa," batin Zoya mulai melangkah menyusul Lucas, diikuti beberapa pegawai outlet yang memang diminta Lucas untuk membawakan semua barang-barang yang telah dibelinya.


__ADS_2