One Night Destiny

One Night Destiny
Rencana Adrian


__ADS_3

Selamat membaca!


"Temui aku di lorong toilet karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan," ucap Adrian saat tangannya akan melepaskan tubuh Zoya yang sudah kembali berdiri. Suara pria itu terdengar sangat pelan. Namun, Zoya masih dapat mendengar dengan sangat jelas.


"Baiklah." Dengan suara berbisik, Zoya menjawab ucapan Adrian, walau sebenarnya ia sangat terkejut akan keberadaan pria itu.


Setelah Adrian pergi, Zoya mulai kembali melihat ke tempat tujuannya. Sebuah meja yang ada di sudut sana di mana Lucas ternyata sudah tiba lebih dulu. Ya, pria itu sama sekali tidak peduli akan kondisi Zoya yang hampir terjatuh. Beruntung Adrian masih sempat menolongnya, walau ia sendiri sangat terkejut karena tidak menyangka jika pria itu akan datang menemuinya di restoran ini.


"Sepertinya aku tidak bisa langsung menemui Adrian. Nanti Lucas pasti curiga padaku. Jadi, sebaiknya aku menghampirinya dulu." Zoya memutuskan dalam hati karena ia tahu jika saat ini Lucas tengah memperhatikannya. Entah karena apa, tetapi Zoya dapat memastikan jika pria itu seperti menunjukkan raut wajah yang penuh amarah dan itu jelas terlihat dari sorot matanya.


"Kenapa dia melihatku seperti itu?" batin Zoya merasa heran sambil terus melangkah mendekati meja di mana Lucas berada di sana.


"Kebetulan sekali ya pria itu bisa ada di sini." Dengan nada sedikit menyindir Lucas mengatakannya saat Zoya mulai duduk di kursi yang sudah disediakan oleh seorang pelayan wanita.


"Terima kasih ya, Mbak."

__ADS_1


"Sama-sama, Nona. Silakan ini menu di restoran kami."


Zoya mulai melihat-lihat beragam list makanan dan minuman yang ada di buku menu tanpa memedulikan apa yang Lucas katakan.


"Apa jangan-jangan kamu sudah membuat janji bertemu dengannya di sini?" tanya Lucas setelah mendapati Zoya hanya diam mengabaikannya.


"Lebih baik cepat pesan makanan dan minumannya agar dinner ini cepat berakhir." Zoya benar-benar dingin menanggapi Lucas. Seperti yang sempat dikatakannya di dalam mobil bahwa ia ingin agar dinner ini cepat berakhir.


"Kurang ajar! Wanita ini semakin lama membuatku muak. Seandainya dia tidak mengandung anakku, mungkin aku tidak akan bertemu dengan wanita menyebalkan ini," batin Lucas menggerutu dengan rasa kesal.


"Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh Adrian ya? Apa dengan menyadap ponsel Lucas dia tidak cukup mendapatkan bukti kejahatannya?" Sambil melangkah, Zoya mulai memikirkan tujuan Adrian datang menemuinya. Terlebih pria itu seolah bisa tahu ke mana dirinya pergi tanpa ia harus mengatakannya.


Setibanya di tempat yang dikatakan Adrian, dari kejauhan Zoya sudah dapat melihat sosok pria yang tampak menunggunya dengan bersandar pada dinding lorong.


"Ada apa, Tuan? Kenapa Anda ingin bertemu denganku di sini?" tanya Zoya begitu tiba di hadapan Adrian yang sudah berdiri tegak setelah melihat kedatangan Zoya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menemukan apa-apa di ponsel Lucas. Tidak ada bukti apa pun yang mengarah kalau dia adalah orang yang telah membuat Flora menghilang sampai detik ini. Jadi, aku tidak memenjarakannya karena tidak ada bukti."


"Terus apa yang harus aku lakukan?" Zoya langsung bertanya dengan kedua alis yang saling bertaut.


"Ini ambillah!" ucap Adrian sambil menyodorkan sebuah wadah transparan yang di dalamnya terdapat dua buah obat berbentuk pil kepada Zoya.


"Untuk apa obat ini?" Zoya mengambilnya dengan kening yang mengerut dalam. Jujur saja hanya dari melihat pil yang saat ini sudah ada di tangannya, ia sulit membaca apa yang sebenarnya direncanakan oleh Adrian.


"Jadi, kamu harus memasukkan ini ke dalam minumannya. Obat ini bisa membuat orang jujur tanpa disadarinya. Setelah Lucas berada dalam pengaruh obat ini, kamu harus menanyakan tentang Flora dan merekam semua yang dia katakan. Bahkan kamu juga bisa bertanya tentang ibumu."


"Baiklah, aku akan melakukannya."


Setelah kepergian Adrian, Zoya mulai melangkah ke kamar mandi yang tidak jauh dari tempatnya berada. Setidaknya ia harus membasahi sedikit tangannya agar alasan pergi ke kamar mandi tidak dicurigai oleh Lucas.


"Dengan obat ini, semuanya akan terungkap. Apa dia benar-benar sengaja membunuh ibuku?" Sorot mata Zoya tampak menajam. Ada kemarahan yang tak bisa ia luapkan saat ini. Semua kebencian yang masih tertahan dalam dirinya.

__ADS_1


Bersambung ✍️


__ADS_2